Metode Taguchi


Metode Taguchi merupakan pengembangan dari Design of Experiment (DoE) yang pertama kali diperkenalkan oleh Genichi Taguchi, yang bertujuan untuk memperbaiki proses manufaktur produk untuk mencapai kualitas yang baik. Metode ini sangat membantu dalam off-line Quality Control, metode ini sangat kontroversial karena metode ini tidak cukup kuat secara konsep statistika, akan tetapi memberikan hasil sangat memuaskan. Genichi Taguchi memandang setiap kegagalan yang terjadi sebagai kerugian yang harus ditanggung. Selain itu juga peluang kegagalan yang kecil bagi perusahaan mungkin dapat dirasakan besar bagi konsumen, karena konsumen tidak semuanya membeli dalam jumlah besar. Misalnya seorang konsumen membeli sebuah Handphone (Hp), kebetulan Hp yang dia beli adalah produk gagal. Sehingga konsumen tersebut merasakan kegagalan 100% dari produk tersebut. Genichi Taguchi menspesifikasiklan tiga kondisi yaitu Larger the better misalnya hasil proses suatu reaksi kimia. Smaller the better misalnya gas buang yang dihasil oleh kendaraan bermotor. on target atau minimum variation misalnya part atau komponen produk.

Metode Taguchi bekerja melalui tiga tahapan yaitu System design adalah proses menerapkan perekayasaan untuk menghasilkan desain prototipe fungsional dasar. Model prototipe yang dimaksud menetapkan penetapan awal dari karakteristik produk atau desain proses. Parameter design adalah penyelidikan yang dilakukan untuk mengidentifikasi penetapan minimum variasi kemampuan produk atau proses. Istilah desain parameter berasal dari kebiasaan perekayasaan yang mengacu kepada karakteristik produk sebagao paramter produk atau proses. Tolerance design adalah metode penentuan toleransi yang mengoptimalkan pembuatan produk dan biaya waktu hidupnya. Tiada lain tujuan dari ketiga tahapan ini adalah untuk hasilkan produk atau proses yang tangguh (Robust) sehingga metode taguchi sering kenal dengan Robust Design Method . Sehingga perusahaan berusaha untuk menghindari permasalahan dengan mengoptimisasi desain produk dan proses manufakturnya. Dalam pendekatannya robust design berusahan untuk desain product atau proses agar tidak sensitif terhadap berbagai faktor-faktor penyebab variasi. Untuk menghasilan produk atau proses yang tangguh, dapat dilakukan dengan menggunakan lima pendekatan sebagai berikut. Gunakan diagram proses ( P-doagram ) untuk mengenali variabel-variabel yang terkait dengan produk dan proses dan mengklasifikasikannya.kedalam Noise, Controllable Factor, signal dan response. Fungsi ideal dari produk atau proses, serta memetakan hubungan input output sebagai kerangka desain untuk membuat produk atau proses dapat bekerja secara lebih sempurna. Pengunaan quality loss funtion untuk menghitung kerugian yang di harus ditanggung oleh customer akibat variasi dari target performansi. Penggunaan Signal to Noise (S/N) untuk memprediksi field quality melalui eksperimen. Penggunaan orthogonal arrays untuk mengumpulkan informasi yang dapat dipercaya untuk mengendalikan faktor-faktor proses. (purdianta)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s