Sifat -sifat Logam


SIFAT LOGAM

Sifat penting material teknik menentukan penggunaan material yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas respon material terhadap stimulan atau beban yang diberikan. Berbagai sifat material teknik diantaranya:

  1. Sifat fisik
  2. Sifat kimia
  3. Sifat termal
  4. Sifat listrik
  5. Sifat magnet
  6. Sifat optic
  7. Sifat mekanik

PENGKAJIAN:

SIFAT FISIK

Sifat fisik yang penting dari logam diantaranya adalah densitas, warna, ukuran, dan bentuk (dimensi), specific gravity, porositas, kilau dll.

Densitas

Massa per unit volume disebut sebagai densitas. Dalam sistem metric satuannya adalah kg/mm3. Karena densitas sangat rendah, alumunium dan magnesium cocok digunakan dalam aplikasi transportasi dan penerbangan.

Warna

Warna berhubungan dengan kualitas cahaya yang dipantulkan dari permukaan logam.

Ukuran dan bentuk

Dimensi beberapa logam menunjukkan ukuran dan bentuk material. Panjang, lebar, tinggi, kedalaman, diameter kurva dll. Bentuk secara khusus diantaranya adalah persegi panjang, persegi, lingkaran atau beberapa bentuk yang lain.

Specific Gravity

Specific gravity dari beberapa logam adalah rasio massa dari volume logam yang diberikan terhadap massa dari volume air yang sama pada temperatur yang ditentukan.

Porositas (Berongga-rongga)

Material disebut sebagai berongga atau permeable jika material memiliki rongga didalamnya.

SIFAT KIMIA.

Studi sifat kimia material adalah penting karena banyak dari material teknik ketika mereka berkontak dengan zat-zat lainnya yang dengannya mereka dapat bereaksi, mengalami kerusakan kimia pada permukaan logam. Beberapa sifat kimia pada logam adalah ketahanan terhadap korosi, komposisi kimia dan keasamaan dan alkalinitas. Korosi adalah kerusakan gradual dari material karena reaksi kimia dengan lingkungannya.

SIFAT TERMAL

Studi sifat termal adalah penting untuk mengetahui respon logam terhadap perubahan termal yaitu penurunan dan penaikan temperatur. Sifat termal yang berbeda adalah konduktifitas termal, ekpansi termal, panas spesifik, titik lebur, difusifitas termal. Beberapa sifat penting dijelaskan sebagai berikut:

Titik lebur

Titik lebur adalah temperatur dimana logam murni atau senyawa berubah bentuknya dari padat ke cair. Hal itu disebut sebagai temperatur dimana cairan dan padat dalam kondisi setimbang. Titik lebur dapat juga dikatakan sebagai transisi titik antara padat dan fase cair. Temperatur lebur bergantung pada ikatan alami antar atom dan antar molekul. Karenanya, titik lebur yang lebih tinggi ditunjukkan oleh material yang memiliki ikatan terkuat. Kovalen, ionic, metalik dan molecular adalah tipe-tipe ikatan material oadat yang memiliki penurunan kekuatan ikatan dan titik lebur. Titik lebur dari baja ringan adalah 1500 oC. Tembaga adalah 1080 oC. Dan Alumunium adalah 650 oC.

SIFAT LISTRIK

Berbagai sifat listrik dari material adalah konduktivitas, koefisien temperatur dari tahanan, kekuatan dielektrik, resistivitas dan termoelektrik. Sifat ini diuraikan dibawah ini:

Konduktivitas

Konduktivitas didefinisikan sebagai kemampuan material untuk menghantarkan arus listrik melaluinya dengan mudah yaitu material yang konduktif akan memudahkan aliran listrik melaluinya.

Koefisien temperatur tahanan

Pada umumnya diistilahkan untuk menentukan variasi resistivitas dengan temperatur.

Kekuatas dielektrik

Ini diartikan kapasitas dari material pada tegangan tinggi. Sebuah material memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi dapat menahan selama waktu yang lebih lama terhadap tegangan tinggi melaluinya sebelum mengkonduksi arus yang melaluinya.

Resistivitas (resistivity)

Ini adalah sifat material yang mana material menolak aliran listrik yang hendak melaluinya.

Thermoelectricity

Jika dua logam yang tak sama digabungkan dan kemudian gabungan ini dipanasi, maka tegangan yang kecil (dalam mili volt) dihasilkan dan ini dikenal sebagai efek termoelektrik. Hal ini merupakan dasar dari thermocouple. Thermocouple disiapkan menggunakan sifat material.

SIFAT MAGNET

Sifat magnet material muncul dari berputarnya electron dan gerak orbital dari electron di sekitar inti atom. Pada atom-atom tertentu, perputaran yang berkebalikan menetralisir (meniadakan) satu dengan yang lain, tetapi ketika ada kelebihan electron yang berputar pada satu arah, maka medan magnet akan dihasilkan. Banyak material kecuali material ferromagnetic dapat membentuk magnet permanen, menunjukkan bahwa pengaruh magnet hanya ada ketika ditujukan ke medan elekto-magnet luar. Sifat magnet dari material menentukan banyak aspek struktur dan perilaku dari material. Berbagai sifat magnetic dari material diantaranya adalah hysteresis magnetic, gaya koersif dan permeability absolute.

SIFAT OPTIK

Sifat optic utama dari material teknik adalah indeks bias, absorptivity, koefisien penyerapan, pantulan, dan transmissivity. Indeks bias adalah sifat optic penting dari logam yang didefinisikan sebagai rasio kecepatan cahaya dalam ruangan hampa udara (vacuum) terhadap kecepatan material. Indeks bias dapat juga diistilahkan sebagai rasio sin sudut datang terhadap sin sudut pantul.

SIFAT MEKANIK

Dibawah aksi berbagai jenis gaya, perilaku dari material dikaji ukuran kekuatan dan karakteristik material. Sifat mekanik material adalah kebutuhan industri yang besar akan desain tool, mesin, dan struktur. Sifat ini adalah struktur yang sensitive yang mereka bergantung diatasnya struktur Kristal dan gaya ikatan-ikatannya, dan khususnya pada  perilaku ketaksempurnaan yang ada di dalam kristalnya atau lapisan butir. Sifat mekanik logam adalah berhubungan dengan kemampuan material untuk menahan gaya mekanik dan beban. Sifat mekanik utama dari material adalah kekuatan, kekakuan, elastisitas, plastisitas, keuletan, malleability, kekasaran, kegetasan, kekerasan, mampu bentuk, mampu cor, dan mampu las.

Elastisitas

Elastisitas didefinisikan sebagai sifat material untuk mengembalikan bentuk aslinya setelah mengalami deformasi tatkala gaya luar dihilangkan. Atau dapat diartikan juga sebagai kekuatan material untuk kembali ke posisi aslinya setelah dideformasi tatkala tegangan atau beban dihilangkan. Elastisitas disebut juga sebagai sifat tarik (tensile) dari material.

Batas Proporsional

Batas proporsional didefinisikan sebagai tegangan maksimum bawah yang mana material akan memelihara laju seragam dari regangan ke tegangan secara sempurna. Meskipun nilainya sulit untuk diukur, batas proporsional dapat digunakan sebagai aplikasi penting untuk membangun instrument presisi, pegas dan yang lainnya.

Batas elastis

Banyak logam dapat diletakkan dibawah tegangan secara lurus diatas batas proporsional tanpa menjadi bentuk yang permanen. Tegangan terbesar dimana material dapat bertahan tanpa menjadi bentuk yang  permanen disebut batas elastis. Diluar (diatas) batas ini, logam tidak mampu mengembalikan bentuk aslinya dan akan berbentuk permanen

Titik luluh (yield point)

Pada tegangan tertentu, logam ulet secara khusus menawarkan ketahanan terhadap gaya tarik. Ini berarti, logam dan bentuk permanen yang besar secara relative terjadi tanpa terlihat meningkat dalam beban. Titik ini disebut titik luluh. Logam tertentu seperti baja ringan menunjukkan titik luluh yang ditentukan.

Kekuatan

Kekuatan didefiniskan sebagai kemampuan material untuk menahan gaya aplikasi dari luar dengan memecahkan atau meluluhkan. Ketahan internal yang ditawarkan oleh sebuah material untuk gaya aplikasi dari luar disebut tegangan. Kapasitas beban bantalan oleh logam dan untuk menahan kerusakan dibawah aksi beban luar dikenal sebagai kekuatan. Material yang lebih kuat lebih besar daya tahannya terhadap beban. Sifat material ini menentukan kemampuan untuk menahan tegangan tanpa kegagalan. Kekuatan bervariasi menurut tipe pembebanan. Tegangan maksimum pada bebarapa material yang dapat menahan sebelum terjadinya kerusakan disebut kekuatan puncak (ultimate strength).

Kekakuan

Kekakuan didefinisikan sebagai kemampuan material untuk menahan deformasi dibawah tegangan. Ketahanan material terhadap deformasi elastic atau defleksi disebut kekakuan atau rigidity. Material menderita sedikit atau sangat kurang deformasi dibawah beban yang memiliki derajad kekakuan yang tinggi. Sebaliknya batang balok baja dan alumunium keduanya dapat menjadi cukup kuat untuk membawa beban yang dibutuhkan tetapi balok alumunium akan terdefleksi lebih lanjut. Ini berarti bahwa balok baja lebih kaku atau lebih rigid daripada balok alumunium.

Plastisitas

Plastisitas didefiniskan sebagai sifat mekanik dari material yang mempertahankan deformasi yang dihasilkan dibawah beban permanen. Sifat dari material ini dibutuhkan dalam forging, stamping dan dalam kerja ornamental. Plastisitas adalah kemampuan atau kecendurungan material untuk mengatasi beberapa derajad deformasi permanen tanpa retak atau gegal. Deformasi plastic terjadi hanya setelah range daerah plastic dari material melebihi. Sifat material seperti itu penting dalam pembentukan (forming), shaping, extruding, dan banyak proses pengerjaan panas atau dingin yang lain. Material seperti lempung, timah adalah plastic pada temperatur ruangan dan baja adalah plastic pada temperatur forging. Sifat ini pada umumnya meningkat dengan meningkatnya temperatur material.

Keuletan (ductility)

Keuletan  didefinisikan sebagai sifat material yang mampu menahan aplikasi beban tarik. Material ulet harus menjadi kuat dan plastic. Keuletan biasanya diukur dengan istilah persentase perpanjangan dan persentase pengurangan pada area (luas) yang sering digunakan sebagai ukuran empiris keuletan. Material yang memiliki lebih dari 5% perpanjangan disebut sebagai material ulet. Material ulet yang biasanya digunakan dalam aplikasi engineering untuk dihilangkan keuletannya (dengan perlakuan panas semacam hardening, quenching)  adalah baja ringan, tembaga, alumunium, nikel, seng, dan timah.

Bersambung….

Semoga ada manfaatnya…

Evaluasi Belajar


Sebagai pendidik entah itu guru atau dosen dituntut untuk selalu mengembangkan dua hal dalam proses pembelajaranya, pertama adalah metode pembelajaran dan kedua adalah sistem evaluasi pembelajaran. Pengembangan metode pembelajaran sudah pernah saya bahas dalam salah satu artikel di blog ini. Adapun tulisan ini akan saya fokuskan pada pengembangan sistem evaluasi pembelajaran.

Pengembangan sistem evaluasi pembelajaran tidak kalah penting dibandingkan pengembangan metode pembelajaran. Pengembangan sistem evaluasi pembelajaran meliputi dua hal yakni sistem ujian dan penilaian. Dan evaluasi sistem ujian meliputi dua hal yaitu:

[1] Standar soal ujian

[2] Pelaksanaan di lapangan

Setiap level dalam pendidikan sudah barang tentu punya standar soal masing-masing. Standar soal SMP tidak hp-nokia6275-internet-opera42sama dengan standar soal SMA. Demikian pula, standar soal ujian SMA tidak sama dengan standar soal perguruan tinggi. Standar soal perguruan tinggi sarat dengan muatan analisis. Itulah sebabnya, antara lulusan SMA dan lulusan perguruan tinggi berbeda dalam cara pandang dan penyikapan terhadap problematika yang dihadapi. Demikian pula, tamatan SMA/SMK yang rata-rata menjadi operator tidak sama dengan tamatan perguruan tinggi yang menjadi supervisor.

Oleh karenanya, standar soal yang selama ini diberikan kepada mahasiswa di kampus yang mirip dengan standar soal SMA, alangkah baiknya dievaluasi. Bentuk soal berupa pendefinisian dan penyebutan kurang layak diberikan kepada mahasiswa. Kalaupun ingin tetap diberikan, silahkan berikan porsi yang tidak banyak. Umpamanya diberikan lima soal esai, maka 3-4 soal berupa soal bermuatan analisis yang ditandai dengan kata tanya mengapa dan bagaimana. Dan sisanya 1-2 soal berupa pendefinisian atau penyebutan yang ditandai dengan kata tanya apa dan sebutkan. Dengan demikian mereka akan lebih terlatih untuk menyelesaikan berbagai macam problematika yang dihadapi. Bukankah lulusan perguruan tinggi dituntut untuk menjadi problem solver?

Adapun evaluasi pelaksanaan di lapangan ada keterkaitan dengan evaluasi standar soal ujian. Oleh karena itulah, setiap pengajar hendaknya mengevaluasi pelaksanaan ujian yang dijalankan saat ini, apakah sudah berjalan susuai koridor atau belum. Ketahuilah bahwasanya kini kita berada di era yang demikian pesat perkembangan teknologi dan informasinya. Tak ayal penyalahgunaan perangkat teknologi informasi seperti gadget atau hp untuk hal-hal negative tak bisa kita hindari dampaknya bagi kita. Tidak lepas dari itu adalah kecurangan ujian yang dilakukan oleh siswa atau mahasiswa dalam memanfaatkan gadget tersebut.

Selama siswa atau mahasiswa dibiarkan membawa hp atau gadget ke ruangan ujian, maka selama itu pula potensi kecurangan terbuka lebar. Hp sekarang bukan seperti hp dulu yang fungsinya terbatas hanya untuk telepon dan kirim pesan. Kini sudah bertransformasi nama menjadi smartphone atau telephone cerdas. Dinamakan smartphone karena fungsinya bukan hanya untuk menelepon dan kirim pesan, akan tetapi lebih dari itu yakni nge-game, browsing, searching, chatting, mempotret alias mengambil gambar, merekam kejadian atau memvideokan sampai kirim-kirim image atau gambar gratis via aplikasi whatsapp, line, wechat dan yang lainnya.

Perlu diketahui oleh para pendidik dan pengajar bahwasanya betapa mudahnya kecurangan dan kerjasama peserta ujian ketika ujian diperkenankan membawa smartphone. Terlebih untuk ujian yang sifatnya adalah tutup buku (close book), maka biasanya guru atau dosen membuat soal yang tipenya adalah mendefiniskan dan menyebutkan. Maka sungguh menjadi tidak berarti bagi siswa atau mahasiswa yang akan diuji sekaligus diupgrade pengetahuannya. Sebab, cukup dengan browsing di internet atau melihat catatan yang sudah dipotret sebelumnya, maka mereka tinggal membaca dan menuliskannya di lembar jawaban. Belum lagi apabila mereka 1.-Kekhawatiran-Pengguna-WhatsApp-pasca-Facebook-Akuisisi-WhatApp-3contek mencontek dengan temannya, maka cukup dengan menggunakan fiture kamera dan aplikasi whatsapp pada smartphone-nya, dalam hitungan detik semua jawaban dari para peserta langsung dapat dioplos dan disebarkan antara satu peserta dengan yang lainnya. Kalau demikian halnya, apa yang akan dipelajari oleh mereka. Dan kalau tidak ada yang dipelajari apa yang akan membekas dalam memori mereka dan menambah pengetahuannya?

Maka kepada bapak/Ibu guru atau dosen, sudah sepantasnya ketika ujian hendak berlangsung untuk meninjau kelas. Namun sebelum itu, perlu bagi guru atau dosen untuk menyampaikan sifat dan tata tertib ujian. Pastikan kepada calon peserta ujian bahwa ketika ujian berlangsung mereka tidak punya peluang dan mendapat toleransi untuk berbuat curang. Sehingga mereka harus sungguh-sungguh menyiapkan diri dengan belajar untuk meraih hasil yang memuaskan. Dengan begitu, mereka akan sungguh-sungguh belajar dan dalam proses belajar itu mereka akan mendapatkan banyak wawasan.

Ketika hari-H nya, guru atau dosen meninjau ruangan ujian untuk memastikan tidak ada yang membawa contekan dan hp atau melakukan kerjasama diantara peserta ujian. Saya memiliki problem begini, mahasiswa saya rata-rata menggunakan piranti hitungnya dengan hp bukan kalkulator. Saya sendiri heran, sudah dari awal semester saya wasiatkan kepada mereka menabung untuk membeli kalkulator, namun tetap saja sampai semester akhir, hanya segelintir makhluk yang memilikinya. Sebab memang tak bisa dipungkiri, kalkulator (sainstific) menjadi salah satu ruh-nya mahasiswa eksakta seperti jurusan teknik mesin. Problemnya adalah ketika saya akan menerapkan aturan berupa larangan membawa hp, maka tentu saja mereka complain sebab hp mereka satu-satunya lah yang digunakan untuk menghitung. Sebab tanpa alat hitung, soal-soal matematika yang saya ujian, akan memakan waktu yang lebih lama bila menghitungnya secara manual. Itupun kalau bisa menghitungnya. Saya tidak kehilangan ide. Akhirnya saya buat soal yang memasukkan nomor pendaftaran mahasiswa (NPM) atau nomor induk mahasiswa (NIM). Alhasil, antara soal satu dengan soal yang lain, tidak ada yang kembar sebab mereka menggunakan NPM-nya masing-masing. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak belajar keras untuk mendapatkan nilai yang memuaskan. Sebab mereka tidak bergantung dengan rekan sebelahnya.

Sebagai pendidik tentunya kita ingin mencetak para peserta didik yang benar-benar memiliki kompetensi sebagaimana yang kita ajarkan. Melalui metode pembelajaran dan sistem evaluasi pembelajaran yang efektif insya Allah akan memaksimalkan ilmu yang sampai kepada mereka. Memang lebih banyak siswa atau mahasiswa yang memburu label ketimbang ilmu. Sehingga ketika akses mereka terhambat untuk mendapatkan label, tak sedikit yang tidak suka, mengeluh, dan bahkan protes. Namun kelak, akan tersadari juga olehnya bahwasanya minimnya ilmu mereka memunculkan pertanyaan bagi mereka, tidakkah dulu aku sungguh-sungguh menimba ilmu sebanyak-banyaknya.

 

Bukber Ramadhan 1435H


Bukber atau buka bersama seolah-olah sudah menjadi momentum yang tak tertinggalkan pada bulan ramadhan. Bisa jadi dalam satu bulan, saya mendapat undangan bukber lebih dari dua. Bisa bersama rekan sekantor, bersama keluarga besar, rekan kuliah atau bahkan rekan alumni SMA atau SMP. Dan tak jarang waktunya berbarengan. Bagaimana dengan sampeyan?

Sampai tulisan ini diposting ada empat undangan bukber yang mampir ke saya. Bukber teman kerja sekantor, bukber teman kerja pengurus buletin, bukber teman alumni S1 dan bukber rekan-rekan mahasiswa. Dari empat undangan bukber, hanya dua yang dapat saya follow up. Yakni, bukber teman kerja pengurus buletin dan bukber teman kerja sekantor. Adapun yang saya tidak dapat memenuhinya, saya mohon maaf dan dimaklumi karena kini sedang repot-repotnya mengurus si kecil disamping tempat bukber yang  relatif jauh dan jadwal yang ndak tepat.

Buka bersama teman pengurus buletin kali ini bertempat di warung makan bebek Slamet. You know this place?Tempat ini cukup populer dikalangan para penggemar kuliner. Disamping memang sudah dibuka cabangnya dimana-mana, cita rasanya juga maknyus. Menu disini juga menjadi menu favorit saya. Nah, kebetulan warung makan ini ndak jauh dari Unisma, kantor kerja saya. Mungkin hanya berjarak 1 km. Kebetulan juga malamnya saya harus mengawas UAS, sehingga saya bisa menahan diri untuk ndak pulang sebelum datangnya waktu maghrib. Tau sendiri kan, bagaimanapun buka bersama istri dan anak itu tetap menjadi  salah satu momentum terindah, meski mereka ndak puasa pada ramadhan kali ini.

Sayangnya bukber bareng pengurus buletin  ini ndak dihadiri oleh segenap pengurus. Cuman delapan dari 21 jumlah pengurus yang datang. Ya barangkali karena padatnya jadwal rekan-rekan yang lain.

2014-07-14 17.57.52

Bukber ini sekalian dipakai untuk evaluasi penerbitan buletin Al-Fatah terbaru yang terbit bulan Juni lalu. Penilaian dari semua teman-teman pengurus terhadap buletin terbaru hampir sama. Yaitu, dari segi perwajahan, buletin kali ini tampak lebih hidup lantaran halamannya lebih berwarna. Sebenarnya pun sebelumnya juga berwarna meski cuman hitam putih. Memangnya hitam dan putih bukan warna? mikir…

2014-07-14 17.54.29

Buletin ini dibagikan secara cuma-cuma kepada segenap karyawan dan dosen di unisma bekasi. Kami berharap suatu saat, apabila sudah memiliki penulis tetap dan tentu saja kredible keilmuannya serta pengurus yang solid, buletin ini dapat dicetak banyak, karena diminati dan dipesan oleh para pelanggan tetap dan baru di luar unisma.

Sehubungan dengan bukber, usahakan jangan sampai terlalu lama hingga melewati waktu isya dan tarawih yang akibatnya jamaah sholat isya dan tarawih terluput. Sungguh sangat disayangkan. Biasanya kalau bukber bersama teman (alumni) kuliah inilah yang kerapkali melewati waktu isya dan tarawih karena memang tidak bisa dipungkiri, bukber bareng teman (alumni) kuliah biasanya sekalian digunakan sebagai ajang reunian. Sudah barang tentu, banyak obrolan dan nostalgia yang tercipta. Akibatnya, tanpa disadari, waktu sudah lama berlalu. Jikalau memang begitu keadaannya, bisa juga kan ngadain bukber sekalian tarawih bareng. Mungkin ada yg berkilah, tarawih kan bisa dimana saja dan jam berapa saja selama masih dalam waktunya? Well, syukurlah kalau masih meluangkan waktu di rumah untuk shalat tarawih di rumah. Syukur-syukur dapat berjamaah bersama istri. Namun, senyatanya jauh panggang dari api. Meski memang tak semuanya demikian. Sebab, kondisi badan yang sudah lelah dan ngantuk menjadikannya berat untuk menjalaninya. Semoga kita termasuk orang-orang yang bersemangat untuk berburu kebaikan di bulan yang penuh rahmat, berkah dan maghfirah ini.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Info UAS


MATA KULIAH

MATERI

SIFAT

Kalkulus II INTEGRAL

  • Integral tak tentu
  • Persamaan Diferensial
  • Jumlah Sigma
  • Luas
  • Integral Tentu
Buka 1 lembar A4
Analisa Numerik
  • Eigen Problems
  • Interpolation
  • Curve Fitting
Buka 1 lembar A4
Komputer II
  • Ms. Excel for Engineering
  • Ms. Power Point
Buka Buku
Kinematika dan Dinamika
  • Gerak Lurus
  • Gerak rotasi
Buka Buku

UAS secara serentak diselenggarakan pada hari Senin, 14 Juli 2014. Adapun pelaksanaannya bisa dilihat pada jadwal UAS. Bagi yang belum lunas pembayaran semester genap 2013/2014, maka mahasiswa hanya bisa mengikuti ujian susulan yang diselenggarakan seminggu setelah pelaksanaan UAS yang dijadwalkan. (Taufiqur Rokhman, ST, MT)

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Aduuh, Sombongnyaa!!


Kerongkongan terasa kering keronta, perut terasa lapar, akibatnya badan terasa lemas, konsentrasi berkurang, dan produksi turun. Mood andapun berantakan; emosional, mudah tersinggung, dan empati kepada orang sekitarpun tak menentu.
Coba anda berdiri di depan kaca, amatilah raut wajah anda. Lesu, muram dan mungkin ketampanan atau kecantikan yang selama ini melekat di wajah anda terkikis atau bahkan telah sirna.

Mungkin demikianlah gambaran tentang diri anda pada setiap siang hari di bulan Ramadhan, terlebih-lebih bila pada pagi harinya anda tertidur sehingga tidak sempat menyantap makan sahur.

Apa gerangan yang menjadikan diri anda demikian adanya? Bukankah selama ini anda dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa,cerdas, cakap, sigap dan berpenampilan menawan?

Mengapa semua ini terjadi pada diri anda? Apa yang menjadikan diri anda berubah total sedemikian rupa, padahal anda tidak sedang menderita sakit, atau didera masalah berat, juga tidak sedang dililit hutang?

Selanjutnya, coba bandingkan diri anda setelah anda meneguk seteguk air dan menyantap sesuap nasi. Semuanya jadi berubah, anda kembali ceria, raut wajah anda kembali menawan, mood andapun kembali normal, ketangkasan dan kecerdasan andapun kembali seperti sedia kala.

Subhanallah! Ketampanan, kecerdasan, ketangkasan, kegagahan, yang selama ini anda sandang ternyata tergantung dengan sesuap nasi dan seteguk air.

Sedemikian besarkah peranan sesuap nasi dan seteguk air dalam hidup anda, sampai-sampai kehidupan anda menjadi berubah hanya karena telat makan dan minum?

Mungkinkah kepandaian anda, kegagahan, dan ketampanan anda selama ini sebenarnya terletak pada nasi sesuap dan air seteguk?

Bila demikian adanya, mengapa selama ini ada keangkuhan dan kesombongan dalam kehidupan anda? Mengapa kecongkakan senantiasa menghiasi lembaran sejarah hidup anda?

Bila demikian, mengapa anda seakan tidak butuh kepada kasih sayang dan pertolongan Allah, sehingga anda jarang mengangkat tangan untuk berdoa kepada-Nya?

Saudaraku! Simaklah petuah Luqman Al Hakim kepada putranya:

وَلاَ تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ الأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولاً

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” Al Isra’ 37

Apa yang dapat anda lakukan bila ternyata segala kehebatan anda tergantung kepada sesuap nasi dan seteguk air? Mungkinkah dengan kesombongan dan keangkuhan anda mampu menembus bumi dan mengalahkan ketinggian gunung
Saudaraku! Apalah artinya kesombongan dan keangkuhan, bila ternyata nilai kegagahan, kecakapan, dan kecerdasan anda hanya seberat sesuap nasi dan seteguk air, sehingga sekedar anda telat makan dan minum sejenak saja, semuanya mulai meredup.

Coba anda bayangkan, andai rasa lapar dan haus yang anda rasakan sekarang ini berkepanjangan sebagaimana yang dirasakan oleh banyak orang, akankah kegagahan, ketampanan dan ketangkasan masih melekat pada diri anda?
Subhanallah! Ternyata semua yang anda miliki tidak lagi berguna, di saat anda terhalang dari seteguk air dan sesuap nasi. Betapa hinanya kehidupan dunia yang anda perjuangkan selama ini.

Pada suatu hari Ibnu As Simaak manemui Harun Ar Rasyid. Tak berapa lama, Harun Ar Rasyid merasa haus, sehingga iapun segera memerintahkan agar diambilkan air minum. Tanpa pikir panjang seorang pelayan segera membawa bejana yang berisi air dingin. Sebelum Harun Ar Rasyid meminum air itu, ia berkata kepada Ibnu As Simaak: Berilah aku petuah! Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Ibnu As Simaakpun segera berkata kepadanya: Wahai Amirul Mukminin! Berapakah engkau akan menebus air minum itu bila engkau sedang kehausan dan ternyata aku kuasa menghalangimu darinya? Harunpun menjawab: Dengan separoh kerajaanku. Selanjutnya Ibnu As Simaak berkata: Silahkan engkau menikmati air minummu.

Seusai Harun Ar Rasyid minum air itu, Ibnu As Simaak kembali bertanya: Bayangkan, andai aku kuasa menghalang-halangi air minum yang telah engkau minum untuk keluar dari tubuhmu (menyumbat saluran air senimu), berapakah biaya yang akan engkau keluarkan agar air senimu dapat keluar? Harun Ar Rasyidpun kembali menjawab: Sebesar sisa kerajaanku.

Mendengar jawaban ini, Ibnu As Simakpun menimpalinya dengan berkata: “Suatu kerajaan yang separohnya dihargai dengan seteguk air, dan sisanya dihargai dengan air seni, tidaklah pantas untuk diperebutkan.” Mendengar petuah ini, spontan Harun Ar Rasyidpun menangis tersedu-sedu. (Tarikh At Thobary 6/538 & Al Bidayah wa An Nihayah 10234)

Demikianlah fakta diri anda, masihkah anda tergoda untuk bersikap angkuh, sombong dan merasa hebat?

Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya kesempurnaan diri anda terletak pada kerendahan hati anda, semakin anda rendah hati, maka semakin tinggi derajat anda disisi Allah dan di sisi masyarakat.

Akan tetapi semakin anda merasa angkuh dan merasa tinggi, maka semakin rendah kedudukan anda di sisi Allah dan juga di sisi masyarakat.

(مَنْ تَوَاضَعَ للهِ رَفَعَهُ اللهُ) رواه أحمد وغيره وحسنه الألباني

“Barang siapa merendah diri karena Allah, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya.” Riwayat Ahmad dan dinyatakan sebagai hadits hasan oleh Al Albani.
Dan sebagian ulama’ terdahulu berkata:

مَنْ تَوَاضَعَ للهِ رَفَعَهُ اللهُ ، فَهُوَ فِي نَفْسِهِ صَغِيرٌ ، وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ عَظِيمٌ ، وَمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللهُ، فَهُوَ فِي أَعْيُنِ النَّاسِ صَغِيرٌ ، وَفِي نَفْسِهِ كَبِيرٌ ، حَتىَّ لَهُوَ أَهْوَنَ عَلَيهِمْ مِنْ كَلْبٍ أَوْ خِنْزِيرٍ

“Barang siapa merendah diri karena Allah, niscaya Allah akan meninggikan derajatnya. Dengan demikian ia merasa dirinya kecil tidak berarti, akan tetapi masyarakat memandangnya sebagai orang yang mulia nan terhormat. Dan barang siapa yang berlaku sombong, niscaya Allah menghinakannya, sehingga masyarakat memandangnya sebagai orang hina, walaupun ia merasa sebagai orang besar, sampai-sampai di mata masyarakat ia lebih hina dibanding anjing atau babi.”

Demikianlah saudaraku! Ibadah puasa telah menyingkap siapa sebenarnya jati diri anda. Bersyukurlah kepada Allah Yang masih memberi kesempatan kepada anda untuk mengenal siapa sebenarnya diri anda. Dengan demikian anda tidak hanyut oleh kenikmatan Allah sehingga lupa daratan dan bersikap angkuh lagi sombong.

Apa yang saya paparkan di atas, bukan berarti larangan anda menikmati makanan yang lezat, mengenakan pakaian yang bagus dan menikmati kehidupan dunia lainnya. Nikmatilah karunia Allah, akan tetapi pada waktu yang sama, ketahuilah bahwa kekayaan dunia bukanlah standar kemuliaan seseorang.
(إِنَّ اللهَ قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَخْلاَقَكُمْ كَمَا قَسَمَ بَيْنَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ وَإِنَّ اللهَ لَيُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ أَحَبَّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ وَلاَ يُعْطِي الدِّينَ إِلاَّ مَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ) رواه الحاكم وغيره وصححه الألباني
“Sesungguhnya Allah telah membagi-bagi akhlaq /perangai kalian, sebagaimana Allah telah membagi-bagi rizqi kalian. Sesungguhnya Allah benar-benar memberikan kekayaan dunia kepada orang yang Ia cintai dan juga kepada orang yang tidak Ia cintai. Sedangkan Ia tidak pernah memberi kedudukan dalam agama (akhlaq mulia) kecuali kepada orang yang Ia cintai. Dengan demikian, orang yang telah dikaruniai kedudukan dalam agama (akhlaq mulia) berarti Allah telah mencintainya.” Riwayat Al Hakim dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albani
Jelaslah, bahwa apa yang selama ini didoktrinkan oleh sebagian orang tua: “harga diri seseorang dipandang dari penampilannya”, tidak pada tempatnya.

Sesungguhnya kemuliaan dan kehormatan seseorang dinilai dari kesucian jiwa dan keluhuran akhlaqnya.
(رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ) رواه مسلم
“Mungkin saja orang yang berpenampilan kusut, senantiasa diusir dari pintu rumah orang, akan tetapi bila bersumpah memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkannya.” Riwayat Muslim.

Bila anda berjiwa luhur dan berakhlaq mulia, maka dimata anda segala gemerlap dunia menjadi remeh.

Semoga ibadah puasa anda dapat meninggikan derajat jiwa anda dan merubah akhlaq anda menjadi semakin mulia. Wallahu a’alam bisshowab.

(Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri)

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

Putri Pertama


Senin dini hari, 2 Ramadhan 1435 H menjadi salah satu hari bersejarah dalam hidup saya. Betapa tidak, ananda yang ditunggu-tunggu 9 bulan lamanya mulai menyapa abi dan uminya. Iyaa, sejak hari itu, saya resmi dipanggil abi.  Setelah berjuang kurang lebih 1 jam, tepatnya jam 00.20 WIB, istri saya melahirkan buah hati pertama kami dengan normal.  Sesosok makhluk mungil berjenis kelamin perempuan berberat badan 3,6 kg dan berpanjang badan 48 cm hadir di keluarga kecil kami yang menambah kebahagiaan dan rasa syukur kami kepada Allah Jalla wa ‘Alaa. Alhamdulillahilladzii bini’matihii tatimmus shaalihaat.

Sebagaimana lazimnya, usai keluar dari alam rahim, oleh asisten bu bidan, si kecil dibersihkan sekujur badannya dari noda atau darah yg menempel saat persalinan. Setelah itu si kecil di pakai-in baju bayi. Setelah ditimbang, asisten bidan meminta kami (saya) untuk mengadzankan di telinga kanannya dan mengiqomahkan di telinga kirinya. Benar, itulah sunnah yang Rasulullah ajarkan kepada umatnya kepada bayi ketika baru dilahirkan. Betapa hati saya ketika itu berbunga-bunga dan berbahagia. Kontan setelah itu saya langsung sujud syukur kepada Allah.

Esoknya pukul 10.00 WIB, si kecil yang kami beri nama Yumna Zahidah Ramadhani sudah boleh di bawa pulang. Sejak saat itu rumah kami kian ramai oleh tangisan si kecil.  Peran baru dalam episode hidup saya sebagai abi dimulai. Ada tanggung jawab yang lebih besar dengan bertambahnya amanah yang Allah berikan kepada saya. Dan seiring bertambahnya tanggung jawab tersimpan kekuatan yg lebih besar. Kalau ini kata Ben, paman Spiderman. :-)

Banyak inspirasi serta hikmah yang dapat saya petik dari pengalaman baru ini bahwasanya memang sudah sepantasnya seorang anak membaktikan dirinya kepada ibunya sepanjang hidupnya mengingat besarnya pengorbanan dan perjuangan sang ibu kala melahirkan, membesarkan, dan mendidiknya. Bagaimana tidak, seorang ibu ketika melahirkan si buah hati dengan toh nyowo (mempertaruhkan nyawanya). Belum lagi tatkala membesarkan dan mendidiknya sudah barang tentu membutuhkan kesabaran yang ekstra. Waktu dan tenaga semuanya dicurahkan demi tumbuh kembang sang buah hati. Capek dan lelah seolah-olah sirna tertelan oleh kasih dan sayangnya yang demikian besar kepada buah hatinya. Itu sebabnya, tak heran apabila Rasulullah mengatakan bahwa syurga itu berada di telapak kaki ibu. Maka, birul walidain menjadi sebuah keniscayaan bagi siapapun juga yang ingin mereguk manisnya syurga.

Selain itu, hikmah yang bisa saya petik dari pengalaman itu adalah bahwasanya Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan, laqodholaqnal insaana fiy ahsani taqwiim. Betapa tidak, janin sebelum dilahirkan mendapatkan asupan makanan berupa sari-sari makanan dari tali pusat (plasenta) yang terhubung ke ibunya. Sehingga tak perlu bagi sang janin untuk mengeluarkan sisa hasil makanan melalui anus sebagaimana yang dialami oleh manusia yang sudah lahir ke dunia. Bagaimana jadinya apabila sang janin mendapatkan nutrisi makanan dari mulutnya selama berada di dalam rahim sudah tentu menghasilkan kotoran yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya.  Namun semua itu, bukan hanya ada secara alamiah tanpa designer dan penciptanya. Pastinya kita semua bisa menjawab siapa dibalik desain dan arsitektur yang super indah dan menakjubkan bernama manusia. Tiada lain adalah Allah Jalla Jalaluh.

Dalam penciptaan manusia terdapat tanda-tanda yang agung bagi siapa yang berfikir. Maka sudah sepantasnyalah manusia mengabdikan hidupnya semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ad-dhariyat (artinya) “Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Hunting Meja Kursi Kayu Jati


Setelah survei kesana kemari, akhirnya pilihan saya jatuh ke toko penjualan meubel ini.  Toko Meubel ini menawarkan berbagai perlengkapan meubel atau furniture khususnya yang terbuat dari jati. Mulai dari kursi, meja tamu, meja makan, almari, hingga perhiasan dinding, guci, dan benda-benda antik lainnya. Toko meubel ini beralamat di perumahan Kemang Pratama. Salah satu perumahan besar dan elit di Bekasi. Alamat lengkapnya googling sendiri saja yaa sebab saya tidak berniat mempromosikan toko ini. Barang-barang yang dijual di toko ini semuanya bukan barang baru melainkan second. Kendatipun barang second,  apabila dilihat sekilas tampak seperti barang baru. Karena lokasinya yang berada di tengah-tengah perumahan berkelas, toko ini seakan-akan diuntungkan karena (mungkin) banyak menampung barang-barang milik penduduk setempat yang oleh pemiliknya dijual karena ingin diganti dan diperbarui dengan yang lebih mahal, berkelas dan uptodate. Mungkin bisa dibilang, toko ini mirip toko bagus atau berniaganya versi nyata-nya bukan dumay-nya. Daripada bingung menaruh dimana barang-barang yang sudah tak terpakai mending jual aja di toko bagus.com atau berniaga.com.

Kumpulan meja dan kursi

Guchi

Setelah mengamati satu persatu meja dan kursi yang hendak saya beli, pilihan saya jatuh kepada kursi dan meja yang sebelumnya sudah saya survei di toko-toko meubel yang lain. Alhamdulillah, lumayan dapat menghemat 400 ribu. Sebab dari harga barunya yang saya survei di tempat lain harganya kisaran 1,5 juta untuk 1 set (2 kursi dan 1 meja). Sementara di toko ini harganya  1 juta ditambah ongkir 80rb. Meski second, namun penampakannya  masih kempling. Ngga percaya? lihat saja.

Kursi dan Meja

Masih ada satu barang lagi yang belum saya dapatkan. yaitu meja jepang. You know meja jepang kan? Kalau Anda pernah lihat film-film jepang, maka Anda akan dapati mereka tatkala menerima tamu adalah dengan duduk lesehan di samping-samping meja. Meja jepang hampir sama seperi meja-meja pada umumnya. Hanya saja, kakinya pendek. Tingginya sekira selutut anak kecil. Saya memang sengaja memilih meja jepang, sebab disamping ruang tamu ndak terlalu besar, juga kesannya lebih santai. Sayangnya stoknya uwis entek.  Saya kembali mensurvei di tempat lain yang menjual barang-barang second. Dan Alhamdulillah ternyata ada. Meski ndak sebesar toko sebalumnya, Alhamdulillah barang yang saya maksudkan ada. Yups, meja jepang. Bentuk, ukuran dan modelnya pun sesuai dengan apa yang saya bayangkan. COCOK. Meski second, tapi masih tampak bagus. Lihat saja.

Meja Jepang

Ada satu lagi barang yang saya beli, meski tidak ada dalam daftar pembelian saya. Tempat Gelas Aqua. Entah apa istilahnya atau memang tidak ada istilahnya. I don’t know. Begitu melihat barang itu pertama kali, saya langsung terpikat. Sepertinya cocok sekali bila disandingkan dengan meja tamu diatas. Tanpa pikir panjang, saya ambil satu. Modelnya beragam, ada yang kupu-kupu, ada daun, angsa dan yang lainnya. Saya memilih yang modelnya seperti angsa. Lihat barang yang ada di atas meja teras diatas. Selainnya adalah ini.

Tempat Gelas aqua

Dari hunting perkakas rumah ini, saya mendapatkan pelajaran bahwasanya perlu bagi kita sebelum membeli segala sesuatu terlebih yang harganya besar, untuk melakukan survei harga. Setidaknya dua atau tiga tempat. Lebih banyak lebih baik. Dari sana kita akan mengetahui harga pasarannya dan kemudian membandingkan diantara harga-harga tersebut lalu memilihnya yang paling murah. Memang hal ini berkonsekuensi membutuhkan biaya bensin untuk transportasi, tenaga dan waktu. Namun, apabila melihat selisih biaya yang besar setelah kita memilih harga barang yang termurah, maka tetap kita akan menghemat pengeluaran kita. Ingat, setiap penghematan pengeluaran yang kita lakukan, menutupi kebutuhan lain yang terus berdatangan. So, Jangan remehkan setiap pengeluaran untuk hal-hal yang tidak tepat sasaran.  Karena, Hemat Pangkal Kaya.

Ramadhan… Aku ingin lebih khusyuk bersamamu…


Kaum muslimin akan menghadapi godaan membiuskan kala mengisi bulan ramadhan yang sebentar lagi akan kita jelang. Betapa tidak, dua perhelatan akbar “pilpres dan wordcup” seakan mengiringi hadirnya tamu agung nan istimewa bernama Ramadhan. Salah-salah bukan tamu istimewanya yang disambut, melainkan pengiringnya. Sementara tamu istimewanya dihiraukan dan dicampakkan. Semoga kita sadar akan hal ini.

Bagi orang yang tidak memiliki persiapan dan perencanaan yang matang akan hadirnya ramadhan, bisa jadi akan lebih tersibukkan diri oleh pemilu dan piala dunia ketimbang amaliyah ibadah dan piala akhirat.

Makna-Ramadhan-5Kita khawatir akan larut pula dengan euforia pilpres dan piala dunia sehingga lalai dari tilawah alqur’an, qiyamul lail dan amaliyah ibadah lainnya. Bisa jadi kita akan lebih sering nongkrongin tivi untuk nonton pertandingan demi pertandingan piala dunia atau menyimak warta-warta seputar pilpress. Atau bisa jadi pula kita lebih sering berselancar di dunia maya atau bahkan ngerumpi di sosial media.  Sekali lagi ini yang paling kita khawatirkan.

Seakan menjadi trend bagi kebanyakan orang yang dijadikan suka dengan segala sesuatu yang tengah menjadi buah bibir. Dengan alasan tidak ingin dibilang ‘kudet’, seseorang lebih banyak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk update berita demi berita. Disaat yang sama, mereka lupa akan pahala dan ganjaran besar yang  dijanjikan Allah Jalla wa Alaa bagi hamba-hamba-Nya yang mengisi ramadhan dengan berbagai bentuk amaliah ibadah. Tanpa sadar waktu demi waktu berlalu sia-sia hingga ladang besar pahala yang bernama Ramadhan telah berlalu meninggalkan. Kita takut tidak akan bersua kembali dengan ramadhan tahun depan. Siapa yang menjamin kalau kita bisa bertemu kembali dengan ramadhan tahun depan?

Karenanya sebelum terlambat, sadarkan diri kita.  Sejauh mana kita berkubang dengan dua event besar itu. Jangan sampai justru kita semakin larut dengan euforia itu kala sudah memasuki ramadhan. Sebab memang semakin mendekati pertengahan bulan ramadhan, dua perhelatan itu makin menuju ke puncaknya sehingga boleh jadi makin memalingkan diri kita dari amal-amal penting.

Sekarang mari kita tanya diri kita masing-masing. Sampai sekarang manakah yang lebih sering kita buka, facebook atau alquran? Manakah yang lebih sering kita baca, status facebook atau status (baca: firman) Allah? Berapa jam-kah kita menghabiskan waktu untuk nonkrongin tv hanya sekedar nonton pertandingan piala dunia? Dan berapa jam pula kita menghabiskan hari kita untuk sholat-sholat sunnah seperti dhuha, rawatib, witir, dan qiyamul lail? Kalau ternyata, lebih banyak waktu yang kita habiskan untuk menonton dan membaca status fb, whatsapp, bbm dan yang lainnya dibandingkan tilawah dan qiyamul lail, maka waspadalah.

Sobat, sebelum terlambat ada baiknya kita men-creat perencanaan dan schedule ramadhan serta target-target. Kemudian setelahnya kita berkomitmen untuk menjalankan sesuai dengan apa yg sudah kita planningkan. Dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu. Semisal, kita targetkan sehari kita bisa mengkhatamkan satu jus. Sehingga kita bisa mensiasati tilawah 2 lembar setiap selesai sholat fardhu. Mudah sangat bagi yang bersungguh-sungguh. Akan tetapi bisa menjadi berat sangat bagi yang tak bersungguh-sungguh.

Ketahuilah sobat, untuk perkara yang urgent saja seperti majelis ilmu, Imam Malik ra dan Sufyan Atsauri serta ulama-ulama lainnya meliburkan majelisnya dan fokus untuk membaca alqur’an dan mentadabburinya selama bulan ramadhan, bagaimana lagi dengan perkara-perkara yang remeh temeh?

Maka kiranya tak heran apabila Imam Syafii ra mengkhatamkan Al-qur’an 60 kali selama bulan ramadhan. Sehingga rata-rata beliau mampu mengkhatamkan dalam sehari 2 kali. Subhanallah.

Bagaimana dengan kita sobat? Pernah kita mengkhatamkan selama bulan ramadhan walau hanya sekali? Kalau pernah dan bahkan lebih dari sekali maka Alhamdulillah dan syukur-syukur bisa ditingkatkan setiap tahun. Namun sebaliknya apabila belum pernah selama umur hidup kita, maka menangislah dan beristighfarlah. Moga-moga Allah membeningkan hati kita sehingga kita menjadi lebih ringan dalam membaca Al-qur’an dan menunaikan ibadah-ibadah yang lain. Para ulama mengatakan bahwa diantara tanda-tanda hati kita kotor adalah beratnya kita membaca qur’an dan mentadabburinya.

Semoga Allah mensucikan hati-hati kita sehingga dengannya kita lebih bersemangat dan antusias untuk menunaikan segala amaliyah ibadah di bulan yang penuh rahmat, berkah dan maghfirah-Nya. Dan jangan lupa senantiasa kita berdoa agar Allah membantu kita istiqomah dalam ketaatan dengan doa sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah kepada Muadz bin Jabal, yakni “Allahumma a’innii ‘alaa dzikrikaa wa syukrika wa husnii ‘ibaadatika”, Ya Allah bantu aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Potong Leher Saya


Semalam saya  nonton aksi di Indosiar. Sebuah program audisi dai/daiyah yang ditayangkan setiap hari dalam rangka menjelang ramadhan dan mengisinya selama bulan ramadhan. Entah kenapa program ini ditayangkan lewat jam 21.00 usai program dangdut yang menurut saya tidak mendidik sama sekali. Sehingga justru biduan-biduannya yang ditontong anak-anak kecil sedangkan tausiyahnya mereka terlelap.

Saya terkesan dengan komentar Mama Dedeh terhadap performa salah seorang sedua orang peserta dengan nama trend-nya 2R. Beliau menyebutkan bahwa ada satu statemen 2R yang dinilai terlalu kasar.  Yakni, “Silahkan potong leher saya apabila tangan Anda yang dikenakan ke api tidak gosong”. Mama Dedeh pun menyarankan agar jangan lagi melontarkan kata-kata tersebut sebab disamping kasar juga menunjukkan keangkuhan dan kesombongan.

Saya setuju sekali dengan Mama Dedeh. Terkadang disadari atau tidak, keluar dari lisan kita kata-kata tersebut. Saking yakin dan berapi-apinya, tanpa sadar kita melontarkan kata-kata “silahkan potong leher saya”, “silahkan potong telinga saya” dan semisalnya. Bahkan kata-kata tersebut kerap dijadikan semacam sumpah untuk menyakinkan kata-kata terhadap lawan bicaranya.

40-624x463Saya jadi teringat pernyataan yang pernah dilontarkan oleh dua orang tokoh penting yang barang kali tersohor di kalangan masyarakat kita. Secara beliau adalah pejabat dan pengamat politik yang entah sering atau kadang-kadang muncul di layar kaca. Soalnya saya tidak selalu nongkrongin tipi. Lantaran dikenal luas dan profesinya itulah,  kata-kata yang terlontar itu bak bola salju yang kian menggelinding kian membesar dan memanas. Memanas sebab salju api. :-)

Banyak media yang seakan-akan mengompori masyarakat, memblow-up dan mengulang-ulang statemen yang terlontar dari dua tokoh tersebut. Yang satu mengatakan “Andaikan saya korupsi pada kasus tersebut barang se-rupiah pun, gantung saya di monas. Dan yang satu-nya lagi mengatakan, seandainya Jokowi  kalah dalam pertarungan pilpres mendatang, potong leher saya”.

Tak ayal, berbagai komentar miring bertaburan di setiap postingan warta yang mengangkat lontaran statemen dua tokoh diatas. Semakin hari semakin ramai diperbincangkan. Hampir semuanya mem-bully kedua tokoh diatas dalam komentarnya di situs-situs berita maupun sosial media, dan segelintirnya membela.  Terlebih setelah masa berlalu, kasus yang menyeret salah satu dari dua tokoh tersebut mencuat kembali dan disinyalir ada dugaan kuat bahwa tokoh tersebut adalah satu diantara aktornya. Kontan issu itu kembali menggelinding dan memanas.

Sementara tokoh yang satunya lagi menjadi bulan-bulanan para pendukung capres rivalnya. Para pendukung rivalnya berharap capres yang dijagokan akan menang sehingga mereka bisa menuntut ‘sumpah’nya itu. Sampai tulisan ini dibuat, belum lama (hitungan jam) satu diantara dua tokoh tersebut membuat klarifikasi dalam postingan di suatu situs atas pernyataan yang pernah dilontarkannya. Konan katanya, beliau merasa terganggu  atas  banyaknya teror dan komentar-komentar miring yang dialamatkan kepadanya.

Sobat, kasus diatas sepatutnya menjadi pelajaran bagi kita agar berhati-hati dalam menjaga lisan. Benar pepatah mengatakan mulutmu harimaumu. Jikalau kita tidak pandai-pandai menjaga lisan, khawatir kata-kata yang terlontar, cepat atau lambat akan membinasakan kita. Itu sebabnya banyak orang yang menyesali kata-katanya akan tetapi sangat sedikit sekali yang menyesali diamnya.

Tidak sepatutnya kita meniru atau melazimi kata-kata yang dulu pernah kita ucapkan sebagaimana kata-kata tokoh-tokoh diatas. Betapapun yakinnya kita akan mustahilnya sesuatu itu terjadi sehingga kita menambahkan kata-kata mirip sumpah diatas, namun tidak lantas menjadikan kita gegabah dan ceroboh. Bukankah bagi Allah tidak ada segala sesuatu yang tidak mungkin.  Dalam kasus dai diatas, bagaimana andaikan ada seorang jamaah (penonton)  tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju ke panggung lalu memberanikan dan mempraktekkan diri mengenakan tangannya ke api. Dan Qodarullah, tangan tersebut tidak gosong. Lantas apakah dia akan memungkiri sumpahnya?

Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang pandai mengendalikan diri dan lisan.

Penutupan Dolly


Semakin mendekati hari-H nya, tampaknya upaya-upaya penolakan terhadap kebijakan pemkot surabaya terkait penutupan lokalisasi dolly semakin gencar dilakukan. Banyak pihak yang pro terhadap kebijakan pemkot tersebut akan tetapi tak sedikit pula yang kontra. Pihak yang pro, menyuarakan dukungannya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tulisan-tulisan di situs-situs atau di sosmed. Dan sebaliknya pihak yang kontra, secara terang-terangan menggelar aksi protes dan menolak keras terhadap upaya penutupan yang direncanakan tanggal 18 Juni mendatang. Tak disangka, rencana penutupan Dolly oleh walikota dan jajarannya juga mendapat reaksi keras dari wakilnya sendiri yang tidak sejalan dengan kebijakan ketuanya.

Berbagai bentuk penolakan dilakukan oleh masyarakat sekitar Dolly mulai dari penggalangan massa dan pembentangan spanduk berisikan tulisan-tulisan penolakan, pengibaran bendera setengah tiang bahkan sampai penyelenggaran pengajian.

Yang menggelikan bagi saya adalah penyelenggaraan pengajian dalam rangka menolak atau menghalangi rencana penutupan Dolly. Bagaimana bisa, pengajian yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai bentuk penyampain nasehat kebaikan berubah menjadi tameng dibalik kebatilan?  Apa itu bukan mencampuradukkan antara yang haq dan yang batil dengan kedok hak asasi manusia? Wal’iyadzubillaah.

Memang  HAM inilah yang menjadi salah satu senjata andalan bagi pemuja hawa nafsu untuk mematahkan ‘serangan’ mereka-mereka yang berupaya mencegah kemungkaran dan kemaksiatan. Pembelaan yang berlindung dibalik hak asasi manusia terkadang terbukti ampuh membalikkan upaya-upaya sebagian orang yang hendak beramar makruf nahi munkar.  Memang itulah sebagian strategi-strategi syaitan untuk mengkampanyekan kebatilan dengan pencitraan palsu. Dan senyatanya tak sedikit yang terpedaya olehnya.

Konon katanya penutupan Dolly tidak serta merta ditutup tanpa ada kompensasinya. Artinya ada konversi mata pencaharian mereka dari PSK menjadi pekerja dari badan usaha padat kerja yang mampu menampung seluruh person yang bekerja di Dolly tersebut.

Saya sampai berfikir apakah tidak ada seorang alim ulama atau asatidzah yang secara rutin mengisi pengajian atau ceramah tabligh akbar  atau diundang oleh pemerintah setempat untuk memberikan pencerahan dan siraman rohani kepada masyarakat setempat. Saya yakin sebagian masyarakat yang menceburkan dirinya ke lembah hitam tersebut bukan (hanya) semata-mata desakan ekonomi akan tetapi juga karena keraguan akan jaminan rizki (halal) yang Allah karuniakan kepada setiap hamba-Nya.

Dan saya yakin pula, masyarakat setempat yang turut andil atas beroperasinya Dolly akan sadar dan meninggalkan ‘pekerjaan’ tersebut apabila kualitas iman dan aqidahnya diperbaiki. Bagaimana bisa seseorang yang mengaku muslim dan dikaruniakan oleh Allah akal sehat dan nikmat yang berlimpah tidak menjadi takut terhadap ancaman-Nya apabila mendurhakai-Nya? Atau menjadi termotivasi dan berharap meraih ganjaran yang lebih besar yaitu Syurga-Nya apabila tunduh patuh kepada-Nya. Bukankah Allah menjanjikan akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik apabila seseorang meninggalkan apa-apa yang tidak disukai-Nya karena-Nya? Sebagaimana yang disabdakan Nabi,

“Sesungguhnya tidaklah kalian meninggalkan sesuatu karena Allah Azza Wa Jalla, kecuali Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari itu”.(HR. Muslim).

Sebagai seorang muslim , tentunya kita wajib menyakini seyakin-yakinnya akan janji Allah yang dikabarkan oleh Nabi kita diatas. Dan senyatanya Allah tidak pernah mengingkari janjinya.

Wajar-wajar saja apabila seorang pemimpin berharap agar kotanya atau wilayahnya bebas dari tempat haram. Justru yang aneh adalah seorang pemimpin yang membiarkan kemungkaran terjadi di lingkup wilayah yang dipimpinnya padahal sejatinya dia mampu mencegahnya dan mengingkarinya dengan tangannya atau lisannya atau setidaknya mengingkari dengan hatinya. Siapa ada orang lebih-lebih pimpinan yang berbangga dengan keberadaan lokalisasi di wilayah dimana ia memimpin terlebih diakui sebagai lokalisasi terbesar di asia tenggara, kecuali para pemuja hawa nafsu.  Bahkan kalau saya boleh mengusulkan kepada pasangan capres dan cawapres untuk memasukkan program cleaning tempat-tempat terlarang seperti lokalisasi, bar dan selainnya dalam visi misi mereka. Saya yakin Indonesia ke depan akan menjadi negara yang berkah lebih dari sekedar hebat.

Simak firman Allah dalam surat Al-Araf berikut:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf : 96).

Mestinya ayat diatas dipegang teguh oleh kita atau siapapun yang menjadi pemimpin untuk mengendalikan semua orang yang dipimpinnya agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah Jallaa Jalaaluh. Dalam arti, senantiasa menjalankan perintah amar makruf nahi munkar.  Bukankah Allah memerintahkan dalam Al-quran agar setiap kita tanpa kecuali untuk beramar makruf nahi munkar? Sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an,

Wahai kaum mukmin, kalian benar-benar umat terbaik, yang ditampilkan ke tengah manusia lainnya, supaya kalian menyuruh manusia berbuat baik, mencegah perbuatan mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya kaum Yahudi dan Nasrani mau beriman kepada Al-Qur’an da kenabian Muhammad, maka hal itu lebih menguntungkan mereka. Di antara kaum Yahudi dan Nasrani ada yang mau beriman. Akan tetapi sebagian besar dan mereka adalah penentang kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad. (QS  Ali Imran [3]-110).

Adalah Rasulullah juga mewajibkan kepada umatnya untuk beramar maruf nahi mungkar sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana sabda beliau:

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim).

Semoga Indonesia menjadi negara yang baldatun Toyyibun Wa robbun Ghaafur,,,

Tumor Jinak


Pernah dulu saya mengidap penyakit tumor di muka. Meskipun tumor jinak, akan tetapi tumor ini cukup membuat saya panik dan gelisah. Pasalnya tumor ini tumbuh dan membesar terlebih bersemayam di muka. Kebayang kan, bagaimana paniknya seseorang yang mengidap tumor tumbuh subur di face-nya. Wis jian galau tenan… :-(

Saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan tumor di rumah sakit. Muka saya seluruhnya ditutup dengan kain kecuali jidat dahi yang dibiarkan terbuka. Mungkin biar saya tidak panik saat pengangkatan tumor tersebut sebab operasi dilakukan hanya dengan bius lokal. Alhamdulillah operasi yang ditangani oleh empat dokter bedah tersebut berjalan lancar.

Usai menjalani operasi, sebagaimana lazimnya dahi saya ditutup dengan perban dan oleh suster, saya diberi resep obat. Alhamdulillah seiring bergulirnya waktu, luka bekas operasi perlahan-lahan mulai mengering hingga akhirnya sembuh total.

Selang dua minggu kemudian, saya merasakan ada bintil (tumor) baru yang tumbuh persis di dekat bekas tumor yang diangkat. Awalnya saya tenang-tenang saja sebab yang terfikir oleh saya mungkin saja itu bintil kecil yang tidak aktif. Dan rupanya ketenangan itu segera menjelma menjadi kegelisahan lantaran bintil kecil itu semakin tumbuh dan membesar seiring bergulirnya waktu. Kepanikan saya bertambah besar seiring membesarnya bintil tersebut dan berkembang biak . Saya membayangkan gimana andaikan bintil tersebut terus berkembang biak hingga  menyebar kesekujur tubuh dan tumbuh membesar, bisa-bisa seperti manusia pohon yang kala itu ramai diwartakan di media.

Ditengah kepanikan itu, Allah Jalla Jalaluh memberikan jawaban atas permintaan saya. Melalui perbincangan santai dengan teman kerja saya sekantor kala itu, Allah kasih solusi melalui wasilah darinya. Menanggapi keluhan saya, teman saya menawarkan solusi herbal. Beliau menyarankan saya agar mencari daun kemangi. Kemudian daun tersebut ditumbuk dan dicampur dengan minyak tanah lalu gosokkan pada semua bintil yang tumbuh dimuka. Katanya, semua bintil yang tumbuh itu pasti ada satu yang menjadi induknya. Dan andaikan kita tidak tau mana diantara banyak bintil itu yang induk dan mana yang anak, maka tidak ada pilihan lain kecuali dengan menggosok semuanya.

Dan benar saja, setelah saya gosok semua bintil  mulai dari seluruh jidat, pipi, di bawah kedua mata (kelopak), ada satu bintil yang saya rasakan sangat panas dan nyeri. Kontan saya menebak bintil itulah induknya. Taukah Anda dimana induk bintil itu bersemayam? di bawah mata bagian kiri. Iya, tepatnya di tulang yang  menonjol pada muka sedikit di bawah mata. Lama-lama panas dan nyeri itu menghilang. Dan esoknya, tampak induk bintil itu menghitam dan mengering. Seiring bergulirnya waktu, bintil-bintil yang lain tampak sekali mengering dan mengelupas mengikuti induknya. Hingga saya melihatnya di cermin, semuanya sudah mengelupas dan bersih kembali seperti sedia kala.

Tidak ada kalimat yang pas saya ucapkan kala itu selain Alhamdulillahilladzii bini’matihii tatimmusshaalihaat. Yakinlah bahwa dibalik (bersama) kesulitan ada kemudahan. Moga-moga pengalaman diri penulis ini dapat menjadi tips yang bermanfaat bagi selainnya yang mengalami hal serupa. Semoga ada manfaatnya… :)

Lintasan Inspirasi


Sering terlintas beberapa saat di benak saya inspirasi atau faidah tatkala saya dihadapkan pada apa saja yang saya lihat, dengar atau rasakan dalam kehidupan. Namun, sesering inspirasi itu menyelinap masuk di memori, sesering dan secepat itu pula inspirasi itu sirna bak  burung yang lepas dari sangkarnya. Barang kali Anda juga pernah mengalami hal serupa seperti saya.

landscapeKetahuilah sebenarnya disadari atau tidak, alam di sekeliling kita ini banyak sekali memberikan inspirasi yang berharga kepada kita. Bukankah kita tahu bahwasanya Allah Jallaa Jalaaluh mengajarkan ilmu kepada hamba-Nya baik dari firman-Nya yang tertuang dalam ayat-ayat Al-qur’an maupun ayat-ayat kauniyah yang bertaburan luas di jagat semesta ini?

Namun kerapkali kita jarang memikirkan segala sesuatu yang Allah Jalla wa ‘alla ciptakan di sekeliling kita dan menyadari segala sesuatu yang melintas kilat dibenak kita. Andaikan semenjak baligh hingga saat ini kita menyadari sepenuhnya dan senantiasa memikirkan segala kejadian yang tertangkap oleh indra kita lalu menuangkannya dalam sebuah tulisan, berapa jilid buku yang dapat kita telorkan?

Itu sebabnya tak heran apabila ulama kibar dan tersohor seperti Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dan Al-Imam Ibnul Jauzi mampu menelorkan karya fenomenal masing-masing yaitu Zaadul Ma’aad dan Shaidul Khatir. Dan taukah Anda bahwa Zaadul Ma’ad yang terdiri dari 7 jilid (dalam bahasa Indonesia) disusun selama rihlah beliau. Adapun Shaidul khatir tersusun dari kompilasi inspirasi dan faidah-faidah yang dipetik dari interaksinya terhadap sesamanya dan alam sekitar.

Karenanya, kita juga bisa membukukan pengalaman hidup dan lintasan inspirasi di memori kita apabila kita segera mencatatnya sebelum inspirasi itu lenyap dan susah bagi kita mengingatnya kembali. Adanya perangkat teknologi seperti hp sangat memudahkan kita mencatat bagian terpentingnya bahkan mendokumentasikan berupa foto atau video. Setelah kita kembali ke rumah, baru kemudian bisa menarasikan menjadi faidah yang bermanfaat bagi selain kita. Tidak banggakah kita bila kita bisa berbagi kisah hidup dan inspirasi kelak kepada anak dan cucu kita?

Blog ini juga menjadi pelecut semangat bagi saya untuk terus menulis dan berbagi faidah kepada sahabat-sahabat saya di dumay meski dari segi kualitas tulisannya masih jauh dari kata ‘berkelas’. Saya berharap dengannya, saya bisa mendokumentasikan pengalaman hidup berharga dan berbagi kepada semuanya. Harapan saya cukup beralasan sebab sampai tahun dimana tulisan ini dibuat, hanya satu pengalaman hidup yang masih saya ingat dan mampu saya tuangkan menjadi sebuah tulisan. Itupun karena pengalaman tersebut betul-betul pengalaman berharga dan berkesan yang tidak mungkin saya terlupa. Dan selebihnya tidak ingat.  Padahal kalau dihitung-hitung mungkin bisa puluhan hingga ratusan pengalaman hidup setiap orang yang  bisa dilukiskan hingga bisa dibagikan ke orang lain.

Memang tak  mudah menuangkan pengalaman hidup serta inspirasi yang datangnya tiba-tiba ke dalam sebuah tulisan apabila tidak terbiasa. Makanya melalui blog ini saya mencoba membiasakan diri untuk menulis apapun hal-hal positif yang melintas di memori.  Moga-moga ini bisa menjadi investasi yang tanpa disadari kelak di usia tua, dibuka dan dibaca lagi sebagai pengingat perjalanan hidup dan berguna bagi anak keturuan saya. Aamiin.

Persamaan Kontinuitas


Persamaan Kontinuitas adalah pernyataan matematis sederhana dari prinsip konversasi masa. Untuk volume control yang memiliki single inlet dan ingle outlet, prinsip konversasi massa menyatakan bahwa untuk aliran tunak (steady), laju aliran massa yang masuk ke dalam volume harus sama dengan laju aliran massa keluar. Persamaan kontinuitas untuk keadaan ini dinyatakan dengan persamaan (1)

………………………………………………………………………………………………………………………………….

Untuk volume control dengan dengan inlet dan outlet lebih dari satu, prinsip konversi massa membutuhkan penjumlahan laju aliran massa yang masuk ke dalam volume control dan penjumlahan laju aliran massa yang keluar dari volume control. Persamaan kontinuitas untuk keadaan yang lebih umum dinyatakan dengan persamaan (2) Continue reading

Metal Forming dan Hot Working


Pembentukan logam juga dikenal sebagai pengerjaan mekanik pada logam. Pembentukan logam kerap dimaksudkan juga untuk menghasilkan bentuk baru atau meningkatkan sifat-sifat logam. Pembentukan dalam kondisi padat dapat dibagi ke hot workingdalam pembentukan tanpa pemotongan seperti forging (tempa), rolling, pressing dan yang lainnya. Dan pembentukan dengan pemotongan seperti operasi permesinan yang dibentuk dengan berbagai mesin perkakas seperti mesin bubut, milling, drilling dan selainnya.

Proses pembentukan non-machining atau tanpa pemotongan dikenal juga sebagai proses pengerjaan mekanis. Ini berarti deformasi permanen dari logam secara plastic melewati daerah elastic material. Tujuan utama dari proses pengerjaan logam adalah untuk memberikan bentuk dan ukuran yang diinginkan pada logam di bawah perlakuan gaya yang diterapkan dari luar. Proses tersebut digunakan untuk mencapai sifat mekanis optimum pada logam dan mengurangi munculnya kekosongan atau rongga dan kemudian membuat kepadatan logam. Continue reading

Investigasi Akun yang Sering Melihat Profil FB Anda


Banyak sekali mampir dan berseliweran di beranda fb saya informasi atau pengetahuan tentang bagaimana cara mengetahui akun yang sering melihat profil kita. Namun rupanya, tidak sedikit atau bahkan hampir semuanya memberikan informasi yang tidak valid alias hoax. Lantaran banyaknya orang yang penasaran pingin tau siapa saja yang kerap ngintipin profilnya, sehingga banyak pula orang yang memanfaatkan kepenasarannya orang lain untuk hal-hal negatif seperti menipu, menjebak atau menyertakan virus ke informasi tersebut.

Nah pada postingan kali ini, sedikit saya akan berbagi tips bagaimana cara mengetahui akun-akun yang sering mengintip profil kita. Kalau ini saya bisa menjamin tidak ada motif dan kedustaan dibalik ini. Caranya sangat sederhana. Namun keakuratan cara ini tidak 100%. Hal ini disebabkan tidak cuma satu factor yang mempengaruhinya, akan tetapi ada beberapa factor lain yang mempengaruhi hasil investigasi akun-akun yang sering ngintipin profil kita. Semisal frekuensi komentar yang dibubuhkan oleh rekan kita di status kita dan juga frekuensi kirim terima pesan dari dan ke inbox teman.

Langkah-langkahnya:

[1] Pastikan penampakan fb Anda pada newsfeed atau kabar berita.

[2] Klik kanan pada background kosong beranda kita (bukan nama akun, kotak komentar, atau link yang mampir di beranda kita). Lalu klik view page source

[3]  Maka akan muncul penampakan seperti ini:

[4]   Cari kata ‘friendslist’ (ingat: bukan friendlist, ada tambahan s-nya) dengan menekan bersama-sama tombol (ctrl+f) yang tidak lain adalah find (mencari kata yang terdapat pada halaman yang dibuka). Kemudian ketik ‘friendslist di kotak search.

[5] Pilihlah deretan angka-angka sebagaimana yang terdapat pada list setelah kata friendslist dan ditunjukkan pada gambar diatas. Banyak sekali deretan angka-angka friendslist, pilih satu diantaranya.
[6] Setelah dipilih kemudian copy dan paste-kan setelah alamat fb anda. Jangan lupa tambahkan garis miring. Semisal: (www.facebook.com/1399671659). Alamat baru tersebut selanjutnya akan mengantarkan Anda ke-akun yang Anda maksudkan.
[7] Cari akun yang lain dengan mengganti deretan angka-angka diatas (pada point 8) dengan deretan angka lain yang terdapat pada friendslist.

 Semoga ada manfaatnya… J

Pak Djoko


Dari dulu saya pingin sekali menghikayatkan ikhwal seseorang. Alhamdulillah baru kini kesampaian. Sudah barang tentu, bukan tujuan saya menceritakan keburukan orang sebab jelas itu adalah terlarang.  Akan tetapi, hal yang akan saya hikayatkan connecting-the-pop-culturedisini adalah kebaikan-kebaikan dan sisi kelebihan yang tidak dipunyai oleh sembarang orang. Sebab saya memandang beliau bukan orang sembarangan. Saya berharap moga-moga kebaikan-kebaikan dan kelebihan-kelebihan beliau dapat diteladani oleh kita khususnya pembaca tulisan ini.

Saya mengenal beliau semenjak tahun 2008 yakni diawal-awal saya bekerja dan mengajar di Unisma Bekasi.  Dan beliau sendiri adalah dosen senior di kampus unisma.  Tepatnya di fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi. Beliau sudah lama menjadi dosen tetap Unisma jauh sebelum saya. Diawal-awal saya kenal beliau, saya belum (begitu) akrab. Paling ketemu, ucap salam, salaman, tanya kabar, selesai. Demikian kebiasaan dengan teman-teman dosen dan karyawan yang lain tatkala bertemu.

Hubungan pertemanan saya dengan beliau semakin akrab dan intens bertemu, semenjak saya ditakdirkan menjadi bagian dari pengurus dewan kemakmuran masjid (DKM) masjid kampus Unisma. Waktu itu namanya masih masjid Baiturrahim sebelum akhirnya berganti nama menjadi masjid Al-Fatah. Konon, untuk mengabadikan nama pendiri YPI “45” Bekasi atas penghargaan dan jasa-jasanya kepada Unisma khususnya dan Bekasi umumnya, maka atas usulan-usulan serta saran dari beberapa rekan, sahabat, kolega atau keluarga pendiri YPI 45, Bapak H. Abdul Fatah, digantilah nama masjid Baiturrahim menjadi masjid Al-Fatah.

Setelah resmi menjadi pengurus DKM Al-Fatah tahun 2010, saya mulai belajar dan menimba banyak ilmu dari orang-orang yang sudah lebih dulu menjadi pengurus DKM termasuk diantaranya adalah Pak Djoko. Iya beliau adalah Bapak Djoko Sambodo. Dosen senior dari yang senior. Kendatipun usianya sudah hampir kepala tujuh akan tetapi jiwa dan semangatnya itu lho… pemuda bangget. Bukan pemuda alay bin manja yang saya maksud disini. Akan tetapi pemuda yang berjiwa revolusioner, visioner dan berdedikasi tinggi. Makanya tak heran sesekali terdengar kelakar dari teman-teman beliau, “meski Bapak sudah sepuh dan hampir pensiun , tapi jiwa dan semangatnya itu lhooo…. masih tetap Joko” (Joko=perjaka).

Diantara program-program yang dicanangkan oleh pengurus DKM yang baru adalah dakwah dan syiar islam baik melalui lisan ataupun tulisan. Kebetulan beliaulah yang ditunjuk oleh ketua DKM untuk menjadi ketua dewan redaksi. Dengan syle-nya yang menunjukkan ketawadhuan, beliau menawarkan kepada teman-teman yang lain barangkali ada yang berkenan dan bersedia menjadi pimpinan dewan redaksi. Namun rupanya, teman-teman demikian sepakat dan yakin dengan keputusan ketua DKM atas kemampuan managerial dan segudang pengalaman yang beliau miliki. Oleh karena tidak ada teman-teman yang bersedia menjadi pimpinan dewan redaksi, maka  serta merta beliau menyatakan bersedia menjadi pimpinan dewan redaksi buletin al-fatah periode dua tahun kedepan, dan siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Dibandingkan dengan teman-teman sesama pengurus DKM dan dewan redaksi buletin, beliau dipandang sebagai panutan dan figure seorang bapak.  Dan senyatanya memang banyak hal-hal yang bisa kita teladani  dari kebaikan-kebaikan dan kelebihan yang beliau miliki.

Diantara karakter-karakter yang sangat menonjol dari diri beliau adalah berdedikasi, memiliki komitmen, disiplin dan integritas yang tinggi serta tuntas. Dan karakter-karakter itulah yang kerapkali menjadikan teman-teman tertatih-tatih ‘berlari’ bareng mengemban amanah bersama dan menyelesaikannya. Bayangkan, tidak jarang teman-teman ditegur, ditelpon (mungkin sudah berapa banyak pulsa yang beliau keluarkan dari kocek sendiri), hanya gara-gara datang terlambat di rapat. Masalah kedisiplinan jangan ditanya. Mungkin tidak ada kamusnya dalam hidup beliau, datang di acara/rapat lewat dari waktu yang tertuliskan/terlisankan di undangan sekalipun barang semenit. Seringnya bahkan selalunya datang sebelum waktu yang ditetapkan. Dan disaat yang lain belum pada datang. Tak hanya itu, pekerjaan yang seyogyanya selesai berdasarkan schedule yang sudah ditetapkan, tak jarang mundur dari deadline sehingga kerap membuat beliau harus selalu memonitor meski dari jarak jauh dengan menelponnya berulang-ulang. Dan itu tidak hanya seorang dua orang tapi hampir semuanya. Pendek kata, banyak dari teman-teman yang notabene jauh lebih muda dari beliau akan tetapi tidak kuasa mengikuti ritme beliau.

Mungkin saya bisa membayangkan andaikan jabatan pimpinan dewan redaksi buletin tidak diserahkan kepada beliau. Bahkan sampaipun beliau purna bakti alias pensiun yang mengakibatkan beliau amat jarang standby di Unisma dan hanya sehari saja di Unisma lantaran masih diamanahi mengajar satu kelas atau dua kelas, beliau pun tidak kehilangan kendali dan semangat untuk terus mengemban amanah dakwah via tulisan. Tak sampai disitu, bahkan ketika periode atau masa bakti kepengurusan buletin sudah habis, beliau masih bersedia meneruskan kepemimpinan yang baru, disebabkan kepercayaan yang masih diberikan beliau oleh ketua DKM. Perlu diketahui, jabatan pimpinan disini tidak sebagaimana jabatan pimpinan pada umumnya yang hijau dengan daun fulus. Tidak! sama sekali tidak!. Jabatan pimpinan disini adalah murni pengabdian kepada masyarakat sebab senyatanya buletin yang diterbitkan tidak berorientasi profit dan dibagikan secara cuma-cuma kepada warga unisma dan juga warga masyarakat luar sekitar unisma.

Diantara hal lain yang juga patut kita tiru dari beliau adalah penjagaan beliau terhadap lisannya. Barang kali beliau sangat memahami betul-betul dan memegang teguh kaidah yang  diturunkan Allah melalui kitab suci-Nya yaitu “…wa quululinnaasi husna…”(Al-Baqarah:83) (dan bertuturlah yang baik kepada manusia). Dan bukankah kita tahu bahwasanya tutur kata yang baik merupakan bagian keimanan kepada Allah dan hari akhir, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka berkatalah yang baik atau diam”.

Dalam muamalahnya dengan selainnya bahkan yang jauh lebih muda sekalipun, beliau sangat berhati-hati dalam bertutur. Bagaimana pilihan kata yang diucapkan serta bahasa tubuh yang ditampilkan menunjukkan betapa luwesnya dan sejuknya tatkala dipandang dan didengarkan.  Maka sekiranya tak berlebihan bila saya bangga dapat dipertemankan dengan beliau dalam jalinan ukhuwah islamiyah yang erat.

Dan tentunya masih banyak hal-hal lain yang dapat kita teladani dari sosok beliau yang tidak mungkin saya uraikan semua disini. Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi beliau…Aamiin..

Be Professional


Pernahkan Anda mendengar statement begini, “ah, yang penting memenuhi syarat saja”. Ah, yang penting kan mengumpulkan”. “Ah, yang penting kan mengerjakan”. “Ah, cuma syarat saja” dan semisalnya. Atau barangkali Anda sendiri yang mengatakan demikian?”

Statement diatas dapat menunjukkan bagaimana tujuan atau niat seseorang dalam profesionalmenjalankan sesuatu. Juga bagaimana kualitas seseorang dalam melaksanakan suatu tugas dan kewajiban, professional-kah ataukah tidak.

Seseorang apapun profesinya ketika kerap melontarkan kata-kata tersebut, sejatinya bisa dilihat bagaimana kinerja dan hasilnya. Meski tidak selalunya, acap kali mereka mengerjakan segala sesuatu tidak dengan professional. Sekedar menggugurkan kewajiban atau memenuhi tugas, setelah itu selesai. Maka biasanya orang yang demikian jarang mencetuskan ide-ide baru untuk mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pekerjaannya sehingga diperoleh kualitas hasil yang lebih tinggi. Alih-alih memberikan ide, sekedar mengevaluasi setiap pekerjaannya sudahkah sesuai dengan prosedur (SOP) atau belum barang kali tidak dilakukan.

Seorang dosen misalnya, baginya yang penting adalah mengajar dan menyampaikan materi, selesai. Tidak peduli apakah materinya sudah kudet sehingga perlu dicari (tambahan) materi yang uptodate dan menarik, sehingga mahasiswanya pun tertarik dan termotivasi untuk belajar mata kuliah yang diajarkan. Bukankah sumber-sumber materi dan informasi terbentang luas di internet disamping di buku-buku literature yang lain.

Tentunya tipikal dosen yang seperti itu dapat dilihat bahwasanya materi dan pengajarannya akan monoton seperti itu-itu saja dari tahun ke tahun. Tiada warna baru dan inovasi baru.

Berbeda dengan dosen yang bekerja secara professional. Baginya, selain menyampaikan materi, ia berfikir bagaimana caranya agar mahasiswa dapat menyerap semua materi yang disampaikan dan termotivasi pula untuk terus belajar. Konsekuensinya, dosen akan rajin menggali dari sumber-sumber informasi dan pengetahuan, baik dari internet maupun buku-buku literature lainnya, seluruh informasi atau pengetahuan yang relevan dengan materi kuliah yang diajarkan. Itu sebabnya, akan selalu ada pembaruan di setiap tahunnya pengajaran mata kuliah yang sama.

Oleh karenanya, program Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi dosen sesungguhnya telah dirumuskan sedemikian rupa oleh pemerintah sejak dahulu kala, tiada lain untuk meng-upgrade skill dan pengetahuan dosen agar semakin mumpuni dan professional. Kepangkatan fungsional dari mulai asisten ahli, lector, lector kepala hingga guru besar hanyalah sarana untuk ‘memaksa’ dosen agar terus menggali pengetahuan-pengetahuan baru melalui riset dan PBM. Sehingga apa yang dosen peroleh melalui riset dan pengabdian segera ia transfer ke mahasiswa. Maka dapat kita pastikan bahwasanya materi-materi yang disampaikan oleh dosen tersebut dari tahun ke tahun selalu ada warna yang berbeda.

Disamping dosen, mahasiswa pun ada yang bekerja (menjalankan tugasnya) dengan professional ada pula yang tidak. Mereka yang sungguh-sungguh dalam tugasnya sebagai mahasiswa, akan belajar dengan sungguh-sungguh dan mencari ide-ide baru yang tidak ia dapatkan di pertemuan tatap muka atau perkuliahan. Mereka tidak hanya mencukupkan materi dari apa yang diberikan oleh dosen akan tetapi juga rajin menggali informasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan atau internet yang disediakan free oleh kampus. Baginya, tugas-tugas kuliah tak ubahnya sarana evaluasi diri untuk mengukur sudah sejauh mana pemahaman atas materi yang disampaikan dosen pada perkuliahan tatap muka. Disamping itu, tugas-tugas kuliah juga sebagai media bagi dirinya untuk mencari informasi tambahan yang tidak diperolehnya di perkuliahan. Maka kita bisa menebak bagaimana kesudahan mereka sebagai mahasiswa (baca: sarjana) yang selama menjadi mahasiswa menjalankan tugasnya secara profesioanal dan yang tidak.

Dan islam pun mengajarkan kepada umatnya agar supaya menjalankan setiap pekerjaaanya dengan ahsan (baca: professional), sebagaimana dalam satu riwayat, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik (AHSAN) atas segala sesuatu. Apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian menyembelih sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya. (HR. Muslim)

Lihat dalam hadits tersebut dinyatakan bagaimana islam mewajibkan kepada umatnya untuk berbuat baik atas SEGALA SESUATU. Apapun yang kita kerjakan tentunya semua ada aturannya, ada SOP-nya. Tidak asal-asalan sehingga berujung kepada kefatalan dan penyesalan. Bukankah pekerjaan yang dikerjakan secara asal-asalah (tanpa mengikuti prosedur) lebih berpeluang gagal ketimbang berhasilnya? Kalaupun berhasil, maka itu tiada lain adalah sebuah KEBETULAN. Dan yang namanya kebetulan itu adalah bukan sesuatu yang baik. Baik dari sisi proses yang mengarahkan kepada kebetulan itu.

Lihat pula, untuk perkara yang tidak besar saja (menyembelih binatang), Allah tetap perintahkan untuk mengerjakannya dengan sebaik-baiknya dan memperhatikan aturan serta etikanya (baca; professional). Lalu, Bagaimana dengan perkara-perkara yang lebih besar dari itu? Tentu lebih dan sangat ditekankan lagi untuk dilakukan secara professional.

So, Be Profesional. Untuk hidup dan kehidupan kita, untuk di dunia apatah lagi untuk akhirat kita. Semoga kita menjadi insan yang bermanfaat, bahagia di dunia dan akhirat.

Cerdas Menyikapi Masalah


Setiap problematika kehidupan di dunia pasti ada sebabnya. Solusinya adalah menyelidiki sebabnya. Seorang dokter tidak akan mampu mengobati pasiennya manakala dia tidak mendiagnosaCerdas menyikapi masalah penyakit pasiennya. Bagaimana sang dokter hendak memberikan resep/obat bila ia tidak tau penyakit apa yang tengah diderita sang pasien. Seorang ibu atau bapak akan sangat sulit menyelesaikan problematika yang dialami anaknya manakala mereka tidak menyelidiki atau mencari tau sebab yang menyebabkan problematika tersebut.

Seorang anak mendadak menjadi pemarah. Ia sering marah-marah tak jelas di rumahnya. Padahal di rumahnya tidak ada hal-hal yang memancingnya sehingga membuatnya marah. Orang tua yang cerdas maka akan segera mencari tau sebab yang menyebabkan dia mendadak menjadi pemarah yang sebelumnya ia bukan pemarah.  Mending apabila tipikal anaknya adalah terbuka dan suka curhat manakala ia memiliki beban masalah di luar rumah. Namun bagaimana bilamana sang anak cenderung diam dan menutup diri sekalipun dengan orang tua atau orang-orang terdekatnya? maka disinilah peran orang tua untuk tanggap dan peka terhadap apapun gejala perubahan yang dialami sang anak.

Sudah selayaknya orang tua menyelidiki apa penyebab sehingga sang anak mendadak menjadi pemarah. Dari teman-teman sebayanya dan terdekatnya, orang tua bisa menanyakan masalah apa yang tengah dialami oleh putranya. Barang kali teman terdekatnya tau bahwasanya sang anak selama ini terus-terusan diejek atau diolok-olok teman-temannya. Apabila itu masalahnya, maka sang bapak bisa mendatangi pihak sekolah untuk menjelaskan kondisi yang tengah dialami oleh anaknya sehingga pihak sekolah segera menangani akar masalahnya.

Apabila permasalahan yang sedang dialami anaknya berupa putus cinta lantaran diputus oleh pacarnya maka nikahkan saja kalau memang sudah cukup umur dan kemampuan. Itu solusi yang menyelamatkan bagi masa depan sang anak. Sementara kalau belum mampu secara mental dan material, maka berbicaralah kepada anak dari hati ke hati, hibur ia, motivasi ia, dan berikan pemahaman bahwasanya masalah tersebut bukanlah masalah yang besar yang tak  sepatutnya membebani hidup dan membuat kamu selalu mengeluh, uring-uringan dan tidak bersyukur. Bukankah banyak diantara orang-orang yang lahir tidak seberuntung kamu lantaran cacat fisik atau tidak berpunya?

Untuk permasalahan di paragraf sebelum ini,  maka langkah preventif  (pencegahan) tentu jauh lebih baik daripada kuratif (pengobatan). Melarang sedari awal sang anak untuk pacaran adalah benteng yang kokoh untuk menghindarkan sang anak dari permasalahan yang jauh lebih besar yang diakibatkan oleh pacaran.  Tentu saja, pelarangan disini dilandasi penanaman edukasi kepada anaknya bahwasanya pelarangan itu datangnya bukan semata-mata dari orang tuanya akan tetapi dari agama yang diturunkan oleh Sang Pencipta manusia, alam semesta dan seisinya. Ini lho konsekuensi dari pelarangan tersebut. Tidak takutkan engkau dengan dzat yang menciptakanmu apabila engkau melanggar larangan itu?

Maka dari itu adalah penting bagi orang tua menanamkan kepada sang anak sedari kecil aqidah yang benar dan kokoh. Sebab itulah perisai yang kuat dan tangguh untuk membentengi sang anak dari semua pengaruh buruk yang akan membinasakan dirinya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 13 tahun lamanya menanamkan kepada para sahabatnya, aqidah yang kokoh dan lurus. Dan sesungguhnya ayat-ayat yang turun di awal-awal kerasulan beliau dan disampaikan dalam dakwah beliau adalah ayat-ayat tentang surga dan neraka. Baru kemudian setelah itu ayat-ayat perintah, larangan dan yang lainnya. Sehingga tidak heran, begitu mendengar ayat tentang perintah berjilbab maka serta merta para shahabiyah menarik korden-korden di rumah mereka untuk ditutupkan ke kepalanya. Demikian pula tatkala turun ayat tentang  larangan minum khamer, maka serta merta para sahabat menumpahkan atau memecahkan kendi-kendi berisi khamer yang mereka miliki sehingga banyak gang-gang pada saat itu banjir oleh khamer. Subhanallah.

Sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya karena tidak ada masalah yang tidak ada sebabnya. Dan sungguh pun Allah tidak memberikan beban kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Maka usaha yang dilandasi ilmu serta diiringi doa untuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan adalah kuncinya.  Kendatipun seseorang bisa tepat menyelesaikan problematikanya sekalipun tanpa usaha yang sungguh-sungguh dan terlandasi ilmu, mungkin saja itu sebuah kebetulan. Dan KEBETULAN lantaran coba-coba tidak bisa kita jadikan andalan solusi.

Metode False-Position


Metode Regula False atau false position (posisi palsu), metoda ini merupakan alternatif perbaikan dari metoda interval bagi-dua yang kurang efisien bagi 4177_regula_falsipendekatannya. Kekurangan metoda bagi-dua adalah dalam membagi selang mulai dari xlower sampai xupper menjadi bagian yang sama; besaran f(xl) dan f(xu) tidak diperhitungkan , misalnya f(xl) apakah lebih dekat ke nol atau ke f(xu).

    Metoda ini memanfaatkan pengertian grafis dengan menghubungkan titik itu dengan sebuah garis lurus. Perpotongan garis ini dengan sumbu x merupakan taksiran akar yang diperbaiki. Kenyataan ini menggambarkan penggantian kurva oleh garis lurus sebagai “posisi palsu” dari akarnya. Lihat Gambar dibawah ini : Continue reading

Video Pembelajaran di Kanal Youtube


Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang demikian pesatnya, maka semakin kemari masyarakat semakin dimudahkan dan dipraktiskan dalam hal akses informasi.  Mulai dari media elektronik seperti televisi dan radio sampai media cetak seperti koran atau surat kabar. Dan saat ini, mudahnya dan murahnya internet sebagai alternatif penggalian informasi-informasi ter-uptodate seakan-akan mengalahkan media yang saya sebutkan diatas. Iya, youtubehampir setiap orang dari kalangan anak-anak hingga dewasa saat ini dengan mudahnya mengakses informasi entah dalam bentuk audio-visual, audio apalagi teks. Keberadaan radio dan televisi  secara fisik (bukan fungsi) kini sudah hampir tergantikan atau setidaknya tergeser oleh keberadaan gadget atau handphone.  Apatah lagi media cetak seperti koran atau surat kabar, barang kali sudah jarang dilirik apalagi dijamah. Seakan-akan, semua perangkat tersebut sudah dijadikan satu alias all in one dalam satu piranti sehingga dengan mudahnya dibawa kemana-mana atau dimasukkan ke kantong celana.

Maka dapat diprediksikan, semakin kemari teknologi informasi atau internet akan semakin murah dan mudah dalam aksesnya.  Bahkan bisa jadi gratis disebabkan banyaknya hotspot area dimana-mana. Sebagaimana dulu, sampai tahun 2005-an dimana wartel masih bergentayangan dimana-mana. Namun kini, coba Anda amati, betapa langkanya makhluk tersebut. Dan sepuluh tahun lagi, bisa jadi giliran warnet yang akan mengalami nasib serupa yaitu kelangkaan bahkan kepunahan. :-(

Oleh karenanya, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi tersebut, dunia pendidikan di indonesia sepatutnya perlu beradaptasi dengannya. Sebagai pemisalan, seorang guru atau dosen disamping mengarang buku baik untuk kalangan internal ataupun eksternal, tentu alangkah lebih baiknya juga membuat video pengajaran yang bisa dipublikasikan di youtube.  Sememangnya video yang dipublikasikan di youtube tidak akan menghasilkan profit finansial sebagaimana buku terkecuali yang dipublikasikan hanya video cuplikan sedangkan full video-nya di jual online. Dan disinilah maksud saya, pemerintah perlu memberikan kompensasi atau apresiasi kepada guru, dosen atau tenaga pengajar yang rajin mengunggah video pengajaran. Dan bagi guru dan dosen yang awam akan hal itu, maka baiknya pemerintah mensosialisasikan metode pengajaran dan memfasilitasinya. Tidak mengapa pemerintah mengalokasikan sebagian anggaran dananya dalam APBN dengan menghibahkan seperangkat handycamp kepada setiap perguruan tinggi  kendatipun tidak sekali waktu. Daripada tersalurkan tidak tepat sasaran. Which is choosen?

Indonesia sangat tertinggal akan publikasi pengajaran via youtube dibandingkan negara lain. Sementara rekaman tayangan di tv jangan ditanya. Coba tengok tayangan-tayangan televisi seperti dunia lain, infotainment, konser musik atau program reality show seperti hitam putih, bukan empat mata dan yang lainnya, betapa berhamburan-nya disana.  Sekarang bandingkan dengan negara-negara lain seperti Amerika, Inggris, India, dan negara-negara eropa lainnya, tak ketinggalan negara-negara asia lainya seperti Singapora, Malaysia, dimana institusi pendidikan-nya secara intensif mengunggah hasil pengajaran tatap muka ke youtube. Sehingga keilmuan seorang guru besar tidak hanya tertular kepada mahasiswa yang belajar di sana saja akan tetapi semua mahasiswa yang menyimak video tersebut darimanapun institusinya di seluruh penjuru dunia.

Sudah menjadi pemandangan biasa di ruang-ruang kuliah LN berbagai perangkat multimedia sebagai alat bantu mengajar seperti  infocus, screen projector, dan sedikit sekali bahkan nihil yang bisa ditemui di Indonesia seperti handycam yang terpasang secara permanen. Sehingga ketika dosen selesai mengajar, maka video hasil pembelajaran segera bisa diunggah ke youtube.

Bagi saya sendiri, belajar melalui (tutorial) audio dan video lebih kecil kemungkinan gagal pahamnya ketimbang melalui teks atau tulisan. Itu Sebabnya, bila pemerintah mengapresiasi seorang guru atau dosen  yang menelorkan sebuah buku dengan nilai ‘kum’ yang besar, maka selayaknya pula bagi pemerintah memberikan apresiasi yang  sama kepada guru atau dosen yang mengunggah video-video pengajarannya di kanal youtube. Dengan demikian, masyarakat yang kesulitan menikmati video pembelajaran dari LN lantaran kendala bahasa, maka video pembelajaran berbahasa Indonesia yang merupakan produk dari para pakar, guru atau dosen asal Indonesia semakin membanjiri kanal-kanal youtube dan mudah diakses.

Semoga kedepan model pengajaran dan pembelajaran di Indonesia akan semakin maju pesat sehingga melahirkan lulusan-lulusan yang kompetitif.