Hutang Piutang


Sebagaimana terdapat dalam ayat Al-quran yang terpanjang yang menerangkan tentang waris, ayat tentang muamalah lainnya seperti jual beli dan hutang piutang juga tidak kalah panjang, dimana sampai-sampai Allah Jalla Jalaluh menjelaskan secara detail kaifiyatnya atau tata caranya. Padahal dalam ibadah-ibadah lainnya yang notabene lebih asasi karena merupakan rukun islam, seperti Sholat, zakat, puasa dan haji, Allah Jalla Jalaluh hanya menyebutkan secara global contoh-surat-perjanjian-hutang-piutangsaja. Adapun kaifiyatnya diterangkan secara rinci dalam hadits2 Nabi yang mutawatir. Mengapa demikian? Apakah ini berarti bahwa ibadah-ibadah yang lebih asasi tersebut, tidak lebih mulia daripada muamalah? Tentu saja tidak. Tidaklah Allah menjelaskan secara detail dan langsung dalam kalamnya kecuali mengandung hikmah yang sangat agung. Allah menunjukkan kepada manusia bagaimana Islam memberikan perhatian yang sangat besar akan penjagaan hak-hak dan hubungan manusia. Bagaimana apabila diantara manusia sudah mengabaikan hak-hak selainnya dan hanya menuntut haknya sendiri? Maka kita pun bisa membayangkan betapa kacaunya dunia ini. 

Oleh karenanya mari kita simak ayat tersebut dan semoga kita dapat mendulang faidah yang demikian banyak yang mampu dikeluarkan oleh ulama tafsir abad ini Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di  meski hanya satu ayat tersebut:

Dimana Allah berfirman:

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلْ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنْ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْوَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمْ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Tafsir Ayat dan Faidah yang dapat dipetik:

Ayat-ayat ini meliputi petunjuk Allah kepada hamba-hamba-Nya dalam muamalah di antara mereka yaitu pemeliharaan dan kemaslahatan yang oleh orang-orang yang ahli pikir pun tidak mampu memberikan sarannya yang lebih baik dan lebih sempurna darinya, karena di dalamnya banyak sekali faidah-faidahnya, di antaranya:

[1] Bolehnya muamalah dalam bentuk hutang piutang, baik berupa hutang-hutang salam [1] atau pembelian barang yang harganya ditangguhkan, semua itu boleh dilakukan, karena Allah Ta’ala telah mengabarkannya berkaitan dengan kaum Mukminin, dan apapun yang Allah kabarkan tentang kaum Mukminin, maka sesungguhnya hal itu termasuk konsekuensi keimanan dan telah ditetapkan juga hal itu oleh Allah Yang Maha Kuasa.

[2] Wajibnya menyebutkan tempo pembayaran dalam seluruh transaksi hutang piutang dan masa penyewaan.

[3] Bahwasannya apabila tempo itu tidak diketahui, maka itu tidak halal, karena itu (sangat rentan) adanya tipu daya dan berbahaya, maka hal itu termasuk dalam perjudian.

[4] Allah Ta’ala memerintahkan untuk mencatat (dokumentasi) hutang piutang. Perkara yang satu ini terkadang menjadi wajib yaitu apabila wajib memelihara hak seperti milik seorang hamba yang wajib atasnya perwalian contohnya harta anak yatim, wakaf, perwalian, amanah, dan terkadang juga mendekatiwajib sebagaimana bila hak itu semata-mata milik seorang hamba. Dan terkadang juga lebih berat kepada wajib dan terkadang lebih berat kepada sunnah, sesuai dengan kondisi yang dituntut untuk masalah itu. Dan pada intinya pencatatan itu adalah merupakan perangkat yang paling besar dalam menjaga muamalah-muamalah yang tertangguhkan karena rentan terjadi kelupaan dan kesalahan, dan sebagai tindakan pencegahan dari orang-orang yang tidak amanah yang tidak takut kepada Allah Ta’ala.

[5] Perintah Allah kepada juru tulis untuk menulis antara kedua pihak yang bermuamalah itu dengan adil, ia tidak boleh condong kepada salah satu pihak karena faktor keluarga misalnya atau selainnya, atau memusuhi salah satunya karena suatu dendam dan semacamnya.

[6] Bahwasanya penulisan antara kedua belah pihak yang bermuamalah adalah diantara amala-amal yang paling utama dan tindakan kebaikan kepada keduanya. Dalam pencatatan itu mengandung pemeliharaan hak-hak keduanya dan melepasakan tanggung jawab dari keduanya seperti yang diperintahkan oleh Allah. Maka hendaklah juru tulis mencari pahala (dengan profesinya) di antara manusia dengan perkara-perkara ini agar mendapat keberuntungan dengan balasa baiknya.

[7] Hendaklah juru tulis mengetahui keadilan dan terkenal dengan keadilan, karena bila dia tidak mengerti keadilan, pastilah dia tidak akan bisa mewujudkannya, dan apabila keadilannya tidak diakui oleh orang banyak dan tidak diridhai mereka maka pastilah pencatatan juga tidak akan diakui, dan maksud yang diinginkan tidak akan terwujud yaitu pemeliharaan hak.

[8] Bahwasannya kesempurnaan dari pencatatan  dan keadilan dalam muamalah itu adalah bahwa juru tulis itu ahli dalam merangkai kata dan membuat kalimat yang sesuai dalam segala macam muamalah  sesuai dengan jenisnya, dan kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat dalam hal ini memiliki peran yang cukup besar. 

[9] Bahwasanya pencatatan itu diantara nikmat-nikmat Allah terhadap hamba-hamba-Nya, di mana urusan-urusan agama dan urusan-urusan dunia mereka tidak akan lurus kecuali dengannya. Dan bahwasannya barang siapa yang diajarkan oleh Allah penulisan, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadanya keutamaan yang besar, dan menjadi kesempurnaan syukurnya terhadap nikmat Allah Ta’ala itu, agar Dia memenuhi kebutuhan-kebutuhan hamba dengan pencatatan yang dilakukannya dan dia tidak boleh menolak untuk menulis. Karena itu Allah berfirman (yang artinya) “Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya.”

[10] Bahwasanya apa yang ditulis oleh juru tulis itu merupakan pengakuan dari orang yang menanggung hak apabila dia mampu merangkai kata tentang hak yang wajib atas dirinya tersebut. Namun apabila ia tidak mampu akan hal itu karena umurnya yang masih kecil atau kebodohannya, ketidakwarasannya, kebisuannya, atau ketidakmampuannya, maka waliny harus melakukannya untuknya, dan walinya itu sebagai wakil dirinya dalam hal tersebut.

[11] Bahwasanya pengakuan itu adalah jalan yang paling besar dalam menetapkan suatu hak, di mana Allah Ta’ala memerintahkan  kepada juru tulis untuk menulis apa yang didektekan oleh orang yang menanggung hak orang lain.

[12] Penetapan perwalian bagi orang-orang yang tidak mampu seperti anak kecil, orang gila, orang bodoh dan semacamnya.

[13] Bahwasanya seorang wali itu posisinya sama seperti posisi orang yang diwalikannya dalam segala pengakuannya yang berkaitan dengan hak-haknya.

[14] Bahwasanya orang yang Anda percaya dalam suatu muamalah dan Anda serahkan urusan itu kepadanya, maka perkataannya dalam perkara itu dapat diterima, karena dia adalah pengganti diri Anda, karena apabila wali itu untuk orang-orang yang tidak mampu menempati posisi mereka, maka orang yang Anda jadikan wali dengan pilihan Anda sendiri lalu Anda serahkan urusan itu kepadanya adalah lebih utama diterima dan diakui perkataannya dan didahulukan daripada perkataan Anda sendiri ketika terjadi perselisihan.

[15] Bahwasanya diwajibkan atas orang yang menanggung hak orang lain, apabila mendiktekan kepada juru tulis agar bertakwa kepada Allah dan tidak berlaku curang terhadap hak yang ditanggungnya. Ia tidak mengurangi jumlahnya atau sifatnya, atau syarat di antara syarat-syaratnya atau ukuran di antara  ukuran-ukurannya. Akan tetapi ia harus mengakui setiap hal yang berkaitan dengan hak tersebut sebagaimana juga hal itu wajib atas orang lain yang menanggung hak dirinya. Barang siapa yang tidak melaksanakan itu, maka ia termasuk orang-orang yang curang lagi mencurangi (timbangan dan takaran).

[6] Bersambung . . .

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Menggabungkan Beberapa Dokumen Terpisah Menjadi Satu Dokumen Pada Ms.Word 2007/2010


Bismillah, Sobat blogger ada trik yang lebih mudah dan cepat ketika Anda ingin menggabungkan beberapa dokumen terpisah menjadi satu dokumen pada Ms. Word 2007/2010 dibandingkan dengan copy paste. So, Ikuti langkah-langkah berikut:

[1] Buka lembar baru Ms. Word 2007/2010.

[2] Masuk atau klik menu insert

Objek 1

[3] Klik sub-menu object lalu pilih/klik text from file

Objek 2

[4] Pilih beberapa dokumen yang akan digabungkan ke dokumen yang aktif dengan menggunakan mouse (mendrag kursor) atau mengklik beberapa dokumen sambil menekan tombol ctrl. Akhiri dengan meng-klik insert

Objek3

[5] Selesai.

Sebagai catatan:

Dokumen yang ditempatkan paling atas akan digabungkan pertama kali. Karenanya urutan teks pada dokumen target mengikuti urutan file pada beberapa dokumen yang terpisah. Urutan dokumen yang terpisah dapat kita sesuaikan dengan mengganti nama sesuai urutan abjad dengan sortir nama).

Semoga Bermanfaat . . .

[Taufiqur Rokhman – Perumnas III Bekasi, 23052015]

 

By Taufiqur Rokhman Posted in Ms. Word

Menggunakan Form Interaktif 


Penjelasan singkat : 

Dalam latihan ini akan dilakukan pembuatan form input data interaktif dengan memanfaatkan form control yang ada dalam excel. 

Tahap 1:   Mahasiswa menuliskan contoh soal / kasus daftar Biaya BPP Tetap Program Studi Unisma sebagai berikut dengan microsoft excel pada sheet 1:

Pertemuan 7 1

Tahap 2:  Mahasiswa  menambahkan  Ribbon  Developer  pada  menu  untuk  excel  2007 dengan mengklik excel option seperti berikut:  Continue reading

Seminar HAKI


Untuk kali pertama Fakultas Teknik Unisma Bekasi menyelenggarakan Seminar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) di gedung Pasca Sarjana Unisma Bekasi, pada Rabu 29 April 2015. Seminar yang dihadiri oleh sebagian besar dosen FT dan perwakilan dosen Fakultas lain di lingkungan Unisma ini menghadirkan dua nara sumber yang kompeten di bidangnya yakni DR-Ing Agus Sofwan, MT dan Ir. Tabroni, MT. Mereka adalah dosen tetap ISTN. Satu diantara mereka pernah mengajukan HAKI dan lolos.

Dalam pemaparan materinya, pembicara pertama menguraikan tujuan HAKI, karya atau produk yang dapat diajukan HAKI-nya, mekanisme pengajuan HAKI dan lain-lain. Adapun pembicara kedua menguraikan dan membagikan pengalamannya dalam pengajuan HAKI hingga goal berserta kendala-kendalanya. Ekspektasi dari acari ini adalah memotivasi sekaligus memberikan wawasan keilmuan akan HAKI kepada para peserta yang sudah memiliki karya yang unik dan bermanfaat untuk mematenkannya juga kepada para peserta yang belum memiliki karya unik agar lebih berinovasi dan bereksploasi.

Tampak para peserta begitu antusias menyimak dengan seksama uraian kedua nara sumber. Berharap dalam waktu dekat mereka bisa mengikuti jejak nara sumbernya untuk mempatenkan hasil karya-nya. Semoga kedepannya FT Unisma Bekasi lebih dapat menunjukkan kepada dunia luar akan eksistensinya dan kontribusinya kepada khalayak baik industri, akademisi maupun publik, demikian yang dituturkan Bapak Dekan, H. Sugeng, ST, MT dalam sambutannya di awal acara.

DSC_0173

DSC_0147

Mendisiplinkan Diri


Mendisiplinkan diri bukan sebatas pada kehadiran dalam suatu acara dengan tepat waktu. Lebih dari itu mendisiplinkan diri bermakna pemaksaan diri untuk mematuhi agenda harian yang sudah disusun diawalnya dan akan menjadi kebiasaan yang teratur sehingga ringan untuk dijalankan setelahnya. Bagaimana setiap harinya kita bisa dengan teratur menjalankan sholat berjamaah tepat waktu, tadarus al-quran dan membaca buku. Apabila semua itu dapat kita dawamkan setiap hari, maka kita dianggap sudah mendisiplinkan diri.

Ya, menurut saya kedisiplinan diri itulah diantara kunci sukses hidup kita. Kemauan kita untuk memaksa diri untuk  move on dari kebiasaan buruk ke kebiasaan baik dan kemudian memeliharanya, menjadi prasyarat bagi kita untuk maju dan menjadi hebat.

Dua nama yang yang cukup banyak memberikan ilmu dan  pelajaran bagi saya terkait pendisiplinan diri adalah Ciptadi WK dan Djoko Sambodo.  Yang pertama adalah rekan kuliah S-2 saya dan yang kedua adalah rekan dosen sekaligus partner kerja di dewan redaksi Buletin Al-Fatah yang kami kelola dan terbitkan setiap semester. Ndilalah dua-duanya pernah pernah menjabat dalam posisi strategis yaitu ketua/pemimpin. Sebagaimana yang maklum, tugas seorang pemimpin adalah mengkoordinasi anggotanya atau bawahannya untuk bekerja secara bersama-sama mewujudkan visi yang dicanangkan.  Hanya saja bedanya, yang pertama garang yang kedua lembut namun tetap menyentil. 

Berdasarkan penuturannya, Pa Ciptadi tak segan-segan untuk menegur bahkan memperingatkan dengan keras manakala anggota atau siapapun yang menjadi bawahannya undiscipline. Dan beliau tidak peduli siapapun mereka. Bahkan sekalipun dengan atasannya. Apabila menurut beliau, sang atasan melakukan tindakan pelanggaran terhadap sesuatu yang jelas-jelas benar, maka beliau pun tak segan-segan memperingatkan. Tidak ada yang harus beliau jaga dalam jabatannya sebagai ketua kecuali komitmen pada apa-apa yang benar dan baik serta mengikuti tata tertib dan peraturan yang sudah dibuat. Demikian sekelumit pengalaman beliau sebagai pimpinan yang beliau bagikan ke saya.

Sementara Pa Djoko Sambodo, beliau dikenal oleh rekan-rekannya termasuk saya sebagai sosok yang sangat disiplin. Beliau sangat commit terhadap kesepakatan-kesepakatan yang sudah dibuat. Itu sebabnya, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan, beliau tak jarang mengingatkan anggotanya progress atau kemajuan pekerjaannya. Pernah beliau menuturkan kepada saya, pengalamannya berpartner dengan seorang jaksa. Sebelumnya sudah terjadi kesepakatan bertemu antara beliau dan jaksa tersebut, lengkap tanggal dan waktunya. Akan tetapi ketika hari-H nya, entah lupa atau ada kesibukan lain, Bu Jaksa tidak mengkonfirmasi sebab ketidakhadirannya. Padahal Pa Djoko sudah menunggu hingga satu jam. Disaat itulah Pa Djoko tidak segan-segan mengingatkan berkali-kali via SMS atau telp perihal pertemuannya. Dan begitulah yang kerap beliau terapkan terhadap partner kerja beliau yang lain. 

Itulah sedikit ilmu yang dapat saya pelajari dari kedua teman saya. Bahwasanya, kita harus mau dan mampu memaksa diri untuk mendisiplinkan diri kita menjadi lebih baik. Dan itupun tidak menuntut bahwa apa yang kita lakukan setiap hari harus banyak. Yang terpenting adalah rutin. Bukankah amalan yang paling dicintai Allah adalah yang rutin meskipun sedikit. Oleh karena itu, marilah kita terus mendawamkan aktivitas-aktivitas bernilai ibadah hingga menjadi sebuah kebiasaan yang apabila kita tinggalkan sekali saja, maka akan terasa penyesalan di hati kita.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Warisan Terbaik Untuk Anak


Di hari pembaiatan khalifah al-Mansur, datanglah Muqatil bin Sulaiman rahimahullah, kemudian sang khalifah pun berkata kepadanya, “Nasihatilah aku wahai Muqatil!”. Beliau menjawab, “apakah nasihat dengan apa yang pernah saya lihat ataukah dengan apa yang pernah saya dengar?”

bapa-dan-anakKhalifah menjawab, “Nasihatilah aku dengan apa yang pernah engkau lihat!”

Muqatil mulai memberikan nasihat, “Wahai Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz (khalifah yang terdahulu) mempunyai 11 anak. Akan tetapi saat meninggal, beliau hanya meninggalkan warisan 18 dinar saja. 5 dinar di antaranya untuk membeli kafan, 4 dinar untuk membeli pekuburan beliau, dan sisanya 9 dinar dibagikan kepada 11 anaknya.

adapun Hisyam bin Abdul Malik (khalifah setelahnya) memiliki 11 orang anak juga, dan saat beliau wafat, masing-masing anak mendapatkan bagian 1 juta dinar.

Demi Allah wahai Amirul Mukminin, sungguh saya telah menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri di satu hari yang sama, salah satu anak Umar bin Abdul Aziz (yang hanya mendapatkan warisan 9/11 dinar) bersedekah 100 kuda perang untuk keperluan jihad fii sabilillah, sementara salah seorang anak Hisyam bin Abdul Malik (yang mendapat warisan 1 juta dinar), sedang mengemis di dalam pasar.

Orang-orang pernah bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz saat menjelang wafatnya, “Apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu?!”

Beliau menjawab, “Aku tinggalkan untuk mereka ketaqwaan kepada Allah. Ketika mereka menjadi orang-orang yang shalih, maka sesungguhnya Allah adalah wali (pelindung) bagi orang-orang yang shalih. Jika ternyata mereka bukan orang yang shalih, setidaknya saya tidak mewariskan kepada mereka sesuatu yang membantu mereka bermaksiat kepada Allah.”

(Hibiy ya Rihal Liman, Syeikh Khalid Abu Syadi)

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

Nasehat Singkat Menjelang Ujian Semester 2014-2015


Menjelang Ujian Tengah Semester kelak, ijinkanlah saya menyampaikan nasehat singkat ini kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa Teknik Mesin Unisma Bekasi. Semoga menjadikan motivasi bagi kalian semua. “Belajarlah dengan tekun. Karena sesungguhnya ujian semester itu dekat. Dan materi kuliahnya banyak. Manfaatkanlah waktu-waktu kosong kalian sebelum datang kepada kalian penyesalan. Ketahuilah wahai para mahasiswaku, bahwasanya ujian semester itu sulit, bagi siapa yang tidak membaca dan memahami”.

Opsi Yang Konyol


Pertanyaan menggelitik pada suatu judul berita yang dipublikasikan oleh beberapa media tanah air terkait kasus yang dialami oleh salah seorang pemimpin di negeri ini adalah “lebih baik mana pemimpin yang tegas terhadap koruptor dan bersih dari korupsi namun kurang santun dalam berbicara, dengan pemimpin yang santun dalam berbicara namun terjerat korupsi?”. Kontan berhamburan komentar menanggapi artikel tersebut. Banyak yang memilih opsi kedua. Namun tak kalah banyak, yang memilih opsi pertama. Tak sedikit komentator berbalas komentar, masing-masingnya saling hujat dan caci maki.

Kalau saya disodorkan pertanyaan seperti diatas, maka saya akan menjawab dua-duanya tidak ada yang baik. Kalau tidak ada yang baik berarti tidak ada yang lebih baik. Sehingga pertanyaan diatas lebih pas apabila diganti redaksinya diawal kalimatnya dengan “Mana yang lebih jelek…”. 

Ya, menurut saya dua-duanya memang tidak ada yang baik. Kalau ada orang yang kembali bertanya, “bila tidak ada di dunia ini calon pemimpin kecuali harus memilih dari dua orang yang masing-masing memiliki kriteria sebagaimana yang tersebut dalam pertanyaan diatas, mana yang anda pilih?” maka saya akan menjawab, pertanyaan Anda tidak bermanfaat dan tidak penting untuk dijawab. Sebab, anda mengkondisikan sesuatu hal yang tidak ada dan hanya mengandai-andai semata dan belum tentu kondisi tersebut riil Anda. Atau saya dapat juga menjawab, “Saya akan memilih pemimpin yang bebas dari korupsi alias amanah, tegas terhadap koruptor dan santun dalam berbicara”.

Di negara ini, saya sangat yakin masih banyak orang-orang yang memiliki potensi dan kriteria yang baik seperti diatas. Kalaupun sampai saat ini, pemimpin-pemimpin yang terpilih lebih banyak mengecewakan akan tetapi bukan berarti tidak ada pemimpin ideal yang memuaskan para pemilihnya dan semua pihak yang memiliki niat baik. Sebab, sememangnya semenjak dahulu sistemnya sendiri yang tidak mendukung untuk mendapatkan pemimpin yang ideal. Sistem demokrasilah yang menyamakan satu suara orang alim (ulamanya) dengan satu suara juhala-nya.

Sedangkan pemimpin yang meskipun bebas korupsi dan tegas terhadap koruptor namun tidak santun dalam berbicara dan tidak beradab dalam bersikap, bagaimana bisa disebut sebagai pemimpin yang layak dijadikan panutan. Justru yang ada, pemimpin yang demikian akan ditiru oleh orang-orang awam yang menjadi bawahannya. Demikian pula pemimpin yang memiliki kriteria yang satunya sebagai pembanding, juga tidak layak dijadikan panutan.

Setipe dengan pertanyaan diatas adalah pertanyaan tentang jilbab sebagai alibi bagi orang yang yang enggan berjilbab, yakni “lebih memilih mana, orang yang nggak berjilbab tapi hatinya berjilbab (akhlaknya baik) dengan orang yang berjilbab tapi akhlaknya bejat? analogi dengannya juga, pertanyaan, “lebih memilih mana orang yang sholat tapi akhlaknya bejat dengan orang yang nggak sholat tapi akhlaknya baik?”.

Maka tentu sebagai seorang muslim yang dihasung oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam agar memiliki cita-cita setinggi mungkin yakni surga firdaus sebagaimana yang disebutkan dalam salah satu sabdanya, tentu akan memilih opsi yang seideal mungkin sekalipun bahkan tidak ada dalam opsi yang ditawarkan. Kita jawab saja, memangnya kamu tuhan yang bisa menakdirkan atau menentukan segala sesuatu kondisi sehingga dengannya terbatasi suatu pilihan yang tidak ada pilihan lain selain pilihan yang Anda tetapkan? Bukankah sebuah keputusan dari sebuah ucapan dan tindakan dalam kehidupan anda sehari-hari berangkat dari pilihan-pilihan yang menggelayut di kepala. Maka, saya akan memilih orang yang sholat dan akhlaknya baik. Demikian pula, orang yang berjilbab juga akhlaknya baik.

Oleh karena itu, seyogayanya kita tidak terseret dan latah melontarkan pertanyaan-pertanyaan konyol yang menunjukkan sikap pesimistis dan kerdil cita-cita. Sebaliknya tidak mengapa, melontarkan pertanyaan kepada orang lain maupun diri sendiri membandingkan dua perkara yang sama-sama baik dan memilih salah satunya yang lebih baik. Sebagaimana yang dikatakan syaikhul islam Ibnu Taimiyah, “bukanlah orang yang cerdas itu orang yang dapat memilih dua perkara diantara yang haq dan bathil, diantara yang haram dan halal, namun orang yang cerdas adalah mereka yang mampu memilih yang sedikit mudharatnya diantara dua perkara yang sama-sama mudharat dan yang paling besar maslahatnya diantara dua perkara yang sama-sama maslahatnya.

Namun ingat, ketika kondisi belum benar-benar dikatakan darurat lalu kita mengklaim tanpa ilmu bahwasanya kondisinya sudah darurat sehingga dengannya kita melontarkan pertanyaan pilihan yang seakan-akan wajib dipilih salah satunya, maka inilah letak kekeliruannya. Semoga kita kian cerdas dalam menentukan setiap pilihan hidup yang semuanya berkonsekuensi.

Di situ Kadang Aku Merasa Sedih


Tatkala aku betah berjam-jam mantengin hp atau gadget hanya untuk mengulik status dari temen-temen dan portal berita, sementara setengah jam saja untuk membaca alquran dan mentadabburinya aku sudah merasa jenuh. Disitu kadang aku merasa sedih.

bacaan sholatKetika aku enjoy duduk khusuk di depan tv berjam-jam menyaksikan program demi program yang ditawarkan, sementara kewajiban sholat yang apabila ditunaikan secara tuma’ninah tak lebih dari 10 menit saja, tak jarang aku ingin segera menyudahinya. Maka bila mengingat hal itu dan nikmat Allah yang demikian berlimpah ruah, disitu kadang aku merasa sedih.

Diusiaku yang saat ini, dimana aku  mampu memahami bahasa asing (inggris)  sementara bahasa arab yang merupakan bahasa surat dari penciptanya kepada hamba-Nya, banyak kata demi katanya yang tak sanggup aku pahami. Disitu kadang aku merasa sedih.

Ketika amalan-amalan sunnah di luar amalan-amalan wajib sudah aku ketahui urgensi serta fadhilahnya, sementara sampai saat ini aku berpuas diri dengan amalan-amalan wajib dan itupun belum kuketahui apakah amalan itu diterima atau ditolak, di situ kadang aku merasa sedih.

Ketika baterai hpku lobet dan aku pun panik mencari charger supaya hp tetep bisa dihidupkan sehingga tidak terputus informasi dengan teman atau sahabat, sementara ketika iman di diri ini lobet, aku pun tak merasa panik mencari charger iman padahal tanpa sadar telah jauh bahkan terputus hubungan dengan Ar-Rahman. Di situ kadang aku merasa sedih.

Ketika orang tua sudah bertahun-tahun mendidik dan membekalkan diri ini dengan ilmu yang dengannya mereka berharap agar dimasa depannya kelak sang anak menjadi mandiri dan tak bergantung kepada siapapun kecuali kepada Rabb-nya, lalu kemudian diri ini pun jarang menghubungi orang tua meski sekedar menanyakan kabarnya. Di situ kadang saya  merasa sedih.

Sedihlah kalau memang dengannya  dirimu bisa memperbaiki keadaanmu saat ini. Namun, jangan lupa iringilah kesedihanmu dengan bertekad kuat memperbaiki kondisimu. Akankah kondisimu selamanya akan tetap seperti itu. Hingga datang ajal yang setelahnya tak bermanfaat lagi penyesalan. 

Semoga kesedihan itu merupakan kesedihan penyesalan dan muhasabah menuju kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tujuan kita diciptakan. Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Kasih sayang


Kasih sayang orang tua terhadap anaknya bukanlah dengan selalu menuruti semua keinginan anaknya. Akan tetapi hakikat kasih sayang itu adalah mendatangkan kebaikan bagi sang anak dan mencegah kasih sayangkeburukan yang akan menimpanya. Demikian yg dituturkan secara makna oleh Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziah. Itu sebabnya orang tua yg baik tidak akan pernah selamanya membiarkan anaknya bermain api atau segala sesuatu yg berbahaya sekalipun membuat sang anak menangis.

Dalam lingkup yg lebih luas, di lingkungan sekolah atau kampus bisa terjadi hal yg serupa. Keinginan siswa atau mahasiswa tidak selalunya sejalan dengan keinginan guru atau dosen. Sehingga protes bahkan demo terkadang dilakukan siswa lantaran keinginannya tidak terpenuhi.

Dalam aktivitas akademik pun sama. Tak sedikit apabila mahasiswa ditanya, mana yang Anda sukai, seorang guru yg jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah memberikan tugas, dengan guru yg sering memberikan tugas?maka sepakat mereka menjawab lebih suka guru yg jarang apalagi tak pernah memberikan tugas. Sebab, pandangan seorang siswa dan guru terkait suatu hal, bisa jadi kontradiksi. Guru memahami tugas bagi siswa sebagai instrumen agar siswa lebih sempurna dalam memahami ilmu yg sudah disampaikan di kelas. Sementara siswa memahami tugas tak ubahnya beban yg merampas waktu/hari libur mereka.

Dan tak jarang, tatkala mereka sudah lulus lebih2 yg mempraktekkan ilmu yang sudah dipelajarinya selama berada di bangku sekolah/kuliah, mindset mereka berubah 180 derajad. Mereka lebih terkesan dan menyanjung guru2 yang dulunya mereka pisuhi, gerutui, lantaran kini mereka memperoleh banyak manfaat dari tugas2 yang diberikan dulu dan tentunya fahamnya ilmu tsb.

Dalam hubungan sesama manusia yang tak luput dari salah dan alpa saja, dianjurkan utk selalu ber-khusnudzon. Apatah lagi dalam hubungan manusia dengan Sang khaliq yang suci dari kesalahan dan kealpaan, tentu lebih dan amat sangat dianjurkan lagi. Betapapun pahit getirnya hidup yg dialami manusia, yakinlah Allah memberikan kebaikan dibaliknya. Namun kebaikan disinilah yg kerapkali tidak mampu ditangkap oleh manusia. Kebaikan yg dikehendaki Allah adalah kebaikan bagi agama seorang hamba dan kehidupan pasca kematiannya.

Dan itulah bentuk kasih sayang Allah yang tidak disadari dan difahami oleh (sebagian) orang.

Boleh jadi Allah tidak mengabulkan keinginan seorang hamba utk menjadi kaya dengan kelebihan harta dan kemewahannya, sebab Allah Maha tahu apa yg akan menimpa pada seorang hamba tersebut setelahnya. Boleh jadi, ia makin berkurang ketaatannya kepada-Nya karena terlalaikan dengan kemilaunya harta. Atau boleh jadi ia menjadi takabur yang dengannya Allah menjerumuskan ia ke dalam neraka. Wal’iyadzubillah. Nas’alullah salamatan al ‘aafiyah.

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

Daya dan Efisiensi Kompresor


Daya yang diperlukan kompresor tidak hanya untuk proses kompresi gas, tetapi juga untuk mengatasi kendala-kendala mekanis, gesekan-gesekan, kendala tahanan aerodinamik aliran udara pada katup dan saluran saluran pipa, kebocoran-kebocoran gas, proses pendinginan, dan lain-lain. Kendala-kendala tersebut akan mengurangi daya poros kompresor. Namun untuk menentukan seberapa besar pengaruh masing-masing kendala tersebut adalah sangat sulit. Secara teori perhitungan daya yang dibutuhkan untuk proses pemampatan kompresi bertingkat adalah sebagai berikut:

daya kompresor

dimana: 
Pad = daya untuk proses kompresi adiabatis (kW)
m = jumlah tingkat kompresi
Qs = volume gas ke luar dari tingkat terakhir (m3/menit) ( dikondisikan tekanan dan temperatur hisap)
ps = tekanan hisap tingkat pertama (N/m2)
pd = tekanan ke luar dari tingkat terakhir ( N/m2) 

n = 1,4 (udara) adiabatis
= 1 isoterma l

Daya kompresi adiabatis di atasadalah sama dengan daya poros kompresor dikurangi dengan kendala-kendala kompresi atau dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut:

P ad = P poros – P kendala = P berguna

Secara teori, efisiensi sistem adalah perbandingan daya berguna dengan daya masuk sistem, maka efisiensi kompresor dapat dirumuskan dengan persaman berikut:

Efisiensi Kompresor

Berdasarkan rumus tersebut dapat diketahui bahwa semakin tinggi efisiensi, daya poros yang dibutuhkan menjadi berkurang, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Sedangkan untuk menghitung tinggi yang dihasilkan kompresor adalah sebagai berikut:

tinggi tekan kompresor

Daya yang dibutuhkan kompresor untuk menghasilkan udara mampat  dengan tinggi tekan sebesar H :

daya kompresor tinggi tekan

Contoh :
1. Sebuah kompresor digunakan untuk menghasilkan udara mampat pada sebuah instalasi industri. Pompa meghasilkan tekanan akhir sebesar 3 atm, debit udara masuk kompresor sebesar 7200 m3/menit, hitung berapa daya kompresor? Juga tentukan daya poros apabila efiseisi kompresor 80% !

Diketahui :

Qs = 7200 m3/jam = 7200/3600 m3/dtk = 2 m3/dtk
ps = 1 atm = 10130 Pa
Pd = 3 atm = 30390 Pa
n = 1,4

Kerja kompresor adiabatik:

kerja kompresor soal 1

[Taufiqur Rokhman, MT – Unisma Bekasi – 05032015 – 11.45]

Renstra Teknik 2014-2017


Fakultas Teknik Unisma kembali menggelar rapat renstra periode 2014-2017. Rapat yang digelar di Cipanas – Puncak, tanggal 10-11 Februari 2015 ini  diikuti oleh hampir semua civitas akademika fakultas teknik. Sebenarnya, rapat ini adalah finalisasi dari rapat sebelumnya yang diselenggarakan di lingkungan Unisma tanggal 21 Januari 2015. 

Semua peserta berkumpul di fakultas teknik pukul 07.45 WIB. Selanjutnya dengan 3 minibus dan 1 bus, para peserta bertolak menuju lokasi rapat. Sesampainya di sana sekira pukul 12.00 WIB para peserta rehat dan ishoma sebelum dimulainya rapat. Tepat jam 13.00 WIB, semua peserta sudah berada di ruangan rapat untuk sama-sama mengikuti rundown acara yang sebelumnya sudah disusun oleh panitia

Rapat diawali dengan pembukaan oleh Dekan fakultas teknik. Sesi pertama adalah pemaparan visi dan misi fakultas teknik oleh dekan FT serta program-program rencana strategis yang sudah dirumuskan sebelumnya. Selesai pemaparan, para peserta kembali memberikan tanggapan atau masukan sebelum fiksasi. Sesi pertama usai menjelang maghrib. 

Selepas ishoma, para peserta kembali memasuki ruangan pukul 19.30 WIB. Pada sesi berikutnya, semua kaprodi, staf sainstech hingga staf TU memaparkan program rencana strategisnya secara bergiliran. Dan pada tiap-tiapnya,  tanggapan atau masukan dari peserta yang lain baik dari prodinya sendiri, prodi lain, staf administrasi maupun staf sainstech diberikan untuk penyempurnaan.  Sesi kedua berlangsung hingga tengah malam, yaitu pukul 23.30 WIB. Selanjutnya para peserta kembali ke peraduannya masing-masing untuk istirahat dan tidur. Hari kedua, usai sarapan dan mandi, para peserta kembali memasuki ruangan untuk mengikuti sesi berikutnya. Hasil yang telah dirumuskan, di review oleh semua peserta pada rapat pleno. Rapat berakhir menjelang dhuhur. Usai ishoma, semua peserta check out dan bertolak ke Bekasi pukul 13.00 WIB.

Inilah komitmen kami membangun dan mengembangkan fakultas teknik mempersiapkan lulusannya yang berkompetensi di bidangnya, berdaya saing dan berkarakter islami. Berikut foto-foto aktivitas peserta renstra.

DSC_0412

DSC_0377

DSC_0441

 Kavitasi dan NPSH


Daerah aliran pada mata impeller pompa biasanya lebih kecil daripada daerah aliran dari pipa hisap pompa atau daerah aliran yang melalui sudu pompa. Ketika cairan di pompa masuk mata pompa sentrifugal, penurunan daerah aliran sebagai akibat peningkatan kecepatan aliran disertai dengan penurunan tekanan. Semakin besar laju aliran pompa, semakin besar pula tekanan jatuh antara pompa hisap dan mata impeller. Jika tekanan jatuh cukup besar, atau jika temperatur cukup tinggi, tekanan jatuh dapat menyebabkan cairan menjadi  uap ketika tekanan local berada di bawah tekanan saturasi fluida yang di pompa. Gelembung-gelembung uap terbentuk oleh tekanan jatuh pada mata impeller yang mengalir sepanjang sudu impeller oleh aliran fluida. Ketika gelembung2 itu masuk wilayah dimana tekanan local lebih besar daripada tekanan saturasi, maka gelembung2 uap tiba-tiba pecah. Proses pembentukan dan pecahnya secara tiba-tiba dari gelembung2 uap dalam pompa disebut dengan kavitasi.

 Kavitasi pada pompa sentrifugal mempunyai pengaruh signifikan terhadap performasi pompa. Kavitasi mendegradasi (menurunkan) performansi pompa, akibat fluktuasi laju aliran dan tekan discharge. Kavitasi dapat juga menjadi penyebab hancurnya komponen2 dalam pompa. Ketika sebuah pompa, gelembung2 uap terbentuk secara langsung pada daerah tekanan rendah yang di balik sudu impeller yang berputar. Gelembung2 uap ini kemudian bergerak mendekati sudu impeller dimana mereka pecah dan menyebebkan kejutan fisik pada permukaan sudu pompa. Kejutan fisik ini membuat lubang-lubang kecil pada permukaan sudu impeller. Masing-masing lubang itu berukuran sangat kecil, akan tetapi akibat akumulasi dari jutaan lubang2 ini yang terbentuk selama periode jam atau hari dapat secara bertahap merusak impeller pompa. Kavitasi dapat juga menyebabkan getaran pompa berlebih dimana getaran tersebut dapat merusak bantalan pompa, ring dan sil.

Sejumlah kecil pompa sentrifugal didesain untuk beropearasi dibawah kondisi dimana kavitasi tak mampu dihindari. Pompa ini harus didesain secara khusus dan dimaintain untuk menahan sejumlah kecil kavitasi yang terjadi selama operasinya. Banyak pompa sentrifugal yang tidak di desain untuk menahan kavitasi.

Kebisingan adalah salah satu indikasi bahwa pompa sentrifugal terjadi kavitasi.  Sebuah pompa yang ter-kavitasi suaranya dapat seperti kaleng yang berisi kelereng yang dikocok. Indikasi lainnya dapat diamati dari stasiun operasi jarak jauh yang sedang berfluktuasi tekanan discharge-nya (keluarnya).

Net Positive Suction Head (NPSH)

Untuk menghindari kavitasi pada pompa sentrifugal, tekanan fluida pada semua titik dalam pompa harus dijaga diatas tekanan saturasi. Jumlah yang digunakan untuk menentukan tekanan cairan yang dipompa untuk menghindari kavitasi disebut net positive suction head (NPSH). Net positive suction head (NPSH) adalah perbedaan antara tekanan pada pipa hisap pompa dan tekanan saturasi pada cairan yang sedang dipompa. Net positive suction head (NPSH) adalah nilai minimum dari net positive suction head (NPSH) yang cukup untuk menghindari kaviotasi.

Kondisi yang harus ada untuk menghindari kavitasi adalah bahwa net positive suction head (NPSH) yang tersedia harus lebih besar daripada atau sama dengan net positive suction head (NPSH) yang dibutuhkan. Kebutuhan ini dapat dinyatakan secara matematis ebagai berikut:

NPSHA    ≥   NPSHR

 Formula untuk NPSHA dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut:

 NPSHA    =  P suction  –  P saturation

 Ketika pompa centrifugal menghisap dari tangki atau reservoir lainnya, maka tekanan dari pipa hisap pompa adalah penjumlahan tekanan absolute pada permukaan cairan pada tangki dan tekanan karena perbedaan ketinggian antara permukaan cairan pada tangki dan pipa hisap pompa dikurang head loss karena gesekan pada garis hisap dari tangki ke pompa.

NPSHA = Pa + Pst – hf – Psat

Dimana:

NPSHA = NPSH yang tersedia

Pa                 = tekan absolute pada permukaan cairan

Pst           = tekanan karena perbedaan ketinggian antara permukaan cairan dan pipa hisap.

hf                  = head losses pada pipa hisap pompa

Psat              = tekanan saturasi dari cairan yang dipompa

PENCEGAHAN KAVITASI

Jika pompa mengalami kavitasi, beberapa perubahan pada desain sistem atau operasi adalah penting untuk meningkatkan NPSHA diatas NPSHR dan menghentikan kavitasi. Salah satu metode untuk meningkatkan NPSHA adalah meningkatkan tekanan pada pipa hisap pompa. Sebagai contoh, jika sebuah pompa menghisap dari sebuah tangki yang tertutup, maka kenaikan level cairan pada tangki atau peningkatan tekanan pada ruang diatas cairan akan meningkatkan tekanan hisap.

Mungkin juga meningkatkan NPSHA dengan menurunkan temperatur cairan yang dipompa. Menurunkan temperatur cairan akan menurunkan tekanan saturasi, sehingga menyebabkan NPSHA meningkat. Ingat lagi dari mode perpindahan panas sebelumnya dimana kondensor uap yang besar biasanya mendinginkan kondensat kurang dari temperatur saturasi yang disebut depresi kondensat, untuk mencegah kavitasi dalam pompa kondensat.

Jika head losses pada pipa hisap pompa dapat dikurangi, maka NPSHA akan berkurang. Beragam metode untuk mengurangi head losses termasuk meningkatkan diameter pipa, mengurangi jumlah elbo, valve dan fitting (tahanan) dalam pipa, dan menurunkan panjang pipa.

Dapat juga menghentikan kavitasi dengan mengurangi NPSHR untuk pompa. NPSHR tidak konstan untuk pompa yang diberikan dibawah semua kondisi, tetapi bergantung pada factor tertentu. Secara khusus, NPSHR dari pompa meningkat secara signifikan karena laju aliran yang melalui pompa meningkat. Oleh karena itu, pengurangan laju aliran melalui pompa yaitu dengan mengecilkan valve discharge yang menurunkan NPSHR. NPSHR juga bergantung pada kecepatan pompa. Semakin cepat rotasi impeller pompa, semakin besar NPSHR. Oleh karena itu, jika kecepatan dari pompa centrifugal dikurangi, maka NPSHR pompa menurun. Meskipun demikian, laju aliran pompa paling sering diperhatikan sebagai kebutuhan dari sistem.

NPSH yang dibutuhkan untuk mencegah kavitasi ditentukan melalui pengujian oleh produsen pompa dan bergantung pada factor-faktor diantaranya tipe inlet (saluran masuk ) impeller, desain impeller, laju aliran pompa, kecepatan rotasi impeller, dan tipe cairan yang dipompa. Produsen pompa secara khusus menyediakan kurva NPSHR sebagai fungsi laju aliran pompa untuk cairan tertentu (biasanya air) dalam buku manual pompa.

Kurva Karakteristik Pompa Centrifugal

Untuk pompa centrifugal yang beroperasi pada kecepatan konstan, laju aliran yang melalui pompa adalah bergantung pada perbedaan tekanan atau head  pada pompa. Semakin rendah head pompa, semakin tinggi laju aliran. Buku manual untuk pompa spesifik biasanya mengandung kurva laju aliran pompa versus head pompa yang disebut kurva karakteristik pompa. Setelah pompa diinstalasi pada sistem, pompa biasany diuji untuk menjamin bahwa laju aliran dan head pompa berada dalam spesifikasi yang dibutuhkan. Tipikal Kurva karakteristik pompa centrifugal ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

 NPSH

 Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan kurva karakteristik pompa yang harus didefinisikan. Shutoff head adalah head maksimum yang dapat dikembangkan oleh pompa centrifugal yang beroperasi pada kecepatan tertentu. Pump runout adalah aliran maksimum yang dapat dikembangkan oleh pompa centrifugal tanpa merusak pompa. Pompa centrifugal harus didesain dan dioperasikan serta dilindungi dari kondisi pump runout atau operasi pada shutoff head.

 Ref : FUNDAMENTALS HANDBOOK MECHANICAL SCIENCE Volume 1 of 2

U.S. Department of Energy FSC-6910

 [Taufiqur Rokhman – Jurusan Teknik Mesin Unisma Bekasi, 16.35-16022015]

Cara Mengubah Gambar Hasil Scan Menjadi Teks


Ada beberapa cara mengubah gambar hasil scan menjadi teks. Ada yang menggunakan aplikasi gratis yang dapat diunduh di internet atau ada juga yang menggunakan situs online seperti http://www.free-ocr.com. Namun saya sendiri lebih sering dan lebih suka menggunakan aplikasi MS. Onenote yang sudah terintegrasi di Ms. Office. Alasannya, disamping nggak perlu online dan ngga perlu download –karena sudah terintegrasi di Ms. Office -, juga hasil yang didapatkan lebih bagus daripada dua cara yang saya sebutkan sebelumnya.

 Aplikasi Microsoft Office OneNote ini biasanya sudah kita miliki ketika kita sudah menginstal office di komputer yang kita miliki. Silahkan Anda cari di komputer Anda di daftar aplikasi microsoft office yang Anda miliki. Aplikasi Microsoft Office OneNote ini support dan bekerja sangat baik ketika digunakan untuk mengubah file gambar maupun hasil scan.

 Beberapa tips agar hasil konversinya bagus diantaranya:

  • Usahakan posisi gambar tidak miring.
  • Upayakan kejelasan teks dalam gambar dan kebersihannya

 Berikut ini adalah tutorial Cara Mengambil Hasil Scan/Gambar Menjadi File Text di Word  :

Alat-alat yang dibutuhkan :
[1] Aplikasi Microsoft Office 2007
[2] Scanner

LANGKAH-LANGKAHNYA: 

[1] Pertama-tama buka terlebih dahulu “Microsoft Office OneNote 2007” Continue reading

Jangan Remehkan Muraja’ah (Mengulang Pelajaran)


Wahai penuntut ilmu, ketahuilah bahwa ilmu yang kita tuntut itu akan hilang dan terlupakan bila tidak di-muraja’ah (mengulang pelajaran). Muraja’ah adalah perkara yang sangat penting, yang sangat di tekankan baik oleh para ulama terdahulu maupun belakangan, dan ilmu itu akan senantiasa kokoh bila selalu diulang dan dimuroja’ah. Karenanya, wahai penuntut ilmu, jangan pernah bosan muroja’ah!!!

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
“Hendaknya kalian saling mengulang-ulang hadist, jika tidak kalian lakukan maka ilmu itu akan pergi.” (Sunan ad-Darimi, 1/5, oleh ad-Darimi)

Alqamah rahimahullah mengatakan:
“ Hidupnya ilmu adalah dengan muroja’ah, dan penyakitnya adalah lupa.” (al-Muhaditsul Fasil, hlm. 546, oleh ar-Ramharmazi)

Sebagian salaf mengatakan:
“Hati ibarat tanah, dan ilmu adalah tanaman, sedangkan muroja’ah bagaikan air bagi tanaman, bila tanah kering dari air, maka pasti tanaman pun akan layu.” (al-Jami’ li Akhlaqir Rawi wa Adabis Sami’, 2/278 oleh al-Khatib al-Baghdadi)

Al-Imam az-Zuhri rahimahullah mengatakan:
“Hanyalah yang menyebabkan hilangnya ilmu adalah lupa dan tidak di-muroja’ah.” (al-Bidayah wan-Nihayah, 9/345, oleh Ibnu Katsir)

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan:
“Sungguh Kami memiliki kitab-kitab yang selalu kami menjaganya.” (Fil Ilmi, hlm. 66, oleh Abu Khaitsamah)

Al-Khalil Ibn Ahmad rahimahullah mengatakan:
“Ulangilah pelajaranmu, maka engkau akan ingat kembali ilmu tersebut, dan akan menemukan faedah (ilmu) yang baru.” (al-Bidayah wan-Nihayah, 9/261, oleh Ibnu Katsir)

Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan:

“Betapa banyak seorang yang telah meremehkan dari memuroja’ah ilmu yang telah ia hafal, hingga ia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengembalikan lagi ilmu yang telah terlupakan.” (Shaidul Khatir, hlm. 137, oleh Ibnul Jauzi)

Sumber: Majalah AL FURQON edisi 155 tahun ke-14

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

Perpindahan Panas dan Pembentukan Uap Air Pada Boiler


Titik didih suatu cairan atau dikenal juga dengan temperatur saturasi adalah temperatur dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan lingkungan sekitar cairan tersebut. Pada titik ini cairan akan berubah fase menjadi uap. Temperatur saturasi dari air pada tekanan atmosfer adalah 100oC. Pada titik inilah air akan berubah fase menjadi uap dengan membentuk gelembung-gelembung uap air.

Temperatur saturasi menjadi sebuah fungsi yang unik dari tekanan. Semakin tinggi tekanan di sekitar air maka akan semakin tinggi pula titik didihnya, dan apabila semakin rendah tekanan di sekitar air tersebut maka semakin rendah pula titik didih air tersebut. Hal tersebut disebabkan karena tekanan air akan mempengaruhi karakteristik –seperti entalpi (kandungan kalor) air, panas laten, dan entalpi uap– dari uap air yang terbentuk pada tekanan tersebut.

Pada kondisi tekanan kritis 3200 psi (22,1 MPa) misalnya, panas laten yang dibutuhkan untuk membentuk uap air menjadi nol, dan pada kondisi ini tidak akan timbul gelembung-gelembung uap pada saat proses evaporasi. Sehingga proses transisi perubahan fase air menjadi uap air pada kondisi tersebut akan terjadi secara lebih smooth. Atas dasar fenomena inilah dikenal sebuah teknologi boiler bernama critical boiler. Boiler ini bekerja dengan mensirkulasikan air-uap air pada pipa-pipa boiler dengan tekanan kritis 22,1 MPa (221 bar).

20121215-044740 PM.jpg

Kurva Didih (Boiling Curve)

Pada kesempatan kali ini saya ingin memperkenalkan kepada Anda sebuah kurva bernama boiling curve (kurva didih). Kurva ini akan menjelaskan kepada kita bagaimana karakteristik terjadinya proses pendidihan air. Penelitian dilakukan dengan jalan mencelupkan sebuah logam (metal) panas yang dijaga temperaturnya, ke dalam sejumlah air di suatu wadah. Kecepatan (rate) perpindahan panas tiap satuan luas atau disebut dengan heat flux (fluks kalor) mengisi sumbu Y kurva. Sedangkan sumbu X diisi oleh diferensial temperatur antara permukaan metal dengan air disekitarnya.

Dari titik A ke B, perpindahan panas secara konveksi akan mendinginkan metal sehingga proses pendidihan akan tertahan. Pada saat sedikit melewati titik B, dikenal sebagai proses awal proses pendidihan, dimana temperatur air secara cepat akan menyesuaikan dengan temperatur permukaan metal dan semakin mendekati temperatur saturasinya. Gelembung-gelembung uap air mulai terbentuk di permukaan metal. Secara periodik gelembung-gelembung tersebut akan kolaps (mengecil) karena berinteraksi dengan air lainnya. Fenomena ini disebut dengan subcooled boiling, dan ditandai dengan titik B dan S pada kurva. Pada proses ini, kecepatan perpindahan panas cukup tinggi, namun masih belum terbentuk sejumlah uap air. Dari titik S ke C, temperatur air sudah mencapai temperatur saturasi dengan lebih merata. Gelembung uap tidak lagi mengalami kolaps dan mengecil, ia akan semakin besar dan terbentuk semakin banyak gelembung uap. Kurva area ini biasa diberi sebutannucleate boilling region, yang memiliki kecepatan perpindahan panas cepat, serta temperatur permukaan metal lebih besar sedikit dari temperatur saturasi air.

Mendekati titik C, permukaan evaporasi akan semakin luas. Pada saat ini proses pembentukan uap terjadi sangat cepat sehingga menyebabkan uap yang terbentuk seakan-akan menghalangi air untuk mendekati permukaan metal. Permukaan metal menjadi terisolasi oleh semacam lapisan film yang tersusun oleh uap air, sehingga mengakibatkan penurunan kecepatan perpindahan panas. Proses ini (C-D) dikenal dengan sebutan critical heat flux (CHF), dimana proses perpindahan panas dari metal ke air menjadi lambat karena adanya lapisan film yang terbentuk.

Lebih lanjut, seperti digambarkan dengan titik D ke E, disebut dengan proses unstable film boilling. Dimana pada saat ini temperatur permukaan kontak metal-fluida tidak mengalami kenaikan. Konsekuensinya adalah terjadinya penurunan performa perpindahan panas per luas area serta penurunan proses transfer energi. Dari titik E melewati D’ ke F, lapisan insulasi uap air pada permukaan metal menjadi sangat efektif. Sehingga perpindahan panas dari permukaan metal melewati lapisan film ini terjadi dengan cara radiasi, konduksi, serta mikro-konveksi ke permukaan air yang berbatasan dengan lapisan film. Pada fase ini proses evaporasi berlanjut dengan ditandai terbentuknya gelembung-gelembung uap air. Fase ini dikenal dengan sebutan stable film boiling.

20121216-104318 PM.jpg

Pembentukan Uap Air Pada Pipa Boiler

Proses pembentukan uap air pada boiler pipa air secara teoritis mengacu juga pada boiling curve. Secara lebih detail, proses pembentukan uap air tersebut dapat Anda lihat prosesnya pada gambar di atas. Yang membedakan dengan proses pembentukan uap air biasa adalah, proses pembentukan uap air pada boiler pipa air terjadi pada aliran air dengan kecepatan debit aliran tertentu. Proses ini dikenal dengan istilah forced convection boiling, yang prosesnya lebih kompleks dengan melibatkan aliran fluida dua fase, gaya gravitasi, fenomena material, serta mekanisme perpindahan panas.

Gambar kedua di atas adalah sebuah proses pendidihan air pada pipa berpenampang lingkaran yang panjang serta dipanasi secara merata. Pada saat mendekati titik (1), air masuk ke pipa dan secara konveksi menjadi media pendingin pipa. Tepat pada titik (1) mulai terbentuk gelembung-gelembung uap air, menjadi tanda bahwa proses awal pendidihan dimulai. Pada titik (2) temperatur air semakin tinggi dan mencapai temperatur saturasinya dan mencapai fase nucleate boiling region. Pada fase ini campuran air dengan uap air membentuk sebuah aliran yang bergelembung, dan membentuk lingkaran seperti gelang (annular flow). Fenomena ini sebagai hasil interaksi yang kompleks antara gaya tegangan permukaan, fenomena dua permukaan, penurunan drastis tekanan, massa jenis air-uap air, serta efek momentum dari proses pendidihan pada permukaan pipa.

Proses perpindahan panas terus berlangsung sehingga pada titik (3) annular flow membesar dan terbentuk lapisan film air pada dinding pipa. Perpindahan panas selanjutnya terjadi secara konduksi dan konveksi dengan melewati lapisan film tersebut, sehingga proses evaporasi terjadi pada pertemuan lapisan air dengan uap air. Mekanisme perpindahan panas ini disebut pendidihan konveksi, yang juga menghasilkan kecepatan perpindahan panas yang tinggi.

Pada titik (4) proses perpindahan panas mencapai CHF (Critical Heat Flux), dimana lapisan film air pada dinding pipa digantikan dengan lapisan film berupa uap air. Pada fase ini ada beberapa resiko fenomena yang mungkin terjadi, yaitu:

  1. Kenaikan temperatur metal pipa yang terlalu tinggi sehingga dapat merusak pipa tersebut.
  2. Kerugian perpindahan panas. Dan,
  3. Perubahan fluktuasi temperatur yang sangat mungkin dapat menyebabkan kerusakan termal (thermal fatigue failures).

Dari titik (4) ke (5) disebut perpindahan panas post-CHF, yang terjadi dengan sangat kompleks. Setelah titik (5), semua air telah terevaporasi dan berubah fase menjadi uap air.

20121217-093308 AM.jpg

Single-lead Ribbed Tube

20121217-093439 AM.jpg

Multi-lead Ribbed Tube

Beberapa kerugian yang mungkin terjadi pada saat fase perpindahan panas CHF di atas, menghasilkan inovasi dengan dikembangkannya pipa boiler berulir. Ada dua jenis pipa ulir boiler, yakni tipe single-lead ribbed tube dan multi-lead ribbed tube. Pipa ulir ini memperbaiki performa CHF, dengan efek samping penurunan tekanan yang masih dapat ditoleransi namun dapat menghilangkan efek samping lain yang lebih berbahaya. Ulir pipa mengakibatkan aliran berputar yang menghasilkan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal dari fluida terhadap dinding pipa akan menghalangi terbentuknya lapisan film sampai terbentuk uap air yang berkualitas dengan heat flux yang tinggi.

Ref: http://artikel-teknologi.com/

Inilah Keajaiban Burung Gagak


Kenapa Allah memilih burung Gagak sebagai GURU pertama umat manusia dan tidak memilih makhluk-Nya yang lain?

Sebagai mana kita ketahui, bahwa peristiwa pembunuhan manusia pertama kali adalah antara dua anak Adam as, Qabil dan Habil Ketika Qabil membunuh Habil, karena tipu muslihat Iblis la’natullah yang menyusupkan rasa iri, dengki dan hasud kepada Adam dan seluruh keturunannya.

Kemudian Allah swt. mengirimkan burung Gagak untuk mengajarkan anak cucu Adam bagaimana menguburkan mayit sesama mereka.

Mengapa demikian?

Karena burung Gagak adalah burung paling pintar dan cerdik di dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Dan Allah swt. telah memberikan insting tentang keahliannya ini.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung gagak memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan otak burung-burung yang lainnya. Dan burung gagak senantiasa hidup bersama kelompoknya sebagaimana manusia yang senantiasa bersosial dengan masyarakat.

Mereka memiliki pemimpin atau hakim yang akan menghukum yang melakukan kesalahan di antara mereka, inilah fitrah yang senantiasa diberikan Allah kepada burung Gagak.

Setiap kesalahan di antara burung Gagak memiliki hukuman masing-masing, berikut adalah contoh-contohnya:

1. Ketika salah satu di antara mereka mengambil jatah makanan untuk anak-anak Gagak, maka hukumannya adalah sekelompok Gagak akan mematukinya sampai bulu-bulu si Gagak habis sehingga Gagak tersebut gundul dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi seperti anak-anak Gagak sebelum dewasa.

2. Ketika seekor Gagak menyakiti perempuan Gagak yang lain, maka sekelompok Gagak akan menyerangnya dengan paruh-paruhnya hingga mati.

Adapun eksekusi hukuman dilakukan di tanah perkebunan atau di daerah yang luas, sehingga proses pengadilan disaksikan oleh kelompok mereka, dan Gagak terdakwa dibawa dengan penjagaan ketat oleh sekelompok Gagak lainnya yang mengelilinginya. Kemudian Gagak tersebut ditundukan kepalanya, diturunkan sayapnya dan ditahan untuk berkoak sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya.

Ketika Gagak terdakwa dijatuhi hukuman mati, maka Gagak-gagak lainnya akan menyerangnya dengan paruh-paruh mereka hingga mati.

Dan setelah Gagak itu mati, maka salah satu di antara mereka akan membawanya dan menggali lubang untuk menguburkannya dengan tanah sebagai penghormatan atas mayat.

Hingga saat ini, para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang seluk-beluk hewan mengatakan bahwa hanya Gagaklah yang mengubur mayat kawannya ketika mati.

Demikianlah bagaimana burung Gagak menegakan keadilah dari fitrah Ilahiyah, lebih baik dari pada keadilan yang dimiliki oleh umat manusia.

Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?

Sumber: fp Mengenal Konspirasi Yahudi dan Memperdalam Islam

Pengenalan Kopling


Kopling (Clutch) adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan dua poros pada kedua ujungnya dengan tujuan untuk mentransmisikan daya mekanis. Kopling biasanya tidak mengizinkan pemisahan antara dua poros ketika beroperasi. Namun saat ini ada kopling yang memiliki torsi yang dibatasi sehingga dapat slip atau terputus ketika batas torsi dilewati.

Kopling dua buah poros yang berputar

Kopling digunakan setiap kali mentransmisikan daya atau gerak yang harus dikendalikan dalam jumlah dan ukuran (misalnya, obeng listrik membatasi seberapa banyak torsi yang ditransmisikan melalui penggunaan kopling, kopling mengontrol mobil mengirimkan tenaga mesin ke roda).

Dalam aplikasi sederhana, kopling menghubungkan dan memutuskan dua poros yang berputar (poros yang digerakkan dan poros yang menggerakkan). Dalam perangkat ini, satu poros biasanya melekat pada motor atau unit tenaga lainnya (unit penggerak) sedangkan poros lain (unit yang digerakkan) memberikan output daya untuk bekerja. Sementara biasanya gerakan yang terlibat adalah rotary namun linier juga mungkin.

Sehubungan dengan drill (bor) dengan torsi yang dikendalikan, misalnya, salah satu poros digerakkan oleh motor dan yang lain mendorong chuck bor. Kopling menghubungkan dua poros sehingga mereka dapat dikunci bersama-sama dan berputar pada kecepatan yang sama, atau (dapat juga) terkunci bersama-sama tetapi berputar pada kecepatan yang berbeda (tergelincir), atau tak dikunci alias dibuka dan berputar pada kecepatan yang berbeda (terlepas).

Tujuan utama dari kopling adalah menyatukan dua bagian yang dapat berputar. Dengan pemilihan, pemasangan, dan perawatan yang teliti, performa kopling bisa maksimal, kehilangan daya bisa minimum, dan biaya perawatan bisa diperkecil.

Kopling digunakan dalam permesinan untuk berbagai Manfaat:

  1. Untuk menghubungkan dua unit poros yang dibuat secara terpisah, seperti poros motor dengan roda atau poros generator dengan mesin. Kopling mampu memisahkan dan menyambung dua poros untuk kebutuhan perbaikan dan penggantian komponen.
  2. Untuk mendapatkan fleksibilitas mekanis, terutama pada dua poros yang tidak berada pada satu aksis.
  3. Untuk mengurangi beban kejut ( shock load ) dari satu poros ke poros yang lain.
  4. Untuk menghindari beban kerja berlebih.
  5. Untuk mengurangi karakteristik getaran dari dua poros yang berputar.

Continue reading