Surat Pindah dan Uang Tip


Berkenaan dengan uang tips, mungkin diantara pembaca pernah memberi atau menerima uang tip (tanpa sadar) dari/kepada orang lain karena jasa yang mereka berikan kepada kita atau jasa yang kita berikan kepada mereka. Sedikit berbagi pengalaman. Ketika itu saya dihadapkan kepada kondisi yang membuat saya bingung antara memberi dan tidak. Persisnya ketika saya hendak mengurus surat pindah sebagai syarat pembuatan KTP baru dengan alamat baru dimana saya tinggal dan ber-muamalah dengan pihak terkait.

Begini, sebagaimana kita tahu, proses pembuatan surat pindah memerlukan tahapan proses dan birokrasi yang cukup berbelit. Mula-mula kita harus meminta surat pengantar dari ketua RT setempat dimana alamat KTP kita yang lama.  Setelah menerima surat pengantar yang sudah ditandatangani ketua RT, selanjutnya kita diharuskan untuk meminta tandatangan beserta stempel dari ketua RW setempat alamat KTP lama. Ketika itu, saya bingung apakah saya cukup membalas  (cuma) dengan ucapan  terima kasih kepada ketua RT-nya, ataukah perlu memberikan ‘sedikit’ uang ‘administrasi’ karena jasa beliau membuatkan surat pengantar ke kantor kelurahan. Terlebih bila kita memang bukan asli penduduk setempat, alias perantau. Ngga enak banget kaaan kalau begitu. Akhirnya hati saya pun tak kesampaian apabila cuma mencukupkan diri dengan ucapan terima kasih. Alhasil, saya tanyakan kepada pak ketua RT-nya, “Maaf Pak, kira-kira berapa ya Pak biaya administrasinya? sukarela saja Pak, jawab Pak RT.. (Jawaban meanstream ).  Saya kasih Rp. 20.000,- untuk dua surat pengantar, kebetulan saya juga membuatkan surat pindah buat kakak saya.

Setelah itu, saya meluncur ke ketua RW untuk meminta tanda tangan dan stempel. Kali ini saya kesampaian membalasnya hanya dengan ucapan terima kasih. Kenapa? saya tidak tau.  Setelah beres, baru kemudian saya bawa surat pengantar itu ke kantor kelurahan. Di kantor kelurahan, petugasnya kemudian membuatkan surat pindah. Cukup lama saya menunggu pembuatan surat pindah tersebut. Pikir saya, mungkin cukup banyak yang harus dikerjakan.  Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 30 menit, petugasnya datang dan menyerahkan sebagian berkas-berkas yang saya kumpulkan tadi ditambah surat pindah (padahal cuma satu lembar surat pindah) sembari bilang ke saya, “mas tolong ini di-fotocopy dulu ya”. Dalam perjalanan menuju toko fotocopy saya membatin, entah kenapa ya mereka masih menggunakan mesin ketik manual disaat dimana komputer mengalami perkembangan teknologi yang demikian pesat dan tentu saja cara kerjanya jauh lebih praktis dan efektif. Selesai mem-fotocopy, saya serahkan kembali berkas-berkasnya kepada petugas. Namun kali ini, belum sempat menanyakan  berapa uang administrasinya, sang petugas sudah mematok biaya administrasinya. Semuanya adalah Rp.35.000,-x 2 = Rp.70.000,-.  Spontan saya kaget, “wow…cukup mahal juga yaa”, demikian saya membatin.  Saya katakan cukup mahal sebab pekerjaan yang cuma mengetikkan satu lembar tidak full, dihargai segitu. Ya mungkin saja ada yang menganggap nilai segitu itu kecil bahkan sangat kecil. Mungkin juga ada yang mamandang relatif, tergantung orangnya.  Apabila orangnya sugeh, mungkin nilai segitu kecil bahkan sangat kecil. Tapi bagi orang kere, nilai segitu sangat besar untuk ukuran jasa pelayanan seperti diatas. Dan saya menilainya pun demikian. Berarti saya kere donk. Don’t say so.  This is about reality.

Ya sudah lah tidak usah diperdebatkan, anggap saja nilai segitu kemahalan. Clear. Sebab memang mereka sudah digaji untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerjaaanya mengetik dan menginput. Selesai.

Masih belum tuntas proses pembuatan surat pindah. Setelah dari kantor kelurahan, saya diminta ke kantor kecamatan. Apabila daerah yang baru kita tinggali, alamatnya masih satu kecamatan dengan yang lama, maka tidak perlu ke kantor dinas kependudukan. Cukup sampai ke kecamatan, maka surat pindah sudah selesai diproses dan dapat digunakan untuk mengurus pembuatan KTP baru.

Begitu beres di kelurahan, saya segera meluncur ke kantor kecamatan untuk mendapatkan legalitas surat pindah yang diberikan dari kantor kelurahan.  Setelah menyerahkan berkas-berkas yang diberikan oleh petugas kantor kelurahan kepada petugas kecamatan dan  menunggu sekira 15 menit, maka akhirnya surat pindah yang sudah dibubuhkan tanda tangan pejabat setempat dan stempel  sudah sampai ke tangan saya . Lagi-lagi hati saya tidak kesampaian apabila cuma membalas dengan ucapan terima kasih. Apalagi ini kantor kecamatan, coy.  Itu sebabnya, saya tanyakan kepada petugasnya, “berapa Bu, biaya administrasinya?”.  “Sukarela Pak”, jawab petugasnya. Kali ini saya hanya ngasih Rp.10.000, – untuk dua surat pindah. Punya saya sudah beres alias tidak perlu ke kantor kependudukan. Sedangkan punya kakak saya, masih perlu ke dinas kependudukan untuk mendapat legalitasnya karena memang beda kecamatan. Semoga Allah memaafkan kekhilafan saya…

—————————————————

Terkait dengan uang tip, berikut saya copaskan kriteria-kriteria serta tinjauan syariat akannya dari website rumayso.com, yang ditulis oleh Ust. Muhammad Abduh Tuasikal. Continue reading

Pengumuman…!!!


Diinformasikan  kepada seluruh mahasiswa Program Studi Teknik Mesin S-1 dan D-3  yang mengambil mata kuliah Kalkulus II, Analisa Numerik dan Kinematika dan Dinamika bahwasanya untuk minggu depan tanggal 14 s/d 16 April 2014, perkuliahan PAGI  jam kedua yang sedianya pukul 09.10 WIB akan digeser pada pukul 10.30 WIB disebabkan sebagian besar dosen Unisma mendapatkan amanah dari Depdiknas untuk menjalankan pengawasan independen terhadap Pelaksanaan UN SMA/SMK/MA  pada tanggal tersebut.

Model Pembelajaran Berbasis IT


Hingga pada satu titik di tahun 2014, saya sudah cukup puas mewujudkan asa saya untuk mengembangkan metode pembelajaran/perkuliahan saya. Berawal di tahun 2008, mulai terjun dan mengajar di kampus dengan metode konvensional dan terus menerus menggali informasi dari berbagai media dan rekan kerja hingga akhirnya dapat mewujudkan angan-angan saya mengembangkan metode belajar berbasis IT. Dan saya rasakan mudahnya dan efektifnya metode pembelajaran ini dengan mengamati dan menganalisa capaian hasil atau output berupa prestasi belajar mahasiswa. Kendatipun, bukan hanya variabel atau faktor metode pembelajaran yang turut mendongkrak prestasi mahasiswa namun  masih banyak faktor-faktor yang lain seperti raw material mahasiswa baru, motivasi belajar, derajad kesukaran soal dan faktor ‘x’ alias faktor kecurangan yang dilakukan mahasiswa entah waktu ujian, mengerjakan PR ataupun kehadiran mahasiswa.

Saya berkhusnudzon bahwasanya, prestasi mahasiswa yang diindasi dari nilai rata-rata mata kuliah yang saya ampu pada satu angkatan mahasiswa (khususnya mahasiswa baru) yang  mengalami kenaikan yang signifikan yaitu sekira 25% disebabkan oleh keefektifan motode pembelajaran yang saya kembangkan bukan dari kecurangan mahasiswa dalam mengerjakan soal-soal UTS ataupun UAS.

Selama enam tahun mengajar, terdapat tiga tahapan dan model pembelajaran yang saya terapkan. Empat tahun pertama menggunakan model konvensional yakni dosen mengajar dan menjelaskannya secara step by step dengan menuliskannya di whiteboard. Selesai menerangkan, mahasiswa mencatat. Sememangnya tipikal mata kuliah yang didominasi perhitungan seperti kalkulus dan matematika teknik sangat cocok dengan metode tersebut dibandingkan dengan menggunakan powerpoint  alias diketik semuanya terlebih dahulu baru dijelaskan dengan dibacakan. Metode konvensional  ini mengkonsekuensikan alokasi waktu yang  cukup banyak karena membutuhkan waktu khusus bagi mahasiswa untuk mencatat. Setidaknya dalam dua whiteboard yang terisi penuh dengan tulisan rumus-rumus atau perhitungan, membutuhkan waktu 15 menit.

Tak ayal dosen harus berfikir keras agar supaya materi yang sudah dirancang pada silabus atau RPP, tersampaikan semua dengan waktu yang sudah dialokasikan tanpa mengabaikan pencapaian kompetensi mahasiswa.  Memang agak sulit mencapai keduanya (materi yang direncanakan dan kompetensi mahasiswa) terlebih apabila dasar ilmu yang dimiliki mahasiswa masih sangat lemah. Namun disinilah tantangannya. Meski tujuan pembelajaran bukan kejar mengejar dengan kurikulum, akan tetapi pencapaian kompetensi oleh mahasiswa untuk SELURUH materi yang sudah dicanangkan dalam silabus dan kurikulum itulah yang menuntut kepiawaian dosen untuk meramunya.

Dua tahun kemudian yakni 2012 dan 2013, saya kembangkan model pembelajaran dengan berbantuan perangkat komputer. Metode ini, tidak serta merta menghilangkan keefektifan terserapnya materi yang disampaikan.  Sebab, dengan menggunakan tablet yang dimana setiap langkah demi langkah perhitungannya saya terangkan dan  saya perlihatkan kepada mahasiswa. Dan untuk mengefektifkan waktu, saya berikan kepada mahasiswa yakni bahan ajar berupa modul dan catatan hasil tulisan yang saya tulis di tablet dengan cara membagikannya via flasdisk. Mereka juga dapat mengunduhnya dari website pribadi saya. Dengan demikian, hal tersebut dapat mengefektifkan seluruh waktunya untuk menjelaskan keseluruhan isi materi.

Saya berfikir masih ada yang kurang di model yang saya kembangkan ini. Ohya, langsung terbersit di benak saya ketika itu bahwasanya penjelasan saya step by step yang saya tulis dan saya simpan serta saya bagikan kepada mahasiswa, akan lebih powerful apabila dilengkapi dengan video rekaman hasil perkuliahan. Sehingga di tahun 2014 ini, Alhamdulillah saya dapat mewujudkan angan-angan saya yakni  melakukan pengayaan perkuliahan dengan merekam semua aktivitas pengajaran menjadi video.  Oleh sebab itu, selain mahasiswa mendapat catatan berupa image yang saya bagikan via flasdisk ataupun website, mereka juga mendapatkan video rekaman visual perkuliahan yang mereka dapat putar ulang di rumah atau dimanapun. Yang berhalangan hadir kuliah tatap muka pun mendapatkan kesempatan (yang sama) untuk menyimak proses pembelajaran pada pertemuan tersebut. Software Debut Video Capture yang saya gunakan untuk merekam semua aktivitas pengajaran  berupa  visual di whiteboard dan audionya itulah yang berperan penting dalam lahirnya video pembelajaran hingga akhirnya bisa dinikmati bukan hanya kalangan mahasiswa Unisma saja.

Sebelum saya share ke website dan youtube agar mahasiswa dapat mengunduhnya dimana saja, video tersebut sebelumnya saya compress size-nya, karena memang standarnya untuk perkuliahan berdurasi 2 jam, menghasilkan rata-rata video berukuran 8 Giga. Sehingga untuk memudahkan proses pengunduhan, maka perlu di compres ukurannya menjadi sekira 400 mega – 700 mega dengan kualitas yang masih cukup bagus.  Software Ashampoo movie shrink and burn 3 itulah yang membantu saya menawarkan solusi tersebut. Saya berharap metode yang saya kembangkan ini, dapat memberikan sedikit inspirasi kepada pembaca khususnya yang berprofesi menjadi dosen ataupun guru sehingga bukan hanya peserta didiknya saja yang dapat mendulang ilmunya akan tetapi juga khalayak ramai. Kita memohon kepada Allah semoga Allah menganugerahkan ilmu yang bermanfaat dan senantiasa menambahnya. Aamiin

Wawancara Khusus dengan Assoc. Prof. Dr. Anton Satria Prabuwono


Alhamdulillah di tengah kesibukan, email dari dosenindonesia.net mendapat respon positif. Dr. Anton Satria Prabuwono bersedia menjawab beberapa pertanyaan tentang karir beliau dan dunia pendidikan tinggi. Dr. Anton adalah putera Indonesia yang sekarang menjadi Associate Professor di King Abdulaziz University Arab Saudi dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Kesuksesan beliau berkarir di dunia praktis dan akademik tentu penting menjadi pelajaran dan cermin untuk kita. Tengok saja:

Perjuangan membuahkan hasil, akhirnya tahun 2011 saya dilantik sebagai Profesor Madya, setelah mempunyai 100 publikasi ISI/Scopus indexed (40 International Journal dan 60 International Conference) dengan H-Index = 3 atau 50 sitasi di Scopus (syarat minimal H-Index = 2). Membimbing sampai lulus 2 mahasiswa Doktor dan 6 mahasiswa Master by research, mengetuai proyek riset senilai Rp. 1 Milyar sampai selesai, meraih 10 penghargaan riset dan akademik, menyampaikan 15 keynote speaker/invited talk, menjadi program committee dan reviewer lebih dari 60 International Conference, menjadi reviewer lebih dari 20 International Journal, dan menjadi Board of Editor di 5 International Journal. Salah satu syarat yang juga menentukan adalah mendapat penilaian positif para Profesor yang mempunyai bidang ilmu sama dari 4 negara. Penilaian ini berdasarkan kepada Curriculum Vitae (CV) dan daftar publikasi lengkap yang dikirim oleh kampus kepada para Profesor tersebut.

Berikut wawancara tertulis selengkapnya antara dosenindonesia.net dan Dr. Anton, selamat menyimak :)

1.     Bisa diceritakan riwayat akademik Bapak?

Saya menamatkan SD sampai SMA di Brebes (Jawa Tengah), kota kecil yang terkenal dengan bawang merah dan telor asin. Menyelesaikan S1 Teknik Elektro di Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta tahun 1995 dengan predikat wisudawan terbaik (IPK 3,54) dan tercepat. Setelah wisuda, hampir semua lamaran kerja selalu mendapat respon. Saya memulai karir di Bumi Kaya Steel Industries Cikarang sebagai Electrical Maintenance Staff. Belum genap tiga bulan, diterima di Samsung Electronics Indonesia sebagai Purchasing Staff. Tidak berhenti sampai disini, baru beberapa hari di Samsung, saya diterima di salah satu program Management Trainee paling bergengsi versi majalah SWA waktu itu, yaitu “National Graduate Trainee Program (NGTP)” Coca-Cola Amatil Indonesia. Kemudian menjalani program ini selama 10 bulan. Program NGTP mendidik lulusan S1/S2 yang berprestasi dari kampus dalam dan luar negeri untuk menjadi pimpinan Coca-Cola masa depan, tentu dengan tawaran gaji dan fasilitas menarik. Aspek-aspek soft skill dan kemampuan manajerial lebih ditekankan selama pendidikan.

Singkat cerita, saya menduduki jabatan Technical Manager pada usia 23 tahun. Pertama ditempatkan di Coca-Cola Amatil Indonesia – West Java (Bandung) kemudian dipindahkan ke unit terbesar kedua yaitu Coca-Cola Amatil Indonesia – Central Java yang berkantor pusat di Ungaran. Pada usia semuda itu, saya sudah dilatih menangani berbagai masalah perusahaan termasuk membentuk struktur organisasi, merekrut staf, mengelola anggaran dan aset, mendesain Key Performance Indicator (KPI), menyiapkan Annual/Strategic Business Plan, sampai memberhentikan karyawan yang melanggar aturan perusahaan.

Saya menyelesaikan S1 yang kedua dalam bidang Matematika (Ilmu Komputer) di Universitas Padjadjaran dan Magister Manajemen di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Saya bernegosiasi dengan perusahaan sehingga mendapat ijin kuliah dengan berbagai kemudahan yang tidak terbayang sebelumnya. Kedua program ini cepat diselesaikan dengan IPK 3,40 dan 3,64. Bagi saya, kombinasi antara Teknik Elektro (hardware) dan Ilmu Komputer (software) dilengkapi dengan Magister Manajemen adalah kondisi ideal, mempunyai basic skills yang memadai serta kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah baik mikro maupun makro. Tentu tidak sukar untuk diterima kerja di berbagai perusahaan multinasional. Semua kuliah dibiayai penghasilan sendiri kecuali S1 yang pertama atas biaya orang tua (semoga Allah selalu merahmati) dan beasiswa Supersemar. Benar-benar sangat sibuk, setiap hari hanya bisa beristirahat rata-rata 4 jam. Tidak ada libur dalam seminggu, kehidupan penuh dengan bekerja dan kuliah. Setelah itu tahun 2002 saya mengajukan pensiun dini dari Coca-Cola Amatil Indonesia pada usia 29 tahun. Pihak perusahaan terkejut, bahkan sampai dipanggil Presiden Komisaris di Jakarta dan dibujuk supaya tidak mengundurkan diri. Tetapi saya telah bertekad bulat akan melanjutkan studi ke Luar Negeri (LN) untuk meningkatkan daya saing di perusahaan asing sehingga suatu ketika bisa mencapai posisi Direktur atau Chief Executive Officer (CEO). Akhirnya permohonan pensiun dini disetujui, saya mendapat pesangon sebagai modal biayai kuliah ke LN setidaknya untuk bertahan 1 tahun sambil mencari beasiswa. Continue reading

Perpindahan Panas Radiasi


Radiasi termal adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dalam range panjang gelombang terbatas dari 0,1 sampai 10 μ perpindahan panas radiasim dan diemisikan pada semua permukaan. Radiasi terjadi pada permukaan yang diserap dan kemudian perpindahan panas radiasi terjadi antara permukaan-permukaan pada temperatur yang berbeda. Tidak ada medium yang dibutuhkan untuk perpindahan panas radiasi akan tetapi permukaan seharusnya dalam kontak visual untuk perpindahan panas langsung. Diantara contoh perpindahan panas secara radiasi adalah kita menghangatkan badan kita di dekat api unggun. Selain itu pancaran sinar matahari yang sampai ke bumi sehingga temperatur yang ideal bisa dirasakan oleh para penduduk bumi juga merupakan contoh perpindahan panas radiasi. Persamaan laju-nya ditentukan oleh hukum Stefan-Boltzmann yang mana merupakan istilah dimana panas yang diradiasikan sebanding dengan pangkat empat temperatur absolute dari permukaan dan laju perpindahan panas antara permukaan yang diberikan pada persamaan 1.4. Situasi itu dinyatakan pada gambar 1.6 (a)

(Persamaan 1.4)

Dimana:

F : factor yang bergantung pada geometri dan sifat permukaan.

σ : Konstanta Stefan Boltsmann 5, 67 x 10-8 W/m2k4 (satuan S-1)

A : Luas permukaan , m2

T1 , T2 : K (ingat! hanya satuan temperatur absolute yang digunakan)

  Continue reading

Andai Saya Memiliki Makan yang Lebih Lezat


Suatu kali, bibi dari khalifah Umar bin Abdul Aziz datang menemui Fatimah (Istrinya). Kemudian dia berkata, “Saya ingin berbicara dengan Amirul Mukminin.” Fatimah, istri Umar, menyahut, “Silahkan duduk terlebih dahulu hingga dia selesai dengan urusannya.” Sang bibi pun duduk, tiba-tiba seorang pelayan lelaki datang mengambil lentera. Melihat ini, Fatimah berkata kepada sang bibi, ” Jika engkau ingin menemuinya, sekaranglah waktunya. Sebab jika sedang mengurusi masalah umum, dia akan menyuruh pelayan mengambil lampu negara. Namun jika dia sedang mengurusi masalah pribadinya, dia akan minta diambilkan lentera pribadi.” Sang bibi pun berdiri, lalu masuk menemui Umar. Di tempatnya, ternyata Umar sedang makan malam dengan beberapa potong roti, garam, dan minyak. Kemudian sang bibi berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sebenarnya saya datang ke sini karena ingin meminta suatu kebutuhan. Namun saat melihatmu, saya merasa harus memenuhi kebutuhanmu dahulu sebelum kebutuhanku.”

Umar bertanya, “Kebutuhan apa itu, wahai bibi?”

Sang bibi menjawab, “Bagaimana jika saya mengambilkan makanan untukmu yang lebih lezat dari yang kamu makan itu?” Umar menjawab, “Wahai Bibi, seandainya saya punya makanan yang lebih lezat dari ini, tentu aku sudah memakannya.”

Bibinya berkata, “Wahai Amirul Mukminin, dulu saat pamanmu, Abdul Malik, menjabat sebagai khalifah, dia memberiku ini dan itu. Kemudian  pada saat jabatan khalifah dipegang saudaramu, al-Walid, dia menambahkan lagi dari apa yang sebelumnya telah diberikan kepadaku. Namun saat engkau menjabat sebagai khalifah, engkau menghentikan tunjangan itu kepadaku.”

Umar berkata, “Wahai Bibi, dahulu pamanku, Abdul Malik, dan kedua saudaraku, al-Walid dan Sulaiman memberikan tunjangan kepadamu dengan mengambil dari harta kaum muslimin. Sedangkan harta itu bukan bukanlah milikku sehingga tidak berani memberikannya kepadamu. Akan tetapi, jika engkau mau, saya akan memberikan tunjangan kepadamu dengan mengambil dari hartaku sendiri.”

Sang bibi bertanya, “Seberapa banyak itu, wahai Amirul Mukminin?” Umar menjawab, “Dua ratus dinar, apakah Bibi mau menerimanya?”

Bibinya berkata, “Hanya segitu, bagaimana bisa mencukupi kebutuhanku?” Umar menjawab, “Wahai Bibi, hanya itu yang aku punya.” Mendengar jawaban Umar, bibinya pun keluar dari tempat Umar. (Sirah Umar bin Abdul Aziz karya Ibnu Abdul Hakam hal:63-64)

Adakah saat ini figur pemimpin atau calon pemimpin yang serupa (dalam karakter dan kezuhudannya) dengan Beliau, Umar bin Abdul Aziz? Masyarakat Indonesia merindukan figur pemimpin seperti Beliau.

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah


Pada hari Kamis tanggal 20 Maret 2014, Fakultas Teknik Unisma Bekasi sukses menyelenggarakan ‘Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah’ dengan mendatangkan nara sumber yang pakar di bidangnya. Beliau adalah Guru Besar Institut Pertanian Bogor yang bernama lengkap Prof. Dr. Ir. Suminar Setiati Achmadi, M.Sc. Beliau sudah lama Workshop Jurnal 4berkecimpung dalam bidang penulisan karya ilmiah sekaligus menjadi reviewer jurnal-jurnal terakreditasi. Selain dosen-dosen fakultas teknik, panitia yang dalam hal ini di ketua-i Bapak R. Hengki Rahmanto, ST, M.Eng juga mengundang dosen-dosen fakultas lain di lingkungan Unisma Bekasi untuk hadir dan mendulang manfaat dari acara ini. Dengan terselenggaranya workshop ini, fakultas teknik berharap dosen-dosen Unisma Bekasi khususnya dosen Fakultas Teknik akan melejit pengetahuan dan wawasannya akan dunia research dan terpacu lagi untuk terus meneliti dan menulis dalam jurnal-jurnal lokal, regional maupun jurnal-jurnal nasional yang sudah terakreditasi. Berikut materi yang saya dapatkan dari kegiatan Workshop Penulisan Jurnal Ilmiah’ yang sengaja saya share kepada pembaca sekalian blog ini agar sama-sama mendapatkan manfaat atau ilmu tentang bidang ke-jurnal-an.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam jurnal

  1. Informasi tentang orisinalitas/kebaruan. Tinjaun pustaka dalam jurnal saat ini sudah out of date.
  2. Kejelasan penyajian (Hasil scan yang kurang jelas terbaca)
  3. Penggunaan acuan yang relevan. (Dalam satu jurnal, sedikit acuan. Dalam jurnal yang lain banyak acuan yang tidak relevan).
  4. Panjang naskah.
  5. Kejelasan dan kecukupan desain penelitian
  6. Kejelasan hasil
  7. Kemanfaatan table dan gambar
  8. Kecukupan bahasan dan simpulan
  9. Sering diminta memberi peringatan publishability (1~n)
  10. Keunggulan naskah antara lain dapat dinilai karena gagasannya orisinal, meski data kurang lengkap. Continue reading

Sistem Getaran Torsional


Bila body kaku (rigid) berosilasi terhadap sumbu acuan spesifik, hasil geraknya disebut getaran torsional. Dalam hal ini, perpindahan body diukur dalam istilah koordinat sudut. Dalam problem getaran torsional, momen yang dipulihkan dapat terjadi karena torsi jumlah elastic atau momen yang tak seimbang dari gaya atau pasangannya.

Gambar 2.14 menunjukkan disc, yang memiliki momen massa polar inersia Jo yang terpasang pada ujung poros putar solid, dan ujung yang lain tetap. Biarkan perputaran sudut dari disc pada sumbu poros θ. θ juga merepresentasikan sudut poros twist. Dari teori poros putar torsi, kita memiliki hubungan:

Dimana Mt adalah torsi yang menghasilkkan sudut twist θ, G adalah modulus geser, l adalah panjang poros, dan Io adalah momen inersia polar dari penampang melintang poros, diberikan oleh:

Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Model Matematis Getaran Pada Kendaraan Roda Dua


Gambar 1 menunjukkan sepeda motor dengan pengendara. Bagaimana mengembangkan sebuah urutan dari tiga model matematis dari sistem untuk menyelidiki getaran dalam arah vertical. Pertimbangkan elastisitas dari ban, elastisitas dan redaman dari suspensi/strut (dalam arah vertical), massa dari roda dan elastisitasnya serta redaman dan massa pengendara.

Solusi:

Kita memulai dengan model yang paling sederhana dan diperbaiki secara bertahap. Ketika nilai yang equivalen dari massa, kekakuan dan redaman dari system digunakan.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Gambar 1. Kendaraan roda dua dengan pengendara – system fisik dan model matematis

Kita mendapatkan model satu derajad kebebasan dari kendaraan dengan pengendara yang ditunjukkan dalam gambar 1 (b). Dalam model ini, kekakuan yang equivalen (keq) termasuk kekakuan ban, suspensi dan pengendara. Konstanta redaman equivalen (Ceq) adalah redaman dari suspensi dan pengendara. Massa equivalen adalah massa roda, body kendaraan dan pengendara. Model ini dapat diperbaiki dengan mewakili massa roda, elastisitas roda, dan elastisitas serta redaman suspensi secara terpisah sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1 (c). Dalam model ini, massa dari body kendaraan (mv) dan massa pengendara (mr) ditunjukkan sebagai massa tunggal (mv +mr) ketika elastisitas (sebagai konstanta pegas kr) dan redaman (sebagai konstanta redaman cr) dari pengendara dipertimbangkan alias tidak diabaikan. Model yang diperbaiki ditunjukkan pada gambar 1 (d) dapat diperoleh.

Catatan bahwa model yang ditunjukkan pada gambar 1 (b) tidak unik. Sebagai contoh, dengan menggabungkan konstanta pegas dari kedua ban, massa dari kedua ban, dan konstanta pegas serta konstanta redaman dari kedua suspensi sebagai kuantitas tunggal, model ditunjukkan pada gambar 1(e) dibandingkan gambar 1 (c).

Source: Mechanical Vibration- Singiresu R. Rao

Faktor Penyebab Munculnya Bid’ah


Di antara faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya bid’ah (dalam agama) adalah:

1. Tidak tahu cara memahami agama.

Jalan-Sesat2. Tidak memahami Tujuan.

3. Terlalu berbaik sangka kepada akal (terlalu mengedepankan akal).

4. Mengikuti hawa nafsu.

5. Mengatakan sesuatu dalam agama yang tidak diketahui secara jelas dan menerima begitu saja setiap perkataan tanpa penyaringan.

6. Tidak memahami As-Sunnah.

7. Mengikuti ayat-ayat mutasyabihat.

8. Menempuh cara pengambilan hukum yang tidak sesuai dengan cara yang diakui oleh syari’at (semisal dari mimpi, dll).

Berikut Penjelasannya:

[1]. Tidak tahu cara memahami agama.

Allah telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab; lafal, makna, dan susunan kalimatnya didasarkan pada lisan orang Arab, sebagaimana firman-Nya:

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (Asy-Syu’araa’: 192-195). (Lihat juga Yusuf: 2, Az-Zumar: 28, An-Nahl: 103, Ar-Ra’ad: 37).

Dari sini kita tahu bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab melalui seorang rasul yang berbahasa Arab, untuk memberikan petunjuk kepada orang Arab terlebih dahulu, baru kemudian kepada seluruh umat manusia.

Harus kita ketahui bahwa setiap bahasa memiliki dalalah dan pendekatan untuk memahaminya, yaitu pendekatan tujuan dan pendekatan maknawi. Dalam ayat-ayat Al-Qur’an bisa kita lihat sbb:

1. Adanya pernyataan umum yang dimaksudkan untuk menjelaskan sesuatu yang zhahir, apa adanya, tanpa pengkhususan. Misalnya dalam ayat:

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Huud: 6). Continue reading

By Taufiqur Rokhman Posted in Religi

POINTER Proses Manufaktur


Manufaktur  adalah suatu cabang industri  yang   mengaplikasikan mesin, peralatan dan tenaga kerja dan suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi untuk dijual. Istilah ini bisa digunakan untuk manufakturaktivitas manusia, dari kerajinan tangan sampai ke produksi dengan teknologi tinggi. Namun demikian istilah ini lebih sering digunakan untuk dunia industri, dimana bahan baku diubah menjadi barang jadi dalam skala yang besar.  Manufaktur ada dalam segala bidang sistim ekonomi. Dalam ekonomi pasar bebas, manufakturing biasanya selalu berarti produksi secara masal untuk dijual ke pelanggan untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa industri seperti semikonduktor dan baja lebih sering menggunakan istilah fabrikasi dibandingkan manufaktur.

Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik

Beberapa sudut pandang klasifikasi

I. Berdasarkan cara membentuknya:
  • Forming
  • Machining
  • Joining
II. Berdasarkan wujud material mentah yg diproses:
  • Liquid
  • Semisolid
  • Solid
III. Berdasarkan tahapan proses :
  • Bulking : persiapan material mentah = raw material.
  • Processing
  • Finishing
  • Testing

Klasifikasi Proses Produksi

A) FORMING : proses pembentukan

B) MACHINING : proses permesinan

C) JOINING : proses penyambungan

D) HEAT TREATMENT: perlakuan panas

E) SURFACE TREATMENT: perlakuan permukaan

A) FORMING

(1) HOT FORMING: proses pembentukan panas

(a) Casting / Foundry: pengecoran logam

(b) Molding: pencetakan non logam

(2) COLD FORMING: proses pembentukan dingin : material tdk dlm keadaan cair/lunak

(a) Sheet metal forming : pembentukan pelat logam

(b) Non-sheet

B) MACHINING

(1) CONVENTIONAL MACHINING: proses permesinan konvensional

(a) Lathe: bubut

(b) Milling: frais

(c) Shaping/Scraping: skrap

(d) Drilling: pelubangan & Boring, dll.

(2) UNCONVENTIONAL MACHINING: proses permesinan non-konvensional

(a) EDM

(b) USM

 C) JOINING

(1) Permanen (tdk utk dibongkar/dilepas)

  • Welding : pengelasan
  • Brazing

(2)Semi permanen

  • Paku keling
  • Pasak / pena

(3) Non-permanen (bisa dilepas/disambung ulang)

  • Mur & baut

D) HEAT TREATMENT

(1) Hardening : mengeraskan (logam)

(2) Anealing

(3) Tempering : menyeragamkan struktur

(4) Normalizing :

(5) Spheroidizing : agar butiran/struktur menjadi bulat

(6) Dll.

Perpindahan Panas Konduksi


Konduksi merupakan mode perpindahan energi sebagai panas disebabkan perbedaan temperatur dalam body atau antara body dalam kontak termal tanpa melibatkan aliran massa dan campurannya. Konduksi adalah mode perpindahan Konduksi 001panas melalui penghalang solid dan dapat ditemukan atau dapat terjadi secara luas pada desain peralatan perpindahan panas maupun dalam pemanasan dan pendinginan berbagai material sebagaimana dalam kasus perlakuan panas. Persamaan laju dalam mode ini didasarkan pada hukum fourier konduksi panas dimana aliran panas dengan konduksi dalam berbagai arah sebanding dengan gradien temperatur dan luas yang tegaklurus terhadap arah aliran dan dalam arah gradient negatif. Konstanta kesebandingan diperoleh dalam hubungan yang dikenal sebagai konduktivitas termal, k, dari material. Formulasi matematik diberikan pada persamaan dibawah ini:

(PERSAMAAN 1) Aliran Panas,

Satuan yang digunakan untuk berbagai parameter adalah: Continue reading

Prinsip Kerja Mesin Pendingin Tipe Absorbsi


Sistem Pendinginan Absorbsi

    Sejarah mesin pendingin absorbsi dimulai pada abad ke-19 mendahului jenis kompresi uap dan telah mengalami masa kejayaannya sendiri.  Siklus pendinginan absorbsi mirip dengan siklus pendinginan kompresi uap.  Perbedaan utama kedua siklus tersebut adalah gaya yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan antara tekanan penguapan dan tekanan kondensasi serta cara perpindahan uap dari wilayah bertekanan rendah ke wilayah bertekanan tinggi.

    Pada sistem pendingin kompresi uap digunakan kompresor, sedangkan pada sistem pendingin absorbsi digunakan absorber dan generator.  Uap bertekanan rendah diserap di absorber, tekanan ditingkatkan dengan pompa dan pemberian panas di generator sehingga absorber dan generator dapat menggantikan fungsi kompresor secara mutlak.  Untuk melakukan proses kompresi tersebut, sistem pendingin kompresi uap memerlukan masukan kerja mekanik sedangkan sistem pendingin absorbsi memerlukan masukan energi panas.  Oleh sebab itu, siklus kompresi uap sering disebut sebagai siklus yang digerakkan dengan kerja (work-operated) dan siklus absorbsi disebut sebagai siklus yang digerakkan dengan panas (heat operated).  Gambar 1 menunjukkan persamaan dan perbedaan antara siklus kompresi uap dengan siklus absorbsi. Continue reading

Gerak Linier dan Rotasi


Pembahasan kali ini meskipun terlihat cukup sederhana tersebab kita pernah mempelajarinya di bangku SMA kelas 1, namun amat sangat penting dikaji ulang sebagai konsep dasar  dalam menghitung dan menganalisa gerak-gerak mesin yang ada di industri. Di dunia industri, seorang insinyur kerap dihadapkan pada benda-benda atau lebih spesifiknya rotasimesin-mesin yang bergerak dibandingkan yang diam statis. Gerak tersebut bisa dalam bentuk gerak linier (lurus) atau gerak rotasi (putar).  Nah, tentunya gerak dari mesin tersebut dihasilkan dari satu sistem yang terintegrasi yang tersusun dari part-part atau komponen-komponen yang bersinergi satu dengan yang lain. Oleh karenanya, penting kiranya memahami hubungan antara parameter satu dengan parameter yang lain yang dinyatakan dalam model matematis maupun model fisis.

Pada postingan kali ini, saya akan menguraikan sedikit tentang gerak linier dan rotasi. Dalam suatu gerak akan terdapat atau menghasilkan perpindahan, kecepatan dan percepatan. Satuan perpindahan sudut adalah radian, di mana satu radian adalah sudut yang dibentuk pada pusat lingkaran dimana busur sama panjang dengan jari-jarinya, seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah. Hubungan antara sudut dalam radian (θ), panjang busur (s) dan jari-jari lingkaran (r) adalah:

s = rθ

Karena panjang busur dari satu lingkaran penuh adalah 2πr dan sudut satu lingkaran penuh adalah 360o, maka dari persamaan (1) untuk satu lingkaran penuh adalah:

 

Continue reading

Remidial


Tergelitik mengamati tingkah laku mahasiswa khususnya mahasiswa yang mengulang mengambil mata kuliah yang lama disebabkan tidak lulus atau lulus dengan nilai yang sangat rendah. Kebanyakan diantara mereka  tidak Active_Homemenunjukkan kesungguhan untuk mengulang atau memperbaiki nilai yang sebelumnya jelek. Hal ini terindikasi dari nihilnya (jarangnya)  kehadiran mereka saat perkuliahan dan kosongnya (sedikitnya) tugas-tugas  yang dikumpulkan. Tak ayal, kita pun bisa menebak, bagaimana hasil yang diraih oleh mahasiswa pengulang ini? Sama bae bahkan lebih bobrok dari sebelumnya.

Namun anehnya dengan kondisi yang demikian itu, dipenghujung semester terutama saat yudisium, mereka bergerombol datang menghadap dosen untuk meminta (sedikit) kebijaksanaan dosen dengan gaya mengiba agar  nilai mereka bisa dinaikkan atau setidaknya diluluskan. Dengan berbagai alasan dikemukakan. Diantaranya begini, “Pak, mohon kebijaksanaan Bapak, agar nilai saya dapat diperbaiki sehingga saya tidak perlu mengulang mata kuliah tersebut lagi karena saya sudah mengambilnya sekali atau  dua kali”. Namun sampai sekarang belum ada yang mengulangnya tiga kali. Padahal zaman saya kuliah dulu, bukan perkara yang mengherankan apalagi mengagetkan apabila mahasiswa mengulang mata kuliah sampai lima kali. Alhamdulillah, meski demikian, saya tidak termasuk diantaranya. Namun jangan difahami bahwa saya menginginkan mahasiswa mengalami hal yang sama di zaman saya.

Iya, aneh memang, seolah-oleh  dosen tidak punya kebijaksanaan selama ini, hingga harus diminta kebijaksanaannya. Akan tetapi mereka sendiri tidak sadar  atau pura-pura tidak sadar bahwa dirinya tidak bijaksana yaitu dengan tidak ada niatan dan kesungguhan untuk memperbaiki nilai yang ditunjukkan dengan keseriusan dan keintensiffan kehadiran mereka dalam perkuliahan serta pengumpulan tugas-tugas atau PR.

Sudah saatnya sebagai mahasiswa yang merupakan kalangan terdidik dan akademik tertinggi merubah pola pikir dan pola tutur serta pola laku yang selama ini tidak mencerminkan sebagai kalangan yang akademis dan terdidik. Sejatinya, di lingkungan pendidikan dari level yang rendah (TK/SD) sampai level yang tertinggi (perguruan tinggi)  adalah penanaman nilai-nilai dan karakter-karakter yang baik yang kelak dalam lingkup yang lebih luas, yaitu lingkungan masyarakat atau industri akan menuai dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut.

Oleh karenanya, Anda sebagai mahasiswa selayaknya mematuhi peraturan dan tata tertib yang sudah dibuat dan ditetapkan. Tidak ditetapkan peraturan dan tata tertib kecuali adalah untuk membawa maslahat bersama dan menghindari mudharat. Kebijakan atau kebijaksanaan ditempuh dan diberikan manakala peraturan dan tata tertib semuanya sudah dijalankan akan tetapi mereka (dosen atau mahasiswa) dihadapkan pada  kondisi darurat.

Bimbingan Akademik


Tata Tertib Bimbingan Akademik Semester Genap 2013/2014

[1] Terlarang memakai sandal dan kaos oblong.

[2] Bebas bau mulut Asap rokok

[3] Wajib datang sendiri dan tidak boleh dititipkan kecuali membawa surat pengantar  dari yang diwakilkan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

[4] Wajib membawa Kartu Hasil Studi (KHS).

1

Jadwal Bimbingan Akademik Semester Genap T.A  2013/2014

Program Studi Teknik Mesin D-3 UNISMA Bekasi

jadwal PA

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Hibah Kompetisi


Alhamdulillah pada tahun 2013 Teknik Mesin dan Teknik Elektro Unisma Bekasi berhasil meraih hibah kompetisi PHP setelah melalui beberapa fase seleksi. Jumlah nominal maksimum yang dapat diraih oleh institusi yang berhasil ‘memenangkan’ kompetisi adalah senilai 2 M. Walaupun jumlah nominal yang didapatkan hanya setengah dari jumlah maksimum yang ditawarkan, Unisma sangat bersyukur dapat meraih hibah yang baru kali pertama Unisma mengajukan. Dari hibah tersebut, Unisma memutuskan mengalokasikan seluruh anggaran dananya untuk pengembangan sarana dan prasarana termasuk juga SDM di Fakultas teknik wabilkhusus Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Kebetulan saya sebagai kaprodi Teknik Mesin D-3 dan Pak Setyo sebagai kaprodi Teknik Elektro S-1 didapuk oleh pihak universitas untuk mengawal dan memenej kompetisi hibah ini dari mulai pembuatan proposal hingga pelaporan kegiatan dan program termasuk penggunaan dana hibah apabila proposal itu ‘goal’.

Karena menurut saya, pekerjaan tersebut tidak ringan maka kepada ketua Pokja hibah, yang dalam hal ini dijabat oleh warek 2, saya mengusulkan  untuk menambah setidaknya dua personel lagi. Dan Alhamdulillah, usulan saya diterima sehingga akhirnya saya merekomendasikan Pak Ahsan selaku kaprodi Teknik Mesin S-1 , dan Pa Setyo menunjuk Bu Sri Marini yang merupakan salah seorang dosen prodi teknik elektro untuk menjadi partner bersama. Kemudian mulailah seluruh tim pokja bersama-sama menyusun dan merumuskan proposal hibah yang selanjutnya diajukan ke Dikti. Pertempuran dimulai. Seluruh anggota tim berjuang mengerahkan segenap kemampuannya untuk menyumbangkan yang terbaik untuk proposal yang hendak disusun. Sebab proposal ibarat kata-kata rengekan dari sang anak kepada ayahnya agar keinginan sang anak dipenuhi sang bapak. Sang anak mesti pandai-pandai merayu dan membujuk ayahnya agar hajatnya terpenuhi. Demikian pula halnya proposal harus dibuat semantab mungkin agar benar-benar menyakinkan si pemberi untuk memenuhi apa yang diminta oleh si peminta (bukan si peminta-minta lho yaa, karena maknanya sudah lain). Beberapa kali tim kerja lembur untuk menuntaskan porposal. Begitu sudah jadi dan dikirim ke Dikti, beberapa hari setelahnya datang email atau fax yang isinya poin-poin yang harus direvisi dan dikirim kembali.

Anda bisa bayangkan disaat kaprodi yang sudah selayaknya standby di program studi untuk memenej dan mengkoordinasi para dosen ,staf dan jajarannya, akan ada panggilan telp yang meminta seluruh tim pada hari itu juga untuk rapat dan menyelesaikan revisi proposal, revisi anggaran, berurusan dengan tim lelang, vendor dan sebagainya. Namun bagaimana, sebuah amanah tetaplah amanah, sekalipun lebih dari satu, tetap menuntut (segera) diselesaikan dan dilaporkan. Bahkan sekalipun harus bekerja lembur dan tak jarang baru pulang  jam 01.00 WIB karena dikejar deadline.

Meskipun capek dan menguras tenaga dan fikiran, saya selalu berfikir akan ada hikmah yang dapat dipetik dari setiap alur kehidupan yang kita jalani. Dan benar saja, ada pengalaman dan ilmu baru yang saya dapatkan dari tugas dan tanggung jawab ini.

Setelah proposal dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan hibah tersebut, Tim harus berjuang kembali untuk mempresentasikan program-program yang diusulkan dan didanai oleh hibah tersebut kepada reviewer dari Dikti. Kembali, tim harus dapat menyakinkan reviewer akan program-program yang sudah dirumuskan dan ditargetkan. Setelah melalui berbagai revisi karena adanya masukan dari reviewer secara langsung (face to face), selanjutnya dikti akan mencairkan dana -belum 100%- untuk mendanai beberapa tahapan-tahapan program yang sudah dirumuskan dan disetujui oleh reviewer. Dan tentu saja, program pengadaan barang – salah satunya- harus melalui proses lelang karena pembelian dalam partai yang besar dan nominal yang besar pula.

Adapun program pengadaan barang untuk jurusan mesin diantaranya turbin pelton, turbin kaplan, mesin polishing, instrumen metrologi, delapan unit komputer, dan furniture atau peralatan penunjang seperti almari, kursi meja komputer, in focus, dan screen projector. Adapun untuk teknik elektro adalah (electrical installation trainer, pudak) dan labview.

Sedangkan program non-pengadaan barang untuk kedua jurusan  adalah sama yaitu peninjauan dan revisi kurikulum berbasis pasar.

Singkat kata, karena saya sudah  lelah, maka saya akan akhiri saja bahwasanya setelah program non-pengadaan barang semuanya sudah selesai dilaksanakan dan program pengadaan barang sudah diserahkan kepada tim lelang hingga berhasil mendatangkan barang-barang yang sudah ditargetkan. Selanjutnya, vendor yang dijembatani oleh tim lelang memberikan training penggunaan dan pengoperasian mesin-mesin kepada para dosen terutama pembimbing praktikum.  Alhamdulillah training berjalan dengan lancar. Para Dosen begitu antusias dan serius mengikuti training demi training yang diberikan oleh intruktur dari vendor.

Moga-moga ilmu yang didapat dari hasil training atau pelatihan ini, bisa ditransfer ke para mahasiswa dan diterima dengan baik, sehingga mereka semua dapat bersaing di kancah industri yang semakin kompetitif.

Semoga ini membawa kabar gembira kepada semua dosen-dosen teknik mesin dan elektro dan terkhusus segenap mahasiswa teknik mesin dan elektro. Aamiin

2014-02-18 10.54.39

Pelatihan Pengoperasian Turbin Pelton

2014-02-19 10.56.06

Pelatihan Pengoperasian Machine Polishing

2014-02-19 11.23.34

Peserta Pelatihan Pengoperasian Machine Polishing

2014-02-19 13.05.23

Pelatihan Measuring Instrument Metrologi

Jejaring Kebatilan


Saat ini tengah marak gelombang aksi dukungan kepada walikota surabaya untuk tetap bertahan sebagai walikota surabaya. Usut punya usut berbagai teror menyelimuti walikota Surabaya  bernama lengkap Tri Rismaharani tidak terkecuali keluarganya. Banyak kalangan yang kontra terhadap  Ibu lulusan Arsitektur dan paskasarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini menginginkan beliau mundur dari jabatannya. Alasannya jelas, karena pihak yang menginginkan mundur, merasa banyak yang dirugikan atau terancam  oleh kebijakan Bu Risma wabil khusus kebijakan penutupan prostitusi terbesar se-asia bahkan ada yang mengatakan sedunia.

Saya berikan apresiasi yang besar kepada beliau atas keberaniannya mengambil keputusan untuk menutup lokasi haram tersebut disaat  dimana banyak lembaga atau pihak yang sebetulnya sangat bertanggung jawab untuk memberantas praktek-praktek kemaksiatan dan menutup semua akses menujunya  namun ciut nyali. Mengapa tempat-tempat prostitusi sulit diberantas dan ditutup? Itu tiada lain karena prostitusi bak jejaring sosial  kebatilan  yang didalamnya terkoneksi person-person yang memperkuat satu sama lain untuk menghalau siapa saja yang mencoba mengusik apalagi memberangusnya. Prostitusi di beking para preman bahkan intel atau kepolisian yang terus menerus terciprati manisnya uang haram. Maka tak ayal, siapapun yang mencoba mendekat apalagi  menutup, maka terpentalah ia karena betapa kuatnya pertahanannya

Apapun alasannya, tempat prostitusi yang layaknya disebut tempat pelacuran tanpa perlu diperhalus adalah diharamkan dalam agama. TITIK.  Sehingga apapun yang diharamkan dalam agama pasti membawa implikasi yang buruk atau mudharat yang jauh lebih besar dari maslahatnya. Itupun bila ada maslahatnya. Kalaulah ada sebagian orang yang mengatakan bahwa tempat pelacuran memiliki beberapa manfaat karena dapat menertibkan para pelaku free seks atau hubungan terlarang sehingga penyebaran virus HIV/ AIDS lebih mudah dicegah, maka itu hanya manfaat semu yang sejatinya hanya kilahan belaka. Atau kilahan lain yang equivalen dilontarkan oleh para pecandu rokok yaitu kalau tempat itu (prostitusi dan pabrik rokok) ditutup, bagaimana nasib para pekerja disana yang nota bene menghidupi jutaan anggota keluarganya? Sebagai orang muslim tidakkah kita mempercayai janji Allah yang akan memberikan ganti yang lebih baik atas seseuatu yang buruk yang kita tinggalkan karenanya? Dan faktanya, sebahagian dari kita masih banyak percaya dan terperdaya oleh bisikan syaitan yang menakut-nakuti dengan kefakiran dan kemiskinan.

Bukankah Islam memberikan petunjuk dan bimbingan kepada manusia dalam seluruh hidup dan kehidupannya,   terkhusus dalam pengendalian berbagai keburukan dan kerusakan yang terjadi di masyarakat tidak terkecuali dalam hubungan gelap dan terlarang (free seks)? Islam  memberikan aturan yang tegas dan paripurna yang bila diimplementasikan benar-benar maka akan mengurangi kemaksiatan dan dampak buruknya secara drastis bahkan menghilangkannya sama sekali? Ketika ada pasangan muda-mudi lajang belum menikah, terpergok melakukan hubungan seksual yang tentunya dengan cukupnya saksi-saksi yang terpercaya yang mengetahui tindakan mereka, maka islam memberikan sanksi yang tegas kepada keduanya yaitu dengan dicambuk dan mengisolasi keduanya selama setahun.  Namun apabila pelakunya sama-sma sudah menikah namun bukan pasutri, maka islam memberikan sanksi yang lebih tegas dan lebih keras lagi yaitu dirajam dengan dilempari batu hingga meninggal.

Betapa islam sangat tegas dengan berbagai pelanggaran yang  terjadi dan dialami oleh masyarakat, sehingga amat sangat besar pencegahannya terhadap pelanggaran tersebut karena besarnya efek jera yang dihasilkan baik oleh si pelaku maupun orang lain yang menjadikannya pelajaran. Berapa banyak kasus perceraian yang dialami oleh para selebritis  disebabkan perselingkuhan. Itupun yang terekspos, bagaimana pula dengan tidak terekspos, tentu lebih banyak lagi.

Semoga Allah menolong hamba-hamba-Nya yang menolong agama-Nya.

By Taufiqur Rokhman Posted in Home

Kelumpuhan Logika


Ada beberapa keadaaan dimana  seseorang mengalami kelumpuhan logika atau akal sehat :

[1] Disaat marah

Seseorang ketika dirinya marah, maka sejatinya ia sedang diliputi dan  dikendalikan oleh nafsu amarahnya yang tengah bertengger dalam dirinya. Ia bisa melakukan apa saja yang bisa jadi ia tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Karena pada saat itu logikanya seakan lumpuh sesaat selama beberapa waktu sampai amarah yang meliputi dirinya hilang. Itu sebabnya, mereka yang marah dan melampiaskan kemarahannya entah itu dengan mengeluarkan kata-kata makian, hujatan, kata-kata kotor atau dengan tindakan anarkis yang membahayakan dirinya ataupun orang lain, setelahnya akan merasakan penyesalan yang besar. Ia hampir tidak percaya kenapa bisa berucap dan berbuat seperti itu. Seakan-akan bukan dirinya ketika itu. Namun sebagaimana kata orang, penyesalan selalu datang belakangan. Apakah marah itu bisa dicegah atau diredam? jawabannya bisa. Marah adalah suatu ekspresi pelampiasan lantaran ada sesuatu yang tidak menyenangkan mengusik hatinya. Sebenarnya sebelum seseorang marah, ia mengalami terlebih dahulu fase yang dinamakan ‘kesal’. Namun bedanya, kesal terpantik dengan sendirinya tatkala ada gangguan atau semisalnya yang membuatnya hatinya terusik. Karenanya, perasaan kesal bersifat spontanitas alias tercetus dengan sendirinya. Adapun marah bersifat opsional alias pilihan yang dapat diredam namun dapat pula terlampiaskan. Bentuk pelampiasan dapat berupa kata-kata cacian dan makian atau berupa tindakan anarkis atau perusakan. Dalam hadits disebutkan, Nabi mewasiatkan kepada seseorang yang Nabi tahu betul karakter seseorang tersebut yang temperamental. Begini kisahnya, tatkala Nabi didatangi oleh seseorang yang meminta wasiat kepada Nabi lalu Nabi berwasiat  Laa Taghdhob ‘jangan marah’ dan Nabi mengulanginya sampai tiga kali. Kata jangan marah, menunjukkan bahwa marah bisa diredam bisa juga dilampiaskan. Hal ini dapat dianalogikan bahwa ketika ada seseorang yang melarang Anda dengan mengatakan jangan diminum minuman itu, lalu Anda pun dapat berfikir  jernih bahwa Anda bisa memilih dan memutuskan untuk meminumnya atau mengurungkan dan meninggalkan minuman tersebut.

Masih hangat berita yang menghebohkan baru-baru ini dimana seorang ustad H tidak mampu ber-analogi atau menggunakan akal sehatnya ketika ujian datang dari luar hingga nafsu amarah menguasai dirinya dan menjerumuskannya kepada perilaku yang tidak pantas disandang oleh orang biasa terlebih seorang ustadz. Apakah perbuatan tersebut semata-mata lahir karena kejahilan atau ketidaktahuan akan bahaya dan larangan amarah? Ataukah, beliau sudah memahami hingga hafal dalil-dalilnya batasan-batasan marah itu yang mana yg diperbolehkan dan mana yang terlarang? Tentu saja, jawaban yang kedua yang kita pilih. Namun, pertanyaannya, kenapa sang ustadz demikian nekad melampiaskan kemarahannya padahal beliau sedang berada diatas panggung yang disaksikan oleh puluhan atau bahkan ratusan manusia apalagi dalam momen dakwah sekalipun? Jawabannya, karena nafsu amarah sudah meliputinya. Itu sebabnya, ketika nafsu amarah sudah menguasainya seakan-akan logika dan ilmu yang dimiliki menjadi rontok bak daun-daun yg gugur dimusim kemarau berkepanjangan.

Dan  satu lagi fase yang akan dialami manusia yang dampaknya lebih dahsyat diatas marah. Yaitu, gelap mata. Iya, gelap mata dapat menjadikan manusia buas seperti binatang buas. Berapa banyak kita mendengar di warta-warta media massa, bahwa ada seorang Ibu tega membunuh bayinya, seorang Bapak membakar hidup-hidup istrinya hanya lantaran masalah sepele. dan semisalnya. Maka, kita berusaha untuk selalu melatih kesabaran kita dalam menghadapi berbagai problematika hidup, sehingga bukan kemarahan yang menjadi jalan solusinya.

[2] Dimabok cinta atau asmara.

Sepasang muda mudi yang sedang dimabuk cinta boleh jadi dalam satu kondisi, mereka akan lumpung logikanya sesaat. Kata sebagaian orang cinta itu buta. Menurut saya yang lebih tepat cinta itu melumpuhkan logika. Namun apabila buta yang dimaksud buta mata hatinya mungkin lebih tepat. Sebab, pada dasarnya mereka yang sedang dimabuk cinta seakan-akan seperti kerbau yang dicocok hidungnya. Mereka seakan-akan disetir oleh nafsu syahwatnya untuk menuruti segala kemauan yang diingini oleh hawa nafsunya. Apabila sudah begitu, seakan-akan pada saat itu logika mereka mati sejenak. Laiknya logika yang  mengatakan bahwa berhubungan badan sebelum menikah itu terlarang. Dan juga banyak dampak atau akibat yang akan ditanggung mereka dalam hubungannya dengan orang tuanya, agamanya, yang seharusnya mereka fikirkan. Namun karena nafsu syahwat sudah menguasainya, maka mereka akan terceburkan diri untuk melakukan hal terlarang tersebut. Berapa banyak kita dapati dan kita baca beberapa survei dari LSM yang menyatakan bahwa lebih dari 50% remaja-remaji di kota-kota besar yang sudah tidak virgin lagi. Kemana pelajaran dan pendidikan yang sudah diajarkan di sekolah dan keluarga. Dikemanakan logika sehat mereka? Apakah mungkin mereka tidak mengerti akan larangan tersebut? Dan apakah mungkin, selama ia belajar dari SD hingga SMA tidak pernah mendapat bimbingan dan pendidikan seperti itu? Tidak mungkin. Namun, disinilah sekali lagi pentingnya benteng pertahanan bagi mereka  yaitu terus menerus memupuk iman  mereka secara kontinu, sebab hanya itulah yang mampu membimbing dan mengarahkan mereka disaat sendiri dan menjadi penasehat yang agung bagi dirinya sendiri. Disampung itu, keimanan yg terus menerus dipupuk akan mengarahkan hati mereka dan kemudian mengintruksikan ke seluruh anggota tubuh termasuk akal pikiran untuk menolak lintasan dan bisikan yg negatif.

[3] Ketika harta atau kedudukan menguasainya.

Banyak orang ketika belum punya kedudukan atau harta yang berlebih, sangat fasih berbicara dan mengomentari para elit politik terutama yang tersandung kasus korupsi dan semisalnya. Namun anehnya, ketika mereka ditakdirkan  berkedudukan tinggi dan diberikan amanah oleh rakyat, mudah sekali mereka berubah dan justru sekarang menjadi pelakunya, seakan-akan ia amnesia, lupa dengan dengan segala komentar yang pernah dituturkannya. Orang ketika dihadapkan pada harta dunia dipelupuk matanya, sejatinya ia sedang diuji. Akankah ia menyampaikannya kepada yang berhak, ataukah ia mengkhianati dengan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Seseorang yang terkenal berpendidikan tinggi bahkan seorang ustadz sekalipun tidak menjamin bahwa mereka akan selamat dari finah (baca, ujian) terhadap harta yang dititipkan atau diamanahkan kepadanya. Tanpa iman yang kokoh, logika akan mudah sekali dimainkan oleh syaitan hingga akhirnya lumpuh dan nafsu yang kemudian menguasainya.

Hikmah yang bisa kita petik adalah bahwasanya yang membedakan manusia dengan makhluk Allah yang lain, karena manusia dikaruniai akal pikiran sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang manfaat dan mana yang mudharat. Tentunya, setiap dari kita setiap hendak bertindak atau bertutur sudah terproses lebih dulu di akal pikiran. Apabila itu baik, maka hati sebagai raja memerintahkan untuk mengerjakannya. Sebaliknya apabila dipandang itu buruk maka hati memerintahkan kepada segala anggota badan untuk mengurungkannya. Dan tentu saja, akal disini sudah disirami oleh ilmu yang bermanfaat sebagai petunjuk dari Rabb-nya yang menciptakan akal pikiran dan manusia itu sendiri secara utuh secara sempurna.

Heat Treatment


Perlakuan panas adalah proses pemanasan dan pendinginan logam atau paduan dalam keadaan padat dengan tujuan mengubah sifat-sifatnya. Hal ini juga dapat dikatakan sebagai proses pemanasan dan pendinginan logam besi terutama berbagai jenis baja di mana beberapa sifat khusus seperti kelunakan , kekerasan , tarik – kekuatan, ketangguhan dll , diinduksi dalam logam ini untuk mencapai tujuannya.

Proses perlakuan panas terdiri dari tiga tahapan utama yaitu

  1. Pemanasan logam
  2. Perendaman logam
  3. Pendinginan logam

Teori perlakuan panas didasarkan pada kenyataan bahwa perubahan terjadi pada struktur dalam logam dengan pemanasan dan pendinginan yang menginduksi sifat-sifat yang diinginkan di dalamnya. Laju pendinginan adalah factor kendali utama. Cepatnya pendinginan logam dari atas kisaran kritis, menghasilkan struktur yang keras. Sedangkan pendinginan yang sangat lambat menghasilkan pengaruh sebaliknya yaitu struktur yang lunak.

Dalam setiap perlakuan panas , laju pemanasan dan pendinginan sangat penting. Bahan yang keras sulit untuk dibentuk dengan pemotongan, pembentukan dll. Oleh karenanya supaya bahan mudah dibentuk dengan pemotongan , pembentukan dan lain lain maka diperlukan proses perlakuan panas untuk melunakkannya. Sehingga bahan tersebut memiliki sifat mampu mesin Continue reading